alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Baru Kenal, Cewek SMP Digoyang di Rumah Kosong

JawaPos.com – Kelakuan Riki Wandana, 18, warga Dusun Kalirejo, RT 2, RW 8, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, ini benar-benar sudah keterlaluan. Ia tega memperkosa PI, 14, salah satu kenalannya di rumah kosong yang ada di kampungnya.

Sebelum dicabuli, korban yang tinggal di Desa/Kecamatan Gambiran itu oleh pelaku diajak minum minuman keras (miras) hingga teler. Kasus ini terungkap setelah orang tua korban curiga dengan luka dibibir putrinya itu, kemarin (7/1).

Salah satu saksi Muhammad Aditya Maulana, 18, asal Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, mengatakan perbuatan tidak patut itu bermula pada Selasa (29/12), sekitar pukul 09.00, ia bersama pelaku menjemput korban di rumahnya. Cewek itu, diajak ke RTH Pahlawan di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Setelah bermain di RTH Benculuk, korban diajak ke rumah teman yang ada di Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. “Di rumah teman ini, kami menggelar pesta miras hingga menjelang malam,” ujarnya.

Saat tiba di rumah teman di Dusun Cempokosari, Desa Sarimulya itu, jelas dia, sudah ada lima teman pelaku yang menggelar pesta miras. Selanjutnya, ia bersama pelaku dan korban bergabung dan menghabiskan dua botol miras jenis arak. “Setelah araknya habis, pelaku membawa korban pergi,” terangnya.

Baca Juga :  Paman Hamili Keponakan Dituntut 20 Tahun

Korban yang sudah agak mabuk itu, terang dia, oleh pelaku dibawa ke salah satu rumah kosong yang tidak jauh dari rumah tempat pesta miras. Di rumah itu, biasa dibuat tempat tongkrongan sambil pesta miras. “Rumah itu kosong,” jelasnya.

Di rumah yang kosong itu, pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan. Awalnya, korban menolak. Tapi karena terus dirayu, akhirnya pasrah. “Di rumah kosong itu sudah ada sarung untuk alas yang biasa digunakan untuk pesta miras dan tidur-tiduran,” jelasnya.

Usai melakukan hubungan badan, pelaku dan korban tidur di rumah kosong itu sampai pagi. Aditya mengaku juga ikut bermalam di rumah yang tidak berpenghuni itu. Baru pada esuk paginya, sekitar pukul 08.00, korban diantar pulang ke rumahnya.

Baca Juga :  Buruh Deres Setubuhi ABG di Pinggir Sungai

Setiba di rumah itu, ibu korban curiga dengan luka yang ada di di bibir putrinya itu. Saat ditanya penyebab lukanya, korban mengaku semuanya. Ia baru dipaksa minum miras dan berhubungan badan dengan pelaku. “Ibu korban langsung lapor ke polsek,” cetus Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias.

Dari laporan itu, anggota langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh bukti. Setelah buti dianggap sudah cukup, saksi dan pelaku dibawa ke polsek. “Mereka itu sudah kenal, dan katanya pacaran,” katanya.

Kapolsek menyebut sehari-hari pelaku ini bekerja sebagai buruh harian lepas, sedang korban masih duduk dibangku SMP. Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku diancam hukuman paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” ungkapnya.(kri/abi)

JawaPos.com – Kelakuan Riki Wandana, 18, warga Dusun Kalirejo, RT 2, RW 8, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, ini benar-benar sudah keterlaluan. Ia tega memperkosa PI, 14, salah satu kenalannya di rumah kosong yang ada di kampungnya.

Sebelum dicabuli, korban yang tinggal di Desa/Kecamatan Gambiran itu oleh pelaku diajak minum minuman keras (miras) hingga teler. Kasus ini terungkap setelah orang tua korban curiga dengan luka dibibir putrinya itu, kemarin (7/1).

Salah satu saksi Muhammad Aditya Maulana, 18, asal Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, mengatakan perbuatan tidak patut itu bermula pada Selasa (29/12), sekitar pukul 09.00, ia bersama pelaku menjemput korban di rumahnya. Cewek itu, diajak ke RTH Pahlawan di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Setelah bermain di RTH Benculuk, korban diajak ke rumah teman yang ada di Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. “Di rumah teman ini, kami menggelar pesta miras hingga menjelang malam,” ujarnya.

Saat tiba di rumah teman di Dusun Cempokosari, Desa Sarimulya itu, jelas dia, sudah ada lima teman pelaku yang menggelar pesta miras. Selanjutnya, ia bersama pelaku dan korban bergabung dan menghabiskan dua botol miras jenis arak. “Setelah araknya habis, pelaku membawa korban pergi,” terangnya.

Baca Juga :  Disana Mencekam!!! Jangan ke Lokasi Tambang Liar

Korban yang sudah agak mabuk itu, terang dia, oleh pelaku dibawa ke salah satu rumah kosong yang tidak jauh dari rumah tempat pesta miras. Di rumah itu, biasa dibuat tempat tongkrongan sambil pesta miras. “Rumah itu kosong,” jelasnya.

Di rumah yang kosong itu, pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan. Awalnya, korban menolak. Tapi karena terus dirayu, akhirnya pasrah. “Di rumah kosong itu sudah ada sarung untuk alas yang biasa digunakan untuk pesta miras dan tidur-tiduran,” jelasnya.

Usai melakukan hubungan badan, pelaku dan korban tidur di rumah kosong itu sampai pagi. Aditya mengaku juga ikut bermalam di rumah yang tidak berpenghuni itu. Baru pada esuk paginya, sekitar pukul 08.00, korban diantar pulang ke rumahnya.

Baca Juga :  Khofifah Berkunjung ke JP Radar Genteng

Setiba di rumah itu, ibu korban curiga dengan luka yang ada di di bibir putrinya itu. Saat ditanya penyebab lukanya, korban mengaku semuanya. Ia baru dipaksa minum miras dan berhubungan badan dengan pelaku. “Ibu korban langsung lapor ke polsek,” cetus Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias.

Dari laporan itu, anggota langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh bukti. Setelah buti dianggap sudah cukup, saksi dan pelaku dibawa ke polsek. “Mereka itu sudah kenal, dan katanya pacaran,” katanya.

Kapolsek menyebut sehari-hari pelaku ini bekerja sebagai buruh harian lepas, sedang korban masih duduk dibangku SMP. Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku diancam hukuman paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” ungkapnya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Baznas Bantu Khitan Anak

Suksesi Politik Tanpa Intrik

Tegaskan Kerukunan Berbangsa

Artikel Terbaru

/