alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Anggota TNI AU Tinggalkan Sarongan

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Sejumlah personel TNI AU dari Pangkalan Udara Abdurahman Saleh Malang dan Mabes TNI AU yang sempat datang ke Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, akhirnya ditarik, kemarin (5/11). Dari  puluhan orang, kini tersisa lima personel yang bertugas di Pos TNI AU Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. “Mereka sudah pulang,” terang Kepala Desa Sarongan, Gunoto.

Menurut Gunoto, sebagian besar warga yang tinggal di lokasi pengecekan koordinat, masih belum  benar-benar lega. Mereka berharap, tidak ada lagi personel yang datang, apalagi untuk pengukuran dan kegiatan sejenis yang menimbulkan keresahan. “Saya ini menjiplak suara mereka, intinya jangan diulangi lagi ukur-ukur itu,” katanya.

Gunoto menyebut saat ini warga sudah kondusif. Tapi, warga sepertinya lebih sensitif bila ada kegiatan TNI AU di Desa Sarongan. “Sekarang tenang, tapi orang-orang peka, lha sudah dipancing begitu,” ungkapnya.

Gunoto mengaku sempat memberi pengertian kepada warga yang hendak melakukan pemblokiran kegiatan pengukuran. Saat itu, ia menegaskan kegiatan itu bukan untuk pengukuran. “Saya bilang kepada mereka, TNI AU cuma cek,” jelasnya.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi menyebut kondisi di lapangan pasca adanya puluhan warga yang mendatangi Pos TNI AU itu sudah kondusif. “Situasi aman terkendali,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran mendatangi Pos Detasemen TNI AU Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, pada Kamis pagi (4/11). Mereka menanyakan kabar, TNI AU akan melakukan pematokan lahan yang kini ditempati.

Warga percaya dengan informasi yang belum jelas kepastiannya itu, setelah sejumlah personil TNI AU dari Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, datang ke desanya. “Warga datang ke Pos Detasemen TNI AU,” cetus Kepala Desa Sarongan, Gunoto pada Kamis (4/11).

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Sejumlah personel TNI AU dari Pangkalan Udara Abdurahman Saleh Malang dan Mabes TNI AU yang sempat datang ke Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, akhirnya ditarik, kemarin (5/11). Dari  puluhan orang, kini tersisa lima personel yang bertugas di Pos TNI AU Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. “Mereka sudah pulang,” terang Kepala Desa Sarongan, Gunoto.

Menurut Gunoto, sebagian besar warga yang tinggal di lokasi pengecekan koordinat, masih belum  benar-benar lega. Mereka berharap, tidak ada lagi personel yang datang, apalagi untuk pengukuran dan kegiatan sejenis yang menimbulkan keresahan. “Saya ini menjiplak suara mereka, intinya jangan diulangi lagi ukur-ukur itu,” katanya.

Gunoto menyebut saat ini warga sudah kondusif. Tapi, warga sepertinya lebih sensitif bila ada kegiatan TNI AU di Desa Sarongan. “Sekarang tenang, tapi orang-orang peka, lha sudah dipancing begitu,” ungkapnya.

Gunoto mengaku sempat memberi pengertian kepada warga yang hendak melakukan pemblokiran kegiatan pengukuran. Saat itu, ia menegaskan kegiatan itu bukan untuk pengukuran. “Saya bilang kepada mereka, TNI AU cuma cek,” jelasnya.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi menyebut kondisi di lapangan pasca adanya puluhan warga yang mendatangi Pos TNI AU itu sudah kondusif. “Situasi aman terkendali,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran mendatangi Pos Detasemen TNI AU Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, pada Kamis pagi (4/11). Mereka menanyakan kabar, TNI AU akan melakukan pematokan lahan yang kini ditempati.

Warga percaya dengan informasi yang belum jelas kepastiannya itu, setelah sejumlah personil TNI AU dari Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, datang ke desanya. “Warga datang ke Pos Detasemen TNI AU,” cetus Kepala Desa Sarongan, Gunoto pada Kamis (4/11).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/