alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Jalan Penyebab Turis Terjungkal Diperbaiki

GAMBIRAN – Jalan berlubang di Jalan Juanda Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran yang sempat membuat turis asing asal Kanada, Kyle Avies Crawford, 27, terjungkal pada Selasa sore (30/1), akhirnya diperbaiki dengan cara ditambal, kemarin (7/2). Upaya perbaikan itu sempat molor karena cuaca yang sering hujan.

Perbaikan jalan yang berlubang, bukan hanya di sekitar lokasi kecelakaan wisatawan asing itu saja. Tapi, juga di sejumlah jalan yang berlubang. “Jalan berlubang di Purwodadi sudah kita tambal,” cetus Kepala UPTD Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Kecamatan Genteng, Suyatno.

Selama memperbaiki jalan yang berlubang itu, terang dia, harus berkejaran dengan cuaca hujan yang sering datang secara tiba-tiba. Padahal, pihaknya berusaha mempercepat pengerjaan jalan yang membahayakan banyak orang tersebut. “Lubangnya banyak, belum lagi kalau hujan,” dalihnya.

Baca Juga :  Imbau Pemilik Bengkel Hati-hati Gunakan Las Listrik

Meski tambalan aspal ini cukup kuat, terang dia, tapi jika dikerjakan saat gerimis hasilnya akan sia-sia. Untuk itu, mereka memilih meng­hentikan kegiatan saat hujan mulai turun. “Kalau dikerjakan saat hu­jan bisa cepat mengelupas,” terangnya.

Karena sering berhenti akibat turun hujan, terang dia, membuat pengerjaan menjadi lama, terlebih di jalan Desa Purwodadi, Keca­matan Gambiran itu lubang yang akan ditambal jumlahnya men­capai puluhan. Setelah me­nye­lesaikan penambalan di lokasi ini, rencananya penam­balan akan dilakukan di jalan sekitar Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. “Ini kalau sudah beres, kita lanjutkan di jalan Maron, banyak juga lubangnya,” terangnya. (*)

GAMBIRAN – Jalan berlubang di Jalan Juanda Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran yang sempat membuat turis asing asal Kanada, Kyle Avies Crawford, 27, terjungkal pada Selasa sore (30/1), akhirnya diperbaiki dengan cara ditambal, kemarin (7/2). Upaya perbaikan itu sempat molor karena cuaca yang sering hujan.

Perbaikan jalan yang berlubang, bukan hanya di sekitar lokasi kecelakaan wisatawan asing itu saja. Tapi, juga di sejumlah jalan yang berlubang. “Jalan berlubang di Purwodadi sudah kita tambal,” cetus Kepala UPTD Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Kecamatan Genteng, Suyatno.

Selama memperbaiki jalan yang berlubang itu, terang dia, harus berkejaran dengan cuaca hujan yang sering datang secara tiba-tiba. Padahal, pihaknya berusaha mempercepat pengerjaan jalan yang membahayakan banyak orang tersebut. “Lubangnya banyak, belum lagi kalau hujan,” dalihnya.

Baca Juga :  Jalan Diponegoro Langganan Banjir

Meski tambalan aspal ini cukup kuat, terang dia, tapi jika dikerjakan saat gerimis hasilnya akan sia-sia. Untuk itu, mereka memilih meng­hentikan kegiatan saat hujan mulai turun. “Kalau dikerjakan saat hu­jan bisa cepat mengelupas,” terangnya.

Karena sering berhenti akibat turun hujan, terang dia, membuat pengerjaan menjadi lama, terlebih di jalan Desa Purwodadi, Keca­matan Gambiran itu lubang yang akan ditambal jumlahnya men­capai puluhan. Setelah me­nye­lesaikan penambalan di lokasi ini, rencananya penam­balan akan dilakukan di jalan sekitar Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. “Ini kalau sudah beres, kita lanjutkan di jalan Maron, banyak juga lubangnya,” terangnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/