Jumlah Anak Terpapar Narkoba Meningkat

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Pergaulan para remaja di Kabupaten Banyuwangi, tampaknya mulai menghawatirkan. Para anak baru gede (ABG) yang masih berusia pelajar itu, ternyata banyak yang terlibat dalam penggunaan narkoba. Bahkan, pada semester I pada 2022 ini, anak usia pelajar yang terpapar narkoba meningkat dibanding semester II pada 2021.

Penegasan itu disampaikan ketua Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS) Kabupaten Banyuwangi, Moch. Hoiron. Menurutnya, Bila pada semester II pada 2021, anak usia pelajar yang menggunakan narkoba hanya sekitar 30 anak. Sedang pada semester I 2022, anak usia pelajar yang terpapar narkoba mencapai 40 anak. “Anak-anak usia pelajar ini berumur antara 15 tahun hingga 19 tahun,” kata Moch Hoiron.

Baca Juga :  Sebulan, Ringkus Enam Tersangka Pengedar Narkoba

Menurut Hoiron, anak yang berumur 15 sampai 19 tahun itu terpapar narkoba sebagian besar menggunakan jarum suntik seperti jenis suboxone. “Penggunaan jarum suntik lebih dominan ketimbang pemakai pil,” ungkapnya.

Jumlah anak usia pelajar yang terpapar narkoba itu, jelas dia, tidak semuanya berstatus pelajar. Di antara anak itu, ada yang tidak sekolah. “Ini sangat memprihatinkan, pada usia yang sangat produktif sudah mengenal narkoba,” cetusnya.

Meski ada peningkatan jumlah anak usia pelajar terpapar narkoba, Hoiron mengaku belum sepakat ada panti rehabilitasi khusus anak usia sekolah, seperti yang diinginkan Dinas Pendidikan Banyuwangi. Panti rehabilitasi itu, memiliki mekanisme yang berbeda dan bisa bersinggungan dengan hukum. “Dikhawatirkan bisa menjadi labeling pada anak yang masuk di panti,” ujarnya.

Baca Juga :  Trenyuh Kondisi Korban Kebakaran, Warga Muncar Benahi Rumahnya

Hairon menyarankan Dinas Pendidikan lebih baik bermitra dengan lembaga penggiat narkoba seperti Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika(P4GN). Selain itu, kolaborasi dengan bimbingan konseling (BK) yang ada di sekolah. “Penanganan pelajar yang terpapar narkoba lebih baik dilakukan melalui penguatan BK,” cetusnya.

Selain anak usia pelajar, lanjut dia, anak dengan usia 20 tahun sampai 24 tahun yang terpapar narkoba juga lumayan tinggi, yakni 72 anak. Sedangkan yang paling tinggi, usia dewasa dari umur 25 tahun sampai 45 tahun dengan jumlah 220 orang. “Ini benar-benar membutuhkan perhatian khusus, demi menekan anak yang terpapar narkoba,” katanya.(mg5/abi)