alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Banjir Rob, Puluhan Warga Muncar Mengungsi

MUNCAR – Puluhan warga yang tinggal di sekitar pesisir pantai Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, terpaksa harus mengungsi, Selasa (7/12). Sebab, mereka merasa rumahnya tidak aman akibat diterjang banjir rob.

Banjir rob yang sudah sering terjadi di daerah penghgasil ikan Lemuru itu, kali ini termasuk paling besar. Sudah tiga malam ini, perumahan penduduk yang ada di pinggir laut diterjang ombak besar. “Tahun ini paling parah, air laut sampai masuk ke rumah,” ujar Nuraini, 29, warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo yang rumahnya terdampak banjir rob.

Menurut Nuraini, banjir rob terjadi pada malam mulai pukul 19.30 hingga pukul 00.00. Karena ombak yang besar, maka setiap malam warga mengungsi ke rumah saudara atau tempat yang aman. “Banjir rob ini mulai Jumat malam (4/12) sampai sekarang,” cetusnya.

Banjor rob yang terjadi pada Senin malam (6/12), jelas dia, termasuk paling besar. Ketinggian air yang masuk ke perumahan penduduk hingga mencapai 80 centimeter. “Kasur yang semula tidak kena air, jadi basah semua, dan warga mengungsi,” sebutnya.

Upaya warga menutup pintu rumah dengan papan dan semen, masih kata dia, juga sia-sia. Sebab, air laut masih bisa masuk ke rumah dan membasahi perabotan. “Air yang masuk ke perkampungan cukup tinggi,” cetusnya.

Banjir rob yang masih terus terjadi itu, membuat warga yang rumahnya berada di dataran rendah, enggan membersihkan air yang menggenangi rumahnya. Mereka menganggap akan sia-sia, karena banjir rob masih akan datang lagi. “Takutnya nanti air datang lagi,” katanya.

Warga lainnya Robiah, 62, yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai menyebut, saat banjir rob rumahnya terdampak. Air laut sampai masuk ke rumahnya. “Saya tidak mengungsi, air masuk ke rumah di atas mata kaki orang dewasa,” jelasnya.

Meski air yang masuk ke rumah tidak terlalu tinggi, tak terlalu tinggi, tang dia, tapi sempat membasahi pakaian, kasur, dan kursi. “Ini semua saya jemur, tadi malam basah terkena air laut yang masuk ke rumah,” ungkapnya.

Robiah menyebut, selama tiga malam kampungnya diterjang banjir rob ini, warga yang tinggal di sekitar pantai banyak yang tidak tidur. Selain menjaga rumahnya, beberapa warga membersihkan rumahnya. “Warga tiga malam tidak bisa tidur dengan tenang,” cetusnya.

Warga berharap, Pemerintah Desa Tembokrejo segera turun untuk memberi bantuan kepada warga yang terdampak banjir rob. Sebab, ini dianggap cukup parah. Tapi sayang, Kepala Desa Tembokrejo, Alven Effendi yang berkali-kali dihubungi masih belum bisa dimintai keterangan.(mg3/abi)

MUNCAR – Puluhan warga yang tinggal di sekitar pesisir pantai Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, terpaksa harus mengungsi, Selasa (7/12). Sebab, mereka merasa rumahnya tidak aman akibat diterjang banjir rob.

Banjir rob yang sudah sering terjadi di daerah penghgasil ikan Lemuru itu, kali ini termasuk paling besar. Sudah tiga malam ini, perumahan penduduk yang ada di pinggir laut diterjang ombak besar. “Tahun ini paling parah, air laut sampai masuk ke rumah,” ujar Nuraini, 29, warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo yang rumahnya terdampak banjir rob.

Menurut Nuraini, banjir rob terjadi pada malam mulai pukul 19.30 hingga pukul 00.00. Karena ombak yang besar, maka setiap malam warga mengungsi ke rumah saudara atau tempat yang aman. “Banjir rob ini mulai Jumat malam (4/12) sampai sekarang,” cetusnya.

Banjor rob yang terjadi pada Senin malam (6/12), jelas dia, termasuk paling besar. Ketinggian air yang masuk ke perumahan penduduk hingga mencapai 80 centimeter. “Kasur yang semula tidak kena air, jadi basah semua, dan warga mengungsi,” sebutnya.

Upaya warga menutup pintu rumah dengan papan dan semen, masih kata dia, juga sia-sia. Sebab, air laut masih bisa masuk ke rumah dan membasahi perabotan. “Air yang masuk ke perkampungan cukup tinggi,” cetusnya.

Banjir rob yang masih terus terjadi itu, membuat warga yang rumahnya berada di dataran rendah, enggan membersihkan air yang menggenangi rumahnya. Mereka menganggap akan sia-sia, karena banjir rob masih akan datang lagi. “Takutnya nanti air datang lagi,” katanya.

Warga lainnya Robiah, 62, yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai menyebut, saat banjir rob rumahnya terdampak. Air laut sampai masuk ke rumahnya. “Saya tidak mengungsi, air masuk ke rumah di atas mata kaki orang dewasa,” jelasnya.

Meski air yang masuk ke rumah tidak terlalu tinggi, tak terlalu tinggi, tang dia, tapi sempat membasahi pakaian, kasur, dan kursi. “Ini semua saya jemur, tadi malam basah terkena air laut yang masuk ke rumah,” ungkapnya.

Robiah menyebut, selama tiga malam kampungnya diterjang banjir rob ini, warga yang tinggal di sekitar pantai banyak yang tidak tidur. Selain menjaga rumahnya, beberapa warga membersihkan rumahnya. “Warga tiga malam tidak bisa tidur dengan tenang,” cetusnya.

Warga berharap, Pemerintah Desa Tembokrejo segera turun untuk memberi bantuan kepada warga yang terdampak banjir rob. Sebab, ini dianggap cukup parah. Tapi sayang, Kepala Desa Tembokrejo, Alven Effendi yang berkali-kali dihubungi masih belum bisa dimintai keterangan.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/