alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Penjual Bunga Nyekar Laris Manis

GENTENG – Setiap Kamis sore, penjual bunga di Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ramai diserbu warga yang akan nyekar ke makam. Biasanya, paling ramai itu saat malam Jumat Kliwon atau Jumat Legi.

Pada penjual bunga itu, sebenarnya hampir tiap hari jualan bunga. Hanya saja, pelanggan tidak banyak yang datang. Untuk penjual, hanya ada dua orang saja. Tapi kalau Kamis sore penjual bunga bisa mencapai delapan orang. “Saya berjualan setiap Kamis saja,” ucap salah satu penjual bunga, Marwati, 63.

Bila hari biasa, Maryati jualan bunga di dekar rumahnya di dekat Pasar Balokan, Dusun Sumberjati, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Tapi kalau Kamis, jualannya pindah ke Genteng mulai pukul 13.00 hingga pukul 17.00. “Saya jualan bunga sejak 15 tahun lalu,” terangnya.

Baca Juga :  Kapolsek Tegaldlimo Mendadak Diganti

Maryati mengaku selama ini jualan bunga lima jenis, yakni bunga kertas, bunga kantil, bunga kenongo, bunga sedap malam, dan bunga mawar. Bunga itu didapatkan dengan membeli di tetangganya. “Tetangga biasanya punya satu jenis tanaman bunga,” terang Maryati.

Maryati tidak mematok harga saat menjual bunga, tergantung pembeli mau membeli berapa ribu. Tapi biasanya, dari rumah bunga sudah dibungkus menggunakan daun pisang dengan harga Rp 2.500 perbungkusnya. “Untuk mengantisipasi kalau ramai pembeli,” terangnya.

Para pembeli bunga itu, sebagian besar pelanggan setia. Setiap Kamis, pelanggannya datang untuk membeli beberapa bungkus bunga. “Saya setiap Kamis beli bunga untuk dibawa nhyekar ke kuburan simbah,” terang Rizky 22, asal Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.(mg5/abi)

Baca Juga :  Puluhan Rumah dan Lapak Rusak

GENTENG – Setiap Kamis sore, penjual bunga di Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ramai diserbu warga yang akan nyekar ke makam. Biasanya, paling ramai itu saat malam Jumat Kliwon atau Jumat Legi.

Pada penjual bunga itu, sebenarnya hampir tiap hari jualan bunga. Hanya saja, pelanggan tidak banyak yang datang. Untuk penjual, hanya ada dua orang saja. Tapi kalau Kamis sore penjual bunga bisa mencapai delapan orang. “Saya berjualan setiap Kamis saja,” ucap salah satu penjual bunga, Marwati, 63.

Bila hari biasa, Maryati jualan bunga di dekar rumahnya di dekat Pasar Balokan, Dusun Sumberjati, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Tapi kalau Kamis, jualannya pindah ke Genteng mulai pukul 13.00 hingga pukul 17.00. “Saya jualan bunga sejak 15 tahun lalu,” terangnya.

Baca Juga :  Atur Lalin Untuk Anak Sekolah

Maryati mengaku selama ini jualan bunga lima jenis, yakni bunga kertas, bunga kantil, bunga kenongo, bunga sedap malam, dan bunga mawar. Bunga itu didapatkan dengan membeli di tetangganya. “Tetangga biasanya punya satu jenis tanaman bunga,” terang Maryati.

Maryati tidak mematok harga saat menjual bunga, tergantung pembeli mau membeli berapa ribu. Tapi biasanya, dari rumah bunga sudah dibungkus menggunakan daun pisang dengan harga Rp 2.500 perbungkusnya. “Untuk mengantisipasi kalau ramai pembeli,” terangnya.

Para pembeli bunga itu, sebagian besar pelanggan setia. Setiap Kamis, pelanggannya datang untuk membeli beberapa bungkus bunga. “Saya setiap Kamis beli bunga untuk dibawa nhyekar ke kuburan simbah,” terang Rizky 22, asal Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.(mg5/abi)

Baca Juga :  Kapolsek Tegaldlimo Mendadak Diganti

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/