alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Polisi Rangkul Pelajar Perangi Miras

PURWOHARJO – Tingginya pemakai minuman keras (miras) di kalangan pelajar, membuat petugas kepolisian menjemput bola dengan menggelar sosialisasi di sekolah. Itu seperti yang dilakukan anggota Polsek Purwoharjo, dengan sosialisasi di salah satu sekolah yang ada di daerahnya, kemarin (7/6).

Dalam acara itu, Kapolsek Purwoharjo AKP Ali Ashari bersama Kanit Babinkaptibmas Aiptu Sunardi menjelaskan bahayanya miras. Untuk menguatkan acara, polisi membawa sejumlah contoh miras. “Kita jelaskan bahaya miras kepada para pelajar,” ujar Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

Semua jenis miras mulai dari tuak, arak, bir, dan lainnya, oleh polisi dibawa sebagai contoh. Bukan hanya itu, sejumlah obat yang masuk dalam kategori dilarang juga dibawa. “Kita bawa ini sebagai contoh, tidak untuk ditiru,” katanya.

Sekitar 300 pelajar, lanjut kapolsek, sangat antusias mendengarkan dan mengikuti paparannya. Bahkan, mereka juga melontarkan beberapa pertanyaan yang cukup kritis. “Antusias mereka sangat besar, mereka penasaran dengan miras tersebut kenapa bahaya,” cetusnya.

Berbagai pertanyaan juga dapat di jelaskan oleh kapolsek. Mira situ berbahaya karena dalam kandungannya terdapat alkohol yang dapat menghilangkan pikiran peminumnya. “Dalam miras itu mengandung metanol dan alcohol, itu bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari sesak napas, setelah itu mual, dan muntah,” terangnya.

Dalam paparan kali ini, pihaknya ingin merangkul para pelajar untuk ikut berperan serta dalam memerangi bahayanya miras. Karena selama ini, banyak dari para pelajar mengonsumsi miras dan obat terlarang lainnya. “Jika tidak merangkul para pelajar, takutnya mereka bisa terjerumus kedalam jalan yang sesat,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan harian sebelumnya, ini bisa menjadi perhatian bagi para orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan pada putranya. Bila tidak, akan seperti tiga kawanan anak baru gede (ABG) yang ditangkap oleh anggota Polsek Purwoharjo, Minggu siang (3/6). Ketiga remaja itu, digaruk polisi karena diduga menggelar pesta minuman keras (miras) jenis anggur merah di dekat lapangan bola voli Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

Dari tiga remaja yang semua pelajar SLTP itu, satu di antaranya perempuan berinisial MK, 14, warga Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Sedang dua temannya berinisial FM, 15, warga Dusun Krajan, Desa Kradenan; dan EM, 14, asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan.

Dari tangan ketiga remaja itu, polisi berhasil mengamankan satu botol miras jenis anggur merah cap orang tua yang tinggal berisi seperempat. “Kita amankan ketiga remaja itu berikut dengan BB (barang bukti),” ujar Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

PURWOHARJO – Tingginya pemakai minuman keras (miras) di kalangan pelajar, membuat petugas kepolisian menjemput bola dengan menggelar sosialisasi di sekolah. Itu seperti yang dilakukan anggota Polsek Purwoharjo, dengan sosialisasi di salah satu sekolah yang ada di daerahnya, kemarin (7/6).

Dalam acara itu, Kapolsek Purwoharjo AKP Ali Ashari bersama Kanit Babinkaptibmas Aiptu Sunardi menjelaskan bahayanya miras. Untuk menguatkan acara, polisi membawa sejumlah contoh miras. “Kita jelaskan bahaya miras kepada para pelajar,” ujar Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

Semua jenis miras mulai dari tuak, arak, bir, dan lainnya, oleh polisi dibawa sebagai contoh. Bukan hanya itu, sejumlah obat yang masuk dalam kategori dilarang juga dibawa. “Kita bawa ini sebagai contoh, tidak untuk ditiru,” katanya.

Sekitar 300 pelajar, lanjut kapolsek, sangat antusias mendengarkan dan mengikuti paparannya. Bahkan, mereka juga melontarkan beberapa pertanyaan yang cukup kritis. “Antusias mereka sangat besar, mereka penasaran dengan miras tersebut kenapa bahaya,” cetusnya.

Berbagai pertanyaan juga dapat di jelaskan oleh kapolsek. Mira situ berbahaya karena dalam kandungannya terdapat alkohol yang dapat menghilangkan pikiran peminumnya. “Dalam miras itu mengandung metanol dan alcohol, itu bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari sesak napas, setelah itu mual, dan muntah,” terangnya.

Dalam paparan kali ini, pihaknya ingin merangkul para pelajar untuk ikut berperan serta dalam memerangi bahayanya miras. Karena selama ini, banyak dari para pelajar mengonsumsi miras dan obat terlarang lainnya. “Jika tidak merangkul para pelajar, takutnya mereka bisa terjerumus kedalam jalan yang sesat,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan harian sebelumnya, ini bisa menjadi perhatian bagi para orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan pada putranya. Bila tidak, akan seperti tiga kawanan anak baru gede (ABG) yang ditangkap oleh anggota Polsek Purwoharjo, Minggu siang (3/6). Ketiga remaja itu, digaruk polisi karena diduga menggelar pesta minuman keras (miras) jenis anggur merah di dekat lapangan bola voli Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

Dari tiga remaja yang semua pelajar SLTP itu, satu di antaranya perempuan berinisial MK, 14, warga Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Sedang dua temannya berinisial FM, 15, warga Dusun Krajan, Desa Kradenan; dan EM, 14, asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan.

Dari tangan ketiga remaja itu, polisi berhasil mengamankan satu botol miras jenis anggur merah cap orang tua yang tinggal berisi seperempat. “Kita amankan ketiga remaja itu berikut dengan BB (barang bukti),” ujar Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/