alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Santri Al Azhar Muncar Keracunan

MUNCAR,  Jawa Pos Radar Genteng – Sedikitnya empat santri Pondok Pesantren Al Azhar Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengalami keracunan. Para santri yang semuanya putri itu mengalami sakit perut, muntah-muntah, dan diare, kemarin (7/10).

Keempat santri itu, mulanya hanya diperiksa petugas kesehatan yang ada di pesantren. Tapi karena kondisinya semakin lemah dan terus diare, oleh pengurus pesantren dilaporkan ke Puskesmas Tembokrejo. Empat santri itu, berinisial AL, 16; JH, 16; AD, 13, dan PA, 13.

Para santri itu, kini ditempatkan di ruangan khusus yang ada di pesantren, dan diawasi petugas medis dari Puskesmas Tembokrejo.  “Memang ada santri yang mengeluh sakit perut,” cetus Pengasuh Pondok Pesantren  Al Azhar Tembokrejo, Muncar, KH. Abdillah As’ad, 44.

Gus As’ad, sapaan KH. Abdillah As’ad menyebut ada empat santri yang mengalami mual, sakit perut, dan diare. Mereka itu bukan keracunan masal, tapi sakit diari biasa. “Hanya empat santri yang mengeluh sakit perut dan mencret,” ujarnya.

Para santri itu, terang dia, kini sedang dirawat oleh petugas medis di pesantren. Dan kondisinya, juga sudah mulai membaik. “Saya belum tahu penyebab para santri itu sakit perut dan diari secara bersamaan, saya ini masih ada di Jember,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu tenaga pengajar di Pondok Pesantren Al Azhar, Desa Tembokrejo, Anas Rifai, 52. Warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, itu menyebut para santri itu hanya sakit perut biasa. Dan penyebabnya, juga belum diketahui pasti. “Karena apa, kita juga belum tahu,” katanya.

Para santri yang diduga keracunan ini, mulanya terkesan ditutup-tutupi. Pengurus pesantren, kurang terbuka. Saat Jawa Pos Radar Genteng datang ke pesantren, pengurus pesantren menyebut tidak ada santri yang keracunan. Puskesmas Tembokrejo juga tidak memberikan informasi saat itu.

Kapolsek Muncar, Kompol Muhammad Zaenuri saat dikonfirmasi membenarkan ada santri yang keracunan. Malahan, sudah datang ke pesantren tapi pengurus pesantren enggan membeberkan peristiwa itu. “Kami mendapat kepastian di pesantren ada yang keracunan setelah minta keterangan petugas medis dari Puskesmas Tembokrejo,” katanya.

MUNCAR,  Jawa Pos Radar Genteng – Sedikitnya empat santri Pondok Pesantren Al Azhar Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengalami keracunan. Para santri yang semuanya putri itu mengalami sakit perut, muntah-muntah, dan diare, kemarin (7/10).

Keempat santri itu, mulanya hanya diperiksa petugas kesehatan yang ada di pesantren. Tapi karena kondisinya semakin lemah dan terus diare, oleh pengurus pesantren dilaporkan ke Puskesmas Tembokrejo. Empat santri itu, berinisial AL, 16; JH, 16; AD, 13, dan PA, 13.

Para santri itu, kini ditempatkan di ruangan khusus yang ada di pesantren, dan diawasi petugas medis dari Puskesmas Tembokrejo.  “Memang ada santri yang mengeluh sakit perut,” cetus Pengasuh Pondok Pesantren  Al Azhar Tembokrejo, Muncar, KH. Abdillah As’ad, 44.

Gus As’ad, sapaan KH. Abdillah As’ad menyebut ada empat santri yang mengalami mual, sakit perut, dan diare. Mereka itu bukan keracunan masal, tapi sakit diari biasa. “Hanya empat santri yang mengeluh sakit perut dan mencret,” ujarnya.

Para santri itu, terang dia, kini sedang dirawat oleh petugas medis di pesantren. Dan kondisinya, juga sudah mulai membaik. “Saya belum tahu penyebab para santri itu sakit perut dan diari secara bersamaan, saya ini masih ada di Jember,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu tenaga pengajar di Pondok Pesantren Al Azhar, Desa Tembokrejo, Anas Rifai, 52. Warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, itu menyebut para santri itu hanya sakit perut biasa. Dan penyebabnya, juga belum diketahui pasti. “Karena apa, kita juga belum tahu,” katanya.

Para santri yang diduga keracunan ini, mulanya terkesan ditutup-tutupi. Pengurus pesantren, kurang terbuka. Saat Jawa Pos Radar Genteng datang ke pesantren, pengurus pesantren menyebut tidak ada santri yang keracunan. Puskesmas Tembokrejo juga tidak memberikan informasi saat itu.

Kapolsek Muncar, Kompol Muhammad Zaenuri saat dikonfirmasi membenarkan ada santri yang keracunan. Malahan, sudah datang ke pesantren tapi pengurus pesantren enggan membeberkan peristiwa itu. “Kami mendapat kepastian di pesantren ada yang keracunan setelah minta keterangan petugas medis dari Puskesmas Tembokrejo,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/