alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Sembilan Pelukis Kolaborasi di Satu Kanvas

GAMBIRAN – Pameran lukisan dengan memajang aneka lukisan, itu sudah biasa. Bagaimana kalau pameran dan sembilan pelukis berkolaborasi melukis bersama dalam satu kanvas? Kalau ini tampaknya baru, apalagi hasilnya juga luar biasa.

Itulah pameran lukisan yang digagas Kelompok Satu Sama yang digawangi para pelukis di Banyuwangi Selatan. Setelah sukses menggelar pameran lukisan di Studio Lemah Ceket, Dusun Curahkrakal, Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar beberapa waktu lalu, mereka kembali menggelar pameran pada Kamis (31/3/2022) hingga Sabtu (2/4/2022) di Studio Roso, Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

Dalam pameran kali ini, tidak hanya memamerkan hasil lukisan, tapi para juga memamerkan hasil lukisan bersama dalam satu kanvas. “Ada sembilan pelukis mengepresikan pikirannya tentang Mr Khojin,” cetus salah satu anggota Kelompok Satu Sama, Troy Herman, 40.

Mr Khojin yang dimaksud dalam judul lukisan bersama itu, terang dia, Nur Khojin, koordinator Kelompok Satu Sama. Dalam melukis ini, sembilan pelukis menggambarkan sosok pelukis asal Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. “Bagaimana sosok Pak Khojin, itu ditorehkan dalam lukisan bersama ini,” terangnya.

Sembilan pelukis yang ikut menorehkan pikirannya di atas kanvas itu, terang dia, Nur Kojin, Troy Herman, Sarwo Prasijo, Ely Eser, Ben Hendro, Lilok W, Fafan Ariyadi, Yasin, dan Susilowati. “Hasil lukisannya luar biasa, dan lukisan termahal,” ungkapnya seraya menyebut meski pameran lukisan telah berakhir, tapi semua lukisan masih dipajang hingga sebulan.

Troy menyebut, pameran lukisan ini untuk memberikan edukasi terhadap warga soal kesenian, terutama seni lukis. Yang membedakan dengan pameran sebelumnya, dalam pameran kali ini ada pembagian bantuan untuk kaum duafa dan anak yatim. “Hasil pembelian lukisan atau pembayaran sketsa, kita buat untuk santunan,” terangnya.

Dalam pameran lukisan ini, ada workshop melukis yang diikuti dari berbagai kalangan. “Kami ingin menyasar anak SD dan tingkatan yang lebih rendah lagi, kami ingin memberikan edukasi kepada seniman muda,” ungkapnya.(sas/abi)

GAMBIRAN – Pameran lukisan dengan memajang aneka lukisan, itu sudah biasa. Bagaimana kalau pameran dan sembilan pelukis berkolaborasi melukis bersama dalam satu kanvas? Kalau ini tampaknya baru, apalagi hasilnya juga luar biasa.

Itulah pameran lukisan yang digagas Kelompok Satu Sama yang digawangi para pelukis di Banyuwangi Selatan. Setelah sukses menggelar pameran lukisan di Studio Lemah Ceket, Dusun Curahkrakal, Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar beberapa waktu lalu, mereka kembali menggelar pameran pada Kamis (31/3/2022) hingga Sabtu (2/4/2022) di Studio Roso, Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

Dalam pameran kali ini, tidak hanya memamerkan hasil lukisan, tapi para juga memamerkan hasil lukisan bersama dalam satu kanvas. “Ada sembilan pelukis mengepresikan pikirannya tentang Mr Khojin,” cetus salah satu anggota Kelompok Satu Sama, Troy Herman, 40.

Mr Khojin yang dimaksud dalam judul lukisan bersama itu, terang dia, Nur Khojin, koordinator Kelompok Satu Sama. Dalam melukis ini, sembilan pelukis menggambarkan sosok pelukis asal Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. “Bagaimana sosok Pak Khojin, itu ditorehkan dalam lukisan bersama ini,” terangnya.

Sembilan pelukis yang ikut menorehkan pikirannya di atas kanvas itu, terang dia, Nur Kojin, Troy Herman, Sarwo Prasijo, Ely Eser, Ben Hendro, Lilok W, Fafan Ariyadi, Yasin, dan Susilowati. “Hasil lukisannya luar biasa, dan lukisan termahal,” ungkapnya seraya menyebut meski pameran lukisan telah berakhir, tapi semua lukisan masih dipajang hingga sebulan.

Troy menyebut, pameran lukisan ini untuk memberikan edukasi terhadap warga soal kesenian, terutama seni lukis. Yang membedakan dengan pameran sebelumnya, dalam pameran kali ini ada pembagian bantuan untuk kaum duafa dan anak yatim. “Hasil pembelian lukisan atau pembayaran sketsa, kita buat untuk santunan,” terangnya.

Dalam pameran lukisan ini, ada workshop melukis yang diikuti dari berbagai kalangan. “Kami ingin menyasar anak SD dan tingkatan yang lebih rendah lagi, kami ingin memberikan edukasi kepada seniman muda,” ungkapnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/