alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Polisi Amankan 11 Motor Protolan

GENTENG – Sebanyak 11 motor protolan dan kenalpot brong berhasil dirazia oleh jajaran Polsek Genteng, Banyuwangi, Selasa (4/1). Belasan motor yang kini diamankan di mapolsek itu, terjaring operasi dalam menyambut perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) mulai Jumat (24/12) hingga Minggu (2/1).

Dalam operasi itu, polisi memantau wilayah sambil memeriksa kelengkapan surat kendaraan. Selain itu, juga untuk menghindari kerumunan menjelang dan saat malam tahun baru. “Kami tidak ingin di masa pendemi ada kerumunan anak muda dengan motor protolan,” terang Kanitlantas Genteng, Iptu Nanang Wardana.

Dalam operasi itu, Kanitlantas menyebut berhasil mengamankan 11 motor protolan dan modifikasi yang sebagian besar menggunakan knalpot brong. Dari hasil pemeriksaan, semua motor dokumennya lengkap. “Pemilik bisa mengambil motor di polsek, dengan syarat membawa onderdil standar,” katanya.

Baca Juga :  Kapolresta Cek Perlengkapan Bhabinkamtibmas

Hanya saja, masih kata Kanitlantas, sebelum mengambil motor pemilik harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. “Karena melanggar, motor itu kita beri surat tilang (bukti pelanggaran),” ujarnya.

Untuk menghindari maraknya pemakaian knalpot brong, Kanitlantas menyampaikan juga sosialisasi ke sejumlah toko knalpot dan bengkel. Mereka diminta tidak melayani pembelian dan penggantian onderdil yang tidak standar. “Kita minta penjual onderdil motor dan bengkel tidak melayani pemasangan onderdil tidak standar,” cetusnya.

Menurut Kanitlantas, knalpot brong atau onderdil yang tidak standar, dilarang dipakai di jalan umum dan itu bentuk pelanggaran. “Kalau pakai onderdil tidak standar ya di sirkuis atau arena balapan,” katanya.(mg5/abi)

Baca Juga :  Perkembangan Siswa API Kian Membaik, Kapolresta Bantu Probiotik

GENTENG – Sebanyak 11 motor protolan dan kenalpot brong berhasil dirazia oleh jajaran Polsek Genteng, Banyuwangi, Selasa (4/1). Belasan motor yang kini diamankan di mapolsek itu, terjaring operasi dalam menyambut perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) mulai Jumat (24/12) hingga Minggu (2/1).

Dalam operasi itu, polisi memantau wilayah sambil memeriksa kelengkapan surat kendaraan. Selain itu, juga untuk menghindari kerumunan menjelang dan saat malam tahun baru. “Kami tidak ingin di masa pendemi ada kerumunan anak muda dengan motor protolan,” terang Kanitlantas Genteng, Iptu Nanang Wardana.

Dalam operasi itu, Kanitlantas menyebut berhasil mengamankan 11 motor protolan dan modifikasi yang sebagian besar menggunakan knalpot brong. Dari hasil pemeriksaan, semua motor dokumennya lengkap. “Pemilik bisa mengambil motor di polsek, dengan syarat membawa onderdil standar,” katanya.

Baca Juga :  Jalan Kedungrejo Berlubang, Saat Hujan Tergenang Air

Hanya saja, masih kata Kanitlantas, sebelum mengambil motor pemilik harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. “Karena melanggar, motor itu kita beri surat tilang (bukti pelanggaran),” ujarnya.

Untuk menghindari maraknya pemakaian knalpot brong, Kanitlantas menyampaikan juga sosialisasi ke sejumlah toko knalpot dan bengkel. Mereka diminta tidak melayani pembelian dan penggantian onderdil yang tidak standar. “Kita minta penjual onderdil motor dan bengkel tidak melayani pemasangan onderdil tidak standar,” cetusnya.

Menurut Kanitlantas, knalpot brong atau onderdil yang tidak standar, dilarang dipakai di jalan umum dan itu bentuk pelanggaran. “Kalau pakai onderdil tidak standar ya di sirkuis atau arena balapan,” katanya.(mg5/abi)

Baca Juga :  Gunakan Identitas Orang Lain, Cek In, Tewas Di Hotel

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/