alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Cuaca Ekstrem, Nelayan Pancer Lempar Jangkar

PESANGGARAN – Cuaca di Laut Selatan lagi tidak bersahabat. Para nelayan yang tinggal di sekitar Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sejak Sabtu dan Minggu (4-5/12) banyak yang melempar jangkar.

Ratusan perahu dan kapal penangkap ikan, disandarkan di Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IP3) Pancer, sambil menunggu cuaca membaik. “Hujan sering turun dan angina kencang,” terang Koordinator IP3 Pancer, Heru Prasetyo.

Menurut Heru, saat ini nelayan yang masih melaut diperkirakan hanya 30 persen saja. Nelayan yang nekat bekerja itu, mencari ikan yang banyak di daerah pinggiran laut, seperti kerapu dan kakap. “Kalau turun hujan, juga kembali,” katanya.

Untuk para nelayan pencari ikan tuna, cakalang, tongkol, dan marlin yang harus sampai di tengah laut, mereka memilih lempar jangkar. “Banyak yang tidak melaut, cuacanya sedang kurang bagus,” terangnya.

Heru menyebut saat ini musim angin kencang. Malahan, dua hari cuaca sedang memburuk hingga banyak nelayan tidak berani melaut. “Dua hari ini anginnya snagat kencang sekali,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan  Geofisika (BMKG), kecepatan angin yang bergerak berada di kisaran 21 hingga 27 knot atau 50 kilometer per jam. “Kalau normal, kecepatan angin di angka belasan knot atau maksimal di angka 30 kilometer per jam,” ungkapnya.

Salah satu nelayan Pancer, Budi mengaku saat kondisi angin kencang memilih istirahat hingga cuaca membaik. Menurutnya, mencari ikan saat cuaca buruk juga tidak optimal karena secara teknis lebih sulit. “Kalau perahunya terlalu goyang, ya tidak santai,” terangnya.(abi)

PESANGGARAN – Cuaca di Laut Selatan lagi tidak bersahabat. Para nelayan yang tinggal di sekitar Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sejak Sabtu dan Minggu (4-5/12) banyak yang melempar jangkar.

Ratusan perahu dan kapal penangkap ikan, disandarkan di Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IP3) Pancer, sambil menunggu cuaca membaik. “Hujan sering turun dan angina kencang,” terang Koordinator IP3 Pancer, Heru Prasetyo.

Menurut Heru, saat ini nelayan yang masih melaut diperkirakan hanya 30 persen saja. Nelayan yang nekat bekerja itu, mencari ikan yang banyak di daerah pinggiran laut, seperti kerapu dan kakap. “Kalau turun hujan, juga kembali,” katanya.

Untuk para nelayan pencari ikan tuna, cakalang, tongkol, dan marlin yang harus sampai di tengah laut, mereka memilih lempar jangkar. “Banyak yang tidak melaut, cuacanya sedang kurang bagus,” terangnya.

Heru menyebut saat ini musim angin kencang. Malahan, dua hari cuaca sedang memburuk hingga banyak nelayan tidak berani melaut. “Dua hari ini anginnya snagat kencang sekali,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan  Geofisika (BMKG), kecepatan angin yang bergerak berada di kisaran 21 hingga 27 knot atau 50 kilometer per jam. “Kalau normal, kecepatan angin di angka belasan knot atau maksimal di angka 30 kilometer per jam,” ungkapnya.

Salah satu nelayan Pancer, Budi mengaku saat kondisi angin kencang memilih istirahat hingga cuaca membaik. Menurutnya, mencari ikan saat cuaca buruk juga tidak optimal karena secara teknis lebih sulit. “Kalau perahunya terlalu goyang, ya tidak santai,” terangnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/