alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Berburu Cacing Sutera di Sungai Yosomulyo

JawaPos.com – Sungai yang mengalir di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran ternyata memiliki potensi ekonomi bagi warga yang jeli. Setidaknya, itu yang dimanfaatkan Ahmad Salim, 35, warga dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Hampir setiap hari, ia memanfaatkan waktu luangnya berburu cacing sutera di aliran sungai tersebut. Alat yang digunakan cukup sederhana, yakni sejenis saringan dari kain dan jeriken untuk tempat hasil tangkapan. Dalam sehari, bisa mendapatkan satu hingga tiga wadah. “Untuk sendiri, kadang dijual. Bisa dibuat pakan lele,” katanya.

Permintaan cacing ini cukup tinggi. Semua pembudidaya ikan, dipastikan memerlukan cacing untuk pakan ikan yang baru menetas. Mengenai harga, ternyata juga cukup lumayan, yakni  mulai Rp 45 ribu per wadah. “Kalau dijual lumayan juga,” jelasnya.

Baca Juga :  Berdalih Sapi yang Dibawa Pedagang tidak Terdeteksi PMK

Salim mengaku belum bisa cara membudidaya cacing sutera ini. Jika itu bisa dilakukan, akan memudahkan pencarian cacaing dan tidak perlu berburu di alam. “Harus dicari cara pembudidayaannya, belum bisa dikembangkan,” terangnya.

Selain di sungai Desa Yosomulyo, lokasi favorit berburu hewan kecil ini di daerah Jambewangi, Kecamatan Sempu. Habitat cacing seperti ini, berpindah menyesuaikan kondisi air yang ada. “Di depan Bulog Genteng sekarang tidak ada, tapi ada di Jambewangi,” terangnya.(sli/abi)

JawaPos.com – Sungai yang mengalir di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran ternyata memiliki potensi ekonomi bagi warga yang jeli. Setidaknya, itu yang dimanfaatkan Ahmad Salim, 35, warga dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Hampir setiap hari, ia memanfaatkan waktu luangnya berburu cacing sutera di aliran sungai tersebut. Alat yang digunakan cukup sederhana, yakni sejenis saringan dari kain dan jeriken untuk tempat hasil tangkapan. Dalam sehari, bisa mendapatkan satu hingga tiga wadah. “Untuk sendiri, kadang dijual. Bisa dibuat pakan lele,” katanya.

Permintaan cacing ini cukup tinggi. Semua pembudidaya ikan, dipastikan memerlukan cacing untuk pakan ikan yang baru menetas. Mengenai harga, ternyata juga cukup lumayan, yakni  mulai Rp 45 ribu per wadah. “Kalau dijual lumayan juga,” jelasnya.

Baca Juga :  Berdalih Sapi yang Dibawa Pedagang tidak Terdeteksi PMK

Salim mengaku belum bisa cara membudidaya cacing sutera ini. Jika itu bisa dilakukan, akan memudahkan pencarian cacaing dan tidak perlu berburu di alam. “Harus dicari cara pembudidayaannya, belum bisa dikembangkan,” terangnya.

Selain di sungai Desa Yosomulyo, lokasi favorit berburu hewan kecil ini di daerah Jambewangi, Kecamatan Sempu. Habitat cacing seperti ini, berpindah menyesuaikan kondisi air yang ada. “Di depan Bulog Genteng sekarang tidak ada, tapi ada di Jambewangi,” terangnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/