alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kualitas Jeruk Banyuwangi Menurun, Harga Tetap Mahal

JawaPos.com – Diduga karena cuaca yang tidak menentu, mempengaruhi kualitas buah jeruk. Para petani menyebut, saat ini sulit untuk mendapat buah jeruk dengan kualitas super.

Salah satu petani jeruk, Sutikno, 62, asal Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring mengatakan, dari tanaman jeruk yang dipanen, untuk yang berkualitas super atau kelas A hanya berkisar 15 persen sampai 20 persen. “Misalnya panen satu kuintal, jeruk yang super paling cuma 20 persen. Sisanya, masuk kategori B dan C. Kalau yang kecil dan rusak harganya sudah sangat murah,” katanya.

Menurut Sutikno, sulitnya mendapatkan jeruk besar dengan kondisi bagus, itu karena cuaca. Saat ini, musim yang tidak menentu membuat sulit mencari buah jeruk yang berkualitas baik. “Kita kesulitan cari jeruk yang baik,” tuturnya.

Sutikno mengaku sudah keliling untuk melihat kondisi tanaman jeruk. Dan hasilnya, jelas dia, ternyata juga sama. Para petani kesulitan mendapatkan buah jeruk dengan kualitas A. “Kalau cuaca baik, jeruk kelas A itu bisa mencapai 35 persen sampai 40 persen,” ungkapnya.

Untuk harga jeruk, Siswoko menyebut masih stabil. Harga jeruk super berkisar Rp 7000 per kilogram sampai Rp 8000 per kilogram. Harga itu, dianggap cukup bagus. “Itu harga dari petani, kalau pedagang ke konsumen bisa Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram. Kalau jeruknya masuk perusahaan, akan lebih mahal lagi,” jelasnya.

Jeruk buah jeruk kelas A, jelas dia, itu langsung dibeli oleh para pedagang dan dijual ke perusahaan. Sedang jeruk yang beredar di masyarakat, kebanyakan kategori B dan seterusnya. “Kecuali permintaan dari perusahaan sedikit, maka jeruk kelas A banyak yang dijual ke pasar lokal,” pungkasnya.

JawaPos.com – Diduga karena cuaca yang tidak menentu, mempengaruhi kualitas buah jeruk. Para petani menyebut, saat ini sulit untuk mendapat buah jeruk dengan kualitas super.

Salah satu petani jeruk, Sutikno, 62, asal Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring mengatakan, dari tanaman jeruk yang dipanen, untuk yang berkualitas super atau kelas A hanya berkisar 15 persen sampai 20 persen. “Misalnya panen satu kuintal, jeruk yang super paling cuma 20 persen. Sisanya, masuk kategori B dan C. Kalau yang kecil dan rusak harganya sudah sangat murah,” katanya.

Menurut Sutikno, sulitnya mendapatkan jeruk besar dengan kondisi bagus, itu karena cuaca. Saat ini, musim yang tidak menentu membuat sulit mencari buah jeruk yang berkualitas baik. “Kita kesulitan cari jeruk yang baik,” tuturnya.

Sutikno mengaku sudah keliling untuk melihat kondisi tanaman jeruk. Dan hasilnya, jelas dia, ternyata juga sama. Para petani kesulitan mendapatkan buah jeruk dengan kualitas A. “Kalau cuaca baik, jeruk kelas A itu bisa mencapai 35 persen sampai 40 persen,” ungkapnya.

Untuk harga jeruk, Siswoko menyebut masih stabil. Harga jeruk super berkisar Rp 7000 per kilogram sampai Rp 8000 per kilogram. Harga itu, dianggap cukup bagus. “Itu harga dari petani, kalau pedagang ke konsumen bisa Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram. Kalau jeruknya masuk perusahaan, akan lebih mahal lagi,” jelasnya.

Jeruk buah jeruk kelas A, jelas dia, itu langsung dibeli oleh para pedagang dan dijual ke perusahaan. Sedang jeruk yang beredar di masyarakat, kebanyakan kategori B dan seterusnya. “Kecuali permintaan dari perusahaan sedikit, maka jeruk kelas A banyak yang dijual ke pasar lokal,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/