alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Pria Bertato Rajawali Ditemukan Hanyut di Sungai

CLURING – Sesosok mayat berkelamin laki-laki tanpa identitas atau Mr. X, ditemukan warga sedang terapung di Sungai Pandan, wilayah Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sekitar pukul 16.30, Jumat (7/1).

Saat ditemukan, korban yang ternyata Hendrik Sugiarto, 40, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono itu, dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dengan kepala penuh darah yang masih baru. “Mayat itu ditemukan dengan kondisi tidak mengenakan pakaian,” terang Kapolsek Cluring, AKP Agus Priyono.

Menurut Kapolsek, mayat laki-laki bertubuh gempal itu ditemukan Muhammad Yusuf, 46, warga Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sedang terapung di sungai yang sedang banjir. “Ditemukan sudah meninggal,” katanya.

Korban yang terbawa arus sungai itu, terang dia, selanjutnya dievakuasi dengan dibawa ke pinggir sungai. Di antara warga, ada yang melaporkan ke polsek. “Saat ditemukan tidak ada kartu identitas di tubuh korban, jadi kita anggap ini Mrs X,” cetusnya.

Baca Juga :  Ada Luka di Kepala Mayat di Dam Karangdoro

Menurut Kapolsek, saat ditemukan korban yang memiliki tato bergambar burung Rajawali di dada sebelah kiri itu ada luka di bagian wajah sebelah kiri. “Kita belum tahu identitasnya, dan penyebab luka pada wajahnya itu. Mayat kita kirim ke RSUD Genteng,” cetusnya.

Identitas korban diketahui sekitar pukul 20.00. Saat itu, masih kata Kapolsek, ada warga yang datang ke RSUD Genteng dan mengaku dari keluarga korban. Dari keterangannya, korban itu ternyata Hendrik Sugiarto, 40, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. “Ada keluarganya yang datang ke rumah sakit,” terangnya.

Dari keterangan keluarganya itu, Hendrik keluar rumah sejak pagi dengan naik motor Honda Scoopy. Sebelum pergi, pamitan akan ke rumah temannya di Dusun Kanigoro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono. “Keluarga tahu dari unggahan di media sosial, lalu ke rumah sakit untuk mencocokkan, ternyata benar keluarganya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasar Bali Lesu, UMKM Lokal Terpuruk

Ditanya ada dugaan kekerasan terhadap korban, Kapolsek mengaku belum bisa memastikan. Sebab, korban akan dimintakan visum ke rumah sakit. “Kami minta mayat korban ini diperiksa di rumah sakit, ini untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” cetusnya.

Untuk luka yang ada di bagian wajah korban, terang dia, untuk sementara diduga akibat benturan dengan bebatuan yang ada di sungai saat hanyut. “Lukanya masih baru, darahnya juga masih segar,” katanya.(sas/abi)

CLURING – Sesosok mayat berkelamin laki-laki tanpa identitas atau Mr. X, ditemukan warga sedang terapung di Sungai Pandan, wilayah Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sekitar pukul 16.30, Jumat (7/1).

Saat ditemukan, korban yang ternyata Hendrik Sugiarto, 40, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono itu, dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dengan kepala penuh darah yang masih baru. “Mayat itu ditemukan dengan kondisi tidak mengenakan pakaian,” terang Kapolsek Cluring, AKP Agus Priyono.

Menurut Kapolsek, mayat laki-laki bertubuh gempal itu ditemukan Muhammad Yusuf, 46, warga Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sedang terapung di sungai yang sedang banjir. “Ditemukan sudah meninggal,” katanya.

Korban yang terbawa arus sungai itu, terang dia, selanjutnya dievakuasi dengan dibawa ke pinggir sungai. Di antara warga, ada yang melaporkan ke polsek. “Saat ditemukan tidak ada kartu identitas di tubuh korban, jadi kita anggap ini Mrs X,” cetusnya.

Baca Juga :  Ada Luka di Kepala Mayat di Dam Karangdoro

Menurut Kapolsek, saat ditemukan korban yang memiliki tato bergambar burung Rajawali di dada sebelah kiri itu ada luka di bagian wajah sebelah kiri. “Kita belum tahu identitasnya, dan penyebab luka pada wajahnya itu. Mayat kita kirim ke RSUD Genteng,” cetusnya.

Identitas korban diketahui sekitar pukul 20.00. Saat itu, masih kata Kapolsek, ada warga yang datang ke RSUD Genteng dan mengaku dari keluarga korban. Dari keterangannya, korban itu ternyata Hendrik Sugiarto, 40, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. “Ada keluarganya yang datang ke rumah sakit,” terangnya.

Dari keterangan keluarganya itu, Hendrik keluar rumah sejak pagi dengan naik motor Honda Scoopy. Sebelum pergi, pamitan akan ke rumah temannya di Dusun Kanigoro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono. “Keluarga tahu dari unggahan di media sosial, lalu ke rumah sakit untuk mencocokkan, ternyata benar keluarganya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Atur Lalin di Pertigaan Srono Sambil Seberangkan Anak Sekolah

Ditanya ada dugaan kekerasan terhadap korban, Kapolsek mengaku belum bisa memastikan. Sebab, korban akan dimintakan visum ke rumah sakit. “Kami minta mayat korban ini diperiksa di rumah sakit, ini untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” cetusnya.

Untuk luka yang ada di bagian wajah korban, terang dia, untuk sementara diduga akibat benturan dengan bebatuan yang ada di sungai saat hanyut. “Lukanya masih baru, darahnya juga masih segar,” katanya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/