alexametrics
31 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Peminat Belalang Jati Berkurang

PURWOHARJO – Para penjual belalang jati di pinggir hutan jati Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, sejak dua bulan terakhir mulai kehilangan pembeli. Cuaca yang sering turun hujan deras, membuat jumlah pembeli menurun.

Salah seorang penjual belalang, Nurul Maulida, 48, warga Dusun Krajan, Desa Karetan, mengatakan saat ini pembeli belalang hidup maupun belalang goreng berkurang drastis. Biasanya, dalam sehari laku 2.000 ekor belalang hidup, dan 300 bungkus belalang goreng. “Saat ini penjualannya sangat sepi,” ujarnya.

Nurul mengaku kalau saat ini dalams ehari hanya dapat menjual  300 ekor belalang hidup. Untuk belalang goring, hanya terjual 50 bungkus dalam sehari. Penjualan yang menurun itu, mempengaruhi pendapatannya. “Biasanya sehari dapat untung Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, sekarang hanya sekitar Rp 50 ribu saja,” terangnya.

Baca Juga :  Keluarga Yakin Agus Masih Hidup

Gara-gara pembeli yang berkurang banyak ini, masih kata dia, banyak pedagang belalang yang berhenti jualan. Beberapa faktor yang mempengaruhi penjualan belalang itu, cuaca ekstrem, dampak Covid-19, dan a banyak orang yang bosan makan belalang. Untuk mencari pembeli, sekarang banyak pedagang belalang memasarkan secara online. “Lumayan banyak yang pesan kalua dijual di online,” cetusnya.

Nurul menyebut karena pembeli berkurang, maka harga belalang juga turun. Satu ikat belalang berisi 200 ekor, kini dijual Rp 30 ribu. Sebelumnya, belalang sebanyak 100 ekor dijual Rp 20 ribu. Untuk belalang goreng harganya tetap Rp 5.000 per bungkus, tapi isinya sedikit ditambah. “Untuk menarik pelanggan, saya turunkan harganya,” pungkasnya. (kri/abi)

Baca Juga :  Asyik Berlatih Musik, Sayangnya Abaikan Prokes

PURWOHARJO – Para penjual belalang jati di pinggir hutan jati Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, sejak dua bulan terakhir mulai kehilangan pembeli. Cuaca yang sering turun hujan deras, membuat jumlah pembeli menurun.

Salah seorang penjual belalang, Nurul Maulida, 48, warga Dusun Krajan, Desa Karetan, mengatakan saat ini pembeli belalang hidup maupun belalang goreng berkurang drastis. Biasanya, dalam sehari laku 2.000 ekor belalang hidup, dan 300 bungkus belalang goreng. “Saat ini penjualannya sangat sepi,” ujarnya.

Nurul mengaku kalau saat ini dalams ehari hanya dapat menjual  300 ekor belalang hidup. Untuk belalang goring, hanya terjual 50 bungkus dalam sehari. Penjualan yang menurun itu, mempengaruhi pendapatannya. “Biasanya sehari dapat untung Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, sekarang hanya sekitar Rp 50 ribu saja,” terangnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Penyaluran Rastra di Bagorejo

Gara-gara pembeli yang berkurang banyak ini, masih kata dia, banyak pedagang belalang yang berhenti jualan. Beberapa faktor yang mempengaruhi penjualan belalang itu, cuaca ekstrem, dampak Covid-19, dan a banyak orang yang bosan makan belalang. Untuk mencari pembeli, sekarang banyak pedagang belalang memasarkan secara online. “Lumayan banyak yang pesan kalua dijual di online,” cetusnya.

Nurul menyebut karena pembeli berkurang, maka harga belalang juga turun. Satu ikat belalang berisi 200 ekor, kini dijual Rp 30 ribu. Sebelumnya, belalang sebanyak 100 ekor dijual Rp 20 ribu. Untuk belalang goreng harganya tetap Rp 5.000 per bungkus, tapi isinya sedikit ditambah. “Untuk menarik pelanggan, saya turunkan harganya,” pungkasnya. (kri/abi)

Baca Juga :  Polisi Imbau Pedagang Motor Bekas Tidak Terima Barang Curian

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/