alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Panik Karena Pintu Belakang Terkunci Saat Kebakaran Terjadi

RADAR GENTENG – Sementara itu, kondisi Julaiha, 50, warga Dusun Rukem, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, yang kakinya terbakar, sudah membaik. Lima jari kaki kirinya, melepuh terkena percikan api dari regulator kompos gas yang bocor saat dibuat masak pepes, Minggu  (7/8) pagi.

Istri Misidi, 55, itu menyampaikan saat terkena percikan api dari regulator kompor gas, api sempat menempel di kaki kirinya, dan baru mati setelah diguyur air. Karena luka itu, ia langsung dibawa ke klinik untuk perawatan. “Sudah disuntik dan dapat obat, alhamdulilah sudah enak,” katanya.

SELAMAT: Julaiha memegangi kakinya yang melepuh karena terbakar dari regulator kompor gas, Minggu (7/8). (Salis Ali/Radar Genteng)

Julaiha mengaku kaki kirinya masih bengkak dan sulit digunakan berjalan. Saat ini, yang bisa dilakukan hanya duduk di ruang tamu rumahnya yang atapnya rawan ambruk. “Untung atap di ruang tamu masih sisa sedikit, nanti bisa dipakai tidur,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemilik Rumah Tak Tahu Penyebab Kebakaran

Kepada Jawa Pos Radar Genteng, Julaiha mengaku panik saat melihat api muncul dari sela-sela tabung gas dengan selang regulator. Kepanikannya bertambah saat percikan api itu membakar kakinya. “Saya lari karena panas, padahal dekat kompor ada keran air, tapi tidak kepikiran,” tandasnya.

Julai semakin panic saat akan lari keluar rumah untuk memadamkan api di sungai belakang rumahnya, ternyata pintunya tidak bisa dibuka karena terkunci. “Saya lari ke depan,” cetusnya.(sas/abi)

RADAR GENTENG – Sementara itu, kondisi Julaiha, 50, warga Dusun Rukem, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, yang kakinya terbakar, sudah membaik. Lima jari kaki kirinya, melepuh terkena percikan api dari regulator kompos gas yang bocor saat dibuat masak pepes, Minggu  (7/8) pagi.

Istri Misidi, 55, itu menyampaikan saat terkena percikan api dari regulator kompor gas, api sempat menempel di kaki kirinya, dan baru mati setelah diguyur air. Karena luka itu, ia langsung dibawa ke klinik untuk perawatan. “Sudah disuntik dan dapat obat, alhamdulilah sudah enak,” katanya.

SELAMAT: Julaiha memegangi kakinya yang melepuh karena terbakar dari regulator kompor gas, Minggu (7/8). (Salis Ali/Radar Genteng)

Julaiha mengaku kaki kirinya masih bengkak dan sulit digunakan berjalan. Saat ini, yang bisa dilakukan hanya duduk di ruang tamu rumahnya yang atapnya rawan ambruk. “Untung atap di ruang tamu masih sisa sedikit, nanti bisa dipakai tidur,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Tutup Arena Kontes Ayam

Kepada Jawa Pos Radar Genteng, Julaiha mengaku panik saat melihat api muncul dari sela-sela tabung gas dengan selang regulator. Kepanikannya bertambah saat percikan api itu membakar kakinya. “Saya lari karena panas, padahal dekat kompor ada keran air, tapi tidak kepikiran,” tandasnya.

Julai semakin panic saat akan lari keluar rumah untuk memadamkan api di sungai belakang rumahnya, ternyata pintunya tidak bisa dibuka karena terkunci. “Saya lari ke depan,” cetusnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Arboretum Bambu

Hujan Deras Jembatan Langsung Ambrol

PKB Undang Wartawan Ikut Nyaleg

Konser Reggae di Lapangan Maron Ricuh

Artikel Terbaru

/