alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Tanda Larangan Berjualan Mandul

GENTENG – Upaya Pemerintah Kecamatan Genteng melarang pedagang kaki lima (PKL) ber­jualan dan membuka lapak di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, ternyata tidak digubris.

Larangan dengan memasang banner di pohon agar para PKL tidak berjualan di sepanjang jalan RTH Maron, ternyata tidak dipa­tuhi. “Kalau ada PKL langsung kita tertibkan,” kata Kasi Satpol PP Kecamatan Genteng, Sulemi.

Sulemi mengatakan tidak mela­rang para pedagang mem­buka lapak untuk jualan. Hanya saja, dia meminta para pedagang tidak berjualan di kawasan RTH. Apalagi di pinggir jalan itu meng­ganggu arus lalu lintas. “Kalau berjualan jangan di depan RTH, tempat itu harus clear dari peda­gang,” tuturnya.

Baca Juga :  Mobil Xenia Tabrak Truk dan Vario

Selain melanggar perda keter­tiban umum, Sulemi menyebut dengan adanya PKL di daerah RTH itu akan memperburuk kein­dahan taman. “Sampah jadi ber­serakan di mana-dimana. Kalau sudah begitu ke­indahan dan ke­bersihan RTH tidak terjaga,” cetusnya.

Sulemi mengaku sudah mela­kukan beberapa kali penertiban terhadap PKL di lokasi RTH. Tapi kerena padatnya pengunjung, mengundang PKL untuk nekat jualan. Dan dampaknya RTH tam­pak kotor dan jorok karena sampah sisa jajanan yang berse­rakan. “Kalau berulang kali me­langgar, akan kami angkut barang dagangnya,” ancamnya.

Beberapa pedagang mengaku jika berjualan di depan RTH Maron lebih praktis dan tidak bolak-balik memasang tenda. Para pembeli, itu bukan hanya pengunjung RTH saja, tapi para pengguna jalan. “Saya pakai sepeda motor jualan­nya tidak perlu masuk ke RTH, lagian kalau jualan di depan lebih banyak yang beli,” tandas Rohman, 25, pedaganag cilok.

Baca Juga :  Lahan Petanian Warga Belum Bisa Dipakai

GENTENG – Upaya Pemerintah Kecamatan Genteng melarang pedagang kaki lima (PKL) ber­jualan dan membuka lapak di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, ternyata tidak digubris.

Larangan dengan memasang banner di pohon agar para PKL tidak berjualan di sepanjang jalan RTH Maron, ternyata tidak dipa­tuhi. “Kalau ada PKL langsung kita tertibkan,” kata Kasi Satpol PP Kecamatan Genteng, Sulemi.

Sulemi mengatakan tidak mela­rang para pedagang mem­buka lapak untuk jualan. Hanya saja, dia meminta para pedagang tidak berjualan di kawasan RTH. Apalagi di pinggir jalan itu meng­ganggu arus lalu lintas. “Kalau berjualan jangan di depan RTH, tempat itu harus clear dari peda­gang,” tuturnya.

Baca Juga :  Penumpang Sepur Dari Stasiun Kalisetail 20 Orang hingga 40 Orang

Selain melanggar perda keter­tiban umum, Sulemi menyebut dengan adanya PKL di daerah RTH itu akan memperburuk kein­dahan taman. “Sampah jadi ber­serakan di mana-dimana. Kalau sudah begitu ke­indahan dan ke­bersihan RTH tidak terjaga,” cetusnya.

Sulemi mengaku sudah mela­kukan beberapa kali penertiban terhadap PKL di lokasi RTH. Tapi kerena padatnya pengunjung, mengundang PKL untuk nekat jualan. Dan dampaknya RTH tam­pak kotor dan jorok karena sampah sisa jajanan yang berse­rakan. “Kalau berulang kali me­langgar, akan kami angkut barang dagangnya,” ancamnya.

Beberapa pedagang mengaku jika berjualan di depan RTH Maron lebih praktis dan tidak bolak-balik memasang tenda. Para pembeli, itu bukan hanya pengunjung RTH saja, tapi para pengguna jalan. “Saya pakai sepeda motor jualan­nya tidak perlu masuk ke RTH, lagian kalau jualan di depan lebih banyak yang beli,” tandas Rohman, 25, pedaganag cilok.

Baca Juga :  Korban Sering Mengeluh Sakit dan Keluarganya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/