alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Jembatan Irigasi Ikonik Perlu Sentuhan

GENTENG – Jembatan dan saluran irigasi yang berada di perbatasan Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng dengan Desa Karangsari, Kecamatan Sempu ini cukup ikonik. Bangunan peninggalan Belanda itu, memiliki nilai sejarah dan daya tarik tinggi.

Meski lokasinya cukup tersembunyi, tapi cukup mudah dijangkau dari jalan raya Desa Genteng Wetan. Berbeda dengan jembatan dan saluran air lain yang biasanya tertutup, di tempat ini terbuka dan lokasinya di persawahan berbukit. Oleh warga, sungai ini setiap harinya juga dimanfaatkan untuk mandi. “Memang bagus, memiliki potensi wisata yang tinggi,” cetus Kepala Desa Genteng Wetan, H. Sukri.

Menurut Sukri, pemerintah desa tidak memiliki dana untuk memoles potensi wisata yang ada di desanya itu. Sehingga, untuk sementara dibiarkan. “Pada tahun 2020 lalu ada investor yang mau menggarap, tapi ada Korona tidak jadi,” cetusnya.

Baca Juga :  Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Ngotot Jualan

Sukri berharap setelah pandemi ini berakhir, ada pihak lain yang bisa diajak untuk menggarap potensi wisata yang ada di desanya itu. “Akan kita bahas secara serius setelah masalah Covid-19 selesai,” katanya.(sli/abi)

GENTENG – Jembatan dan saluran irigasi yang berada di perbatasan Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng dengan Desa Karangsari, Kecamatan Sempu ini cukup ikonik. Bangunan peninggalan Belanda itu, memiliki nilai sejarah dan daya tarik tinggi.

Meski lokasinya cukup tersembunyi, tapi cukup mudah dijangkau dari jalan raya Desa Genteng Wetan. Berbeda dengan jembatan dan saluran air lain yang biasanya tertutup, di tempat ini terbuka dan lokasinya di persawahan berbukit. Oleh warga, sungai ini setiap harinya juga dimanfaatkan untuk mandi. “Memang bagus, memiliki potensi wisata yang tinggi,” cetus Kepala Desa Genteng Wetan, H. Sukri.

Menurut Sukri, pemerintah desa tidak memiliki dana untuk memoles potensi wisata yang ada di desanya itu. Sehingga, untuk sementara dibiarkan. “Pada tahun 2020 lalu ada investor yang mau menggarap, tapi ada Korona tidak jadi,” cetusnya.

Baca Juga :  Sterilisasi Gereja Pakai Alat Lengkap

Sukri berharap setelah pandemi ini berakhir, ada pihak lain yang bisa diajak untuk menggarap potensi wisata yang ada di desanya itu. “Akan kita bahas secara serius setelah masalah Covid-19 selesai,” katanya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/