alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Penumpang Sepur Dari Stasiun Kalisetail 20 Orang hingga 40 Orang

SEMPU – Pandemi Covid-19 yang kini sudah mulai membaik di Kabupaten Banyuwangi, ternyata masih belum memulihkan sarana transportasi umum kereta api (KA). Hingga kini, penumpangnya masih rendah dibanding sebelum ada serangan virus korona.

Penumpang kereta api (KA) yang naik dari Stasiun Kalisetail, Desa/Kecamatan Sempu, masih rendah akibat Covid-19. Dibanding sebelum pandemi, turun hingga 50 persen. “Penumpang selalu ada, tapi jumlahnya kecil,” terang Kepala Stasiun Kalisetail, Wibowo, 45.

Menurut Wibowo, Banyuwangi yang saat ini berada di Leval 2 dan pernah Level 1, ternyata juga belum menggairahkan warga untuk kembali ke transportasi KA. “Mulai banyak, tapi kalau dibanding sebelum ada virus korona masih jauh,” terang warga Desa Kalisepanjang, Kecamatan Glenmore itu.

Menurunnya penumpang KA selama masa pandemi itu, jelas dia, karena ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain itu, banyak persyaratan yang harus dilengkapi para calon penumpang. “Pelanggan kalau bepergian lebih memilih kendaraan pribadi atau kendaraan umum lainnya, seperti bus,” katanya.

Wibowo menyebut, untuk kereta jarak jauh penumpang diwajibkan melengkapi persyaratan seperti harus menunjukkan pernah vaksinasi dan bukti rapid antigen dengan hasil negative. “Kita juga melayani test rapid antigen, tapi penumpang masih sedikit,” ujarnya.

Dari data okupansi penumpang KA di Stasiun Kalisetail ini, jelas dia, untuk KA Pandanwangi, Probowangi, Tawangalun, Sritanjung, dan KA Wijaya Kusuma, rata-rata jumlah penumpang yang naik dari stasiun yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, itu kurang dari 50 orang per kereta. “Penumpang hanya puluhan, antara 20 orang sampai 40 orang saja,” jelasnya.

Dari sejumlah jenis KA yang ada dengan berbagai jurusan itu, jelas dia, penumpang yang bisa mencapai di atas 40 orang, hanya KA Pandanwangi jurusan Banyuwangi-Jember. “Pandanwangi bisa mencapai 50 orang, tapi masih turun jauh dibanding sebelum pandemi,” ungkapnya.

Meski penumpang rendah, Wibowo menyampaikan penerapan protokol kesehatan (prokes), masih diperlakukan cukup ketat untuk penumpang sepur. “Selain harus sudah divaksinasi dan rapid antigen, selama di kereta penumpang tidak boleh berkomunikasi dengan penumpang lainnya,” katanya.(mg3/abi)

SEMPU – Pandemi Covid-19 yang kini sudah mulai membaik di Kabupaten Banyuwangi, ternyata masih belum memulihkan sarana transportasi umum kereta api (KA). Hingga kini, penumpangnya masih rendah dibanding sebelum ada serangan virus korona.

Penumpang kereta api (KA) yang naik dari Stasiun Kalisetail, Desa/Kecamatan Sempu, masih rendah akibat Covid-19. Dibanding sebelum pandemi, turun hingga 50 persen. “Penumpang selalu ada, tapi jumlahnya kecil,” terang Kepala Stasiun Kalisetail, Wibowo, 45.

Menurut Wibowo, Banyuwangi yang saat ini berada di Leval 2 dan pernah Level 1, ternyata juga belum menggairahkan warga untuk kembali ke transportasi KA. “Mulai banyak, tapi kalau dibanding sebelum ada virus korona masih jauh,” terang warga Desa Kalisepanjang, Kecamatan Glenmore itu.

Menurunnya penumpang KA selama masa pandemi itu, jelas dia, karena ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain itu, banyak persyaratan yang harus dilengkapi para calon penumpang. “Pelanggan kalau bepergian lebih memilih kendaraan pribadi atau kendaraan umum lainnya, seperti bus,” katanya.

Wibowo menyebut, untuk kereta jarak jauh penumpang diwajibkan melengkapi persyaratan seperti harus menunjukkan pernah vaksinasi dan bukti rapid antigen dengan hasil negative. “Kita juga melayani test rapid antigen, tapi penumpang masih sedikit,” ujarnya.

Dari data okupansi penumpang KA di Stasiun Kalisetail ini, jelas dia, untuk KA Pandanwangi, Probowangi, Tawangalun, Sritanjung, dan KA Wijaya Kusuma, rata-rata jumlah penumpang yang naik dari stasiun yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, itu kurang dari 50 orang per kereta. “Penumpang hanya puluhan, antara 20 orang sampai 40 orang saja,” jelasnya.

Dari sejumlah jenis KA yang ada dengan berbagai jurusan itu, jelas dia, penumpang yang bisa mencapai di atas 40 orang, hanya KA Pandanwangi jurusan Banyuwangi-Jember. “Pandanwangi bisa mencapai 50 orang, tapi masih turun jauh dibanding sebelum pandemi,” ungkapnya.

Meski penumpang rendah, Wibowo menyampaikan penerapan protokol kesehatan (prokes), masih diperlakukan cukup ketat untuk penumpang sepur. “Selain harus sudah divaksinasi dan rapid antigen, selama di kereta penumpang tidak boleh berkomunikasi dengan penumpang lainnya,” katanya.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/