alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Ratusan Ribu Warga Banyuwangi Terima Bansos Sembako

BANYUWANGI Pemerintah kembali menggelontorkan program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 126 ribu keluarga di kabupaten the Sunrise of Java terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial program sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI.

Bahkan bukan sekadar terdaftar, sebanyak lebih dari 60 ribu KPM di dntaranya telah menerima bansos yang disalurkan langsung melalui Kantor Pos Banyuwangi. Namun, berbeda dengan bantuan sebelumnya, bantuan kali ini tidak berupa paket sembako melainkan diberikan langsung berupa uang tunai.

Kepala Kantor Pos Banyuwangi Trian Nugroho mengatakan, pada penyaluran kali ini, masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu. “Ini untuk jatah 3 bulan, yakni Januari sampai Maret. Jadi per bulan mereka diberikan Rp200 ribu, sehingga totalnya Rp600 ribu. Semoga bermanfaat untuk keseharian,” ujarnya.

Trian menjelaskan, syarat untuk mengambil bantuan langsung tunai ini cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Masyarakat yang menerima adalah mereka yang sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Trian menargetkan penyaluran bantuan mencapai 9 ribu penerima per hari. Apabila ada penerima yang terlambat mengambil bantuan dari jadwal yang sudah ditentukan, maka dapat diambil di kantor pos yang ada di seluruh Banyuwangi. “Penyaluran kami lakukan secara bertahap. Kami punya 25 tim, masing-masing tim ada 4 sampai 5 petugas. Setiap harinya kita targetkan 9 ribu orang penerima. Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya,” kata dia.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPAKB) Henik Setyorini menjelaskan, uang tunai yang diberikan kepada KPM hendaknya dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, telur, lauk pauk, buah-buahan, atau bumbu dapur lainnya. “Masyarakat agar membelanjakan uang tersebut untuk membeli sembako guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tidak diperkenankan untuk beli kebutuhan sekunder atau kebutuhan di luar jenis sembako, seperti rokok atau beli lainnya yang sifatnya konsumtif. Namanya saja program bantuan sembako,” tuturnya.

Untuk pembelian sembako, lanjut dia, penerima bansos bisa belanja di e-warung atau warung terdekat di rumah. “Bisa juga di pasar rakyat terdekat, yang penting bahan sembako dan kebutuhan pangan harian,” pungkasnya. 

BANYUWANGI Pemerintah kembali menggelontorkan program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 126 ribu keluarga di kabupaten the Sunrise of Java terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial program sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI.

Bahkan bukan sekadar terdaftar, sebanyak lebih dari 60 ribu KPM di dntaranya telah menerima bansos yang disalurkan langsung melalui Kantor Pos Banyuwangi. Namun, berbeda dengan bantuan sebelumnya, bantuan kali ini tidak berupa paket sembako melainkan diberikan langsung berupa uang tunai.

Kepala Kantor Pos Banyuwangi Trian Nugroho mengatakan, pada penyaluran kali ini, masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu. “Ini untuk jatah 3 bulan, yakni Januari sampai Maret. Jadi per bulan mereka diberikan Rp200 ribu, sehingga totalnya Rp600 ribu. Semoga bermanfaat untuk keseharian,” ujarnya.

Trian menjelaskan, syarat untuk mengambil bantuan langsung tunai ini cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Masyarakat yang menerima adalah mereka yang sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Trian menargetkan penyaluran bantuan mencapai 9 ribu penerima per hari. Apabila ada penerima yang terlambat mengambil bantuan dari jadwal yang sudah ditentukan, maka dapat diambil di kantor pos yang ada di seluruh Banyuwangi. “Penyaluran kami lakukan secara bertahap. Kami punya 25 tim, masing-masing tim ada 4 sampai 5 petugas. Setiap harinya kita targetkan 9 ribu orang penerima. Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya,” kata dia.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPAKB) Henik Setyorini menjelaskan, uang tunai yang diberikan kepada KPM hendaknya dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, telur, lauk pauk, buah-buahan, atau bumbu dapur lainnya. “Masyarakat agar membelanjakan uang tersebut untuk membeli sembako guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tidak diperkenankan untuk beli kebutuhan sekunder atau kebutuhan di luar jenis sembako, seperti rokok atau beli lainnya yang sifatnya konsumtif. Namanya saja program bantuan sembako,” tuturnya.

Untuk pembelian sembako, lanjut dia, penerima bansos bisa belanja di e-warung atau warung terdekat di rumah. “Bisa juga di pasar rakyat terdekat, yang penting bahan sembako dan kebutuhan pangan harian,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/