alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Identitas Mayat Tanpa Busana Masih Gelap

TEGALSARI – Polisi harus bekerja keras untuk mengungkap mayat perempuan tanpa busana yang ditemukan warga di Dam Karangdoro, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, pada Minggu (2/1). Hingga kemarin (4/1), identitas mayat itu masih belum diketahui.

Upaya polisi untuk mengungkap identitas mayat perempuan yang sudah membusuk itu, ternyata belum membuahkan hasil. “Ada informasi yang kehilangan anggota keluarga,” terang Kanitreskrim Polsek Tegalsari, Ipda Gatot Kukuh Suryawan.

Warga yang kehilangan anggota keluarga itu, terang dia, Kadir, 59, dari Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Dalam keterangannya, anggota keluarganya yang juga perempuan hilang sejak Minggu sore (2/1). “Kita datangi rumahnya,” terangnya.

Hanya saja, jelas dia, mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di Dam Karangdoro itu bukan anggota keluarganya, karena waktu penemuan mayat dan menghilangnya anggota keluarga Kadir itu hamper bersamaan. “Yang hilang itu namanya Sanakiyah berumur 36 tahun, pergi dari rumah Minggu sekitar pukul 16.00, mayat ditemukan pukul 15.00,” ungkapnya.

Selain itu, terang Lanitreskrim, Sanakiyah memiliki gingsul pada giginya. Sedangkan mayat yang sedang proses otopsi di RSUD Blambangan itu tidak memiliki gingsul. “Mayat Mrs. X tidak punya gingsul,” cetusnya.

Baca Juga :  Mayat yang Ditemukan di Kaligesing Ternyata Warga Karangdoro

Kanitreskrim mengaku masih mendalami kasus penemuat mayat tanpa identitas itu sambil menunggu hasil otopsi dari RSUD Blambangan. “Warga yang kehilangan anggota keluarga, mohon lapor ke polsek,” katanya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, mayat berkelamin perempuan tanpa identitas, ditemukan warga tengkurap di atas bebatuan pinggir Sungai Kalibaru, tepatnya di Dam Karangdoro, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu sore (2/1).

Mayat yang ditemukan tanpa busana dengan kondisi sudah mulai membusuk itu, kali pertama ditemukan oleh Muhammad Firmansyah, 34, warga Dusun Lidah, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, sekitar pukul 15.00. “Saya sedang foto-foto,” terang Muhammad Firmansyah.

Mayat Mrs X Belum Diotopsi

Sementara itu, mayat perempuan tanpa busana yang belum diketahui identitasnya atau Mrs X dan ditemukan di Dam Karangdoro, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari pada Minggu sore (2/1) itu, hingga kemarin (4/1) masih disimpan di kamar mayat RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Baca Juga :  Ada Luka di Kepala Mayat di Dam Karangdoro

Mayat Mrs X yang diduga sudah meninggal beberapa hari lalu dengan kondisi sudah membusuk itu, ternyata masih belum dilakukan pemeriksaan atau otopsi. “Mayat Mrs X masih disimpan di kamar mayat,” cetus kepala Instalasi Kamar Jenazah RSUD Blambangan, dr. Solakhudin.

Menurut dr. Solakhudin, mayat yang dibawa ke RSUD Blambangan pada Minggu malam (2/1) itu, belum diotopsi. Sebab, pihaknya belum menerima surat permintaan visum dari penyidik atau kepolisian. “Biar tidak salah melangkah, kita tunggu surat permintaan visum dulu. Pak polisi mungkin masih sibuk mencari anggota keluarga korban,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar, terang dia, pada mayat Mrs X itu ada luka robek di bagian kepala. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan penyebab luka itu. “Belum otopsi, kita belum tahu penyebab kematian Mrs X itu,” ujarnya.(ali/abi)

TEGALSARI – Polisi harus bekerja keras untuk mengungkap mayat perempuan tanpa busana yang ditemukan warga di Dam Karangdoro, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, pada Minggu (2/1). Hingga kemarin (4/1), identitas mayat itu masih belum diketahui.

Upaya polisi untuk mengungkap identitas mayat perempuan yang sudah membusuk itu, ternyata belum membuahkan hasil. “Ada informasi yang kehilangan anggota keluarga,” terang Kanitreskrim Polsek Tegalsari, Ipda Gatot Kukuh Suryawan.

Warga yang kehilangan anggota keluarga itu, terang dia, Kadir, 59, dari Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Dalam keterangannya, anggota keluarganya yang juga perempuan hilang sejak Minggu sore (2/1). “Kita datangi rumahnya,” terangnya.

Hanya saja, jelas dia, mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di Dam Karangdoro itu bukan anggota keluarganya, karena waktu penemuan mayat dan menghilangnya anggota keluarga Kadir itu hamper bersamaan. “Yang hilang itu namanya Sanakiyah berumur 36 tahun, pergi dari rumah Minggu sekitar pukul 16.00, mayat ditemukan pukul 15.00,” ungkapnya.

Selain itu, terang Lanitreskrim, Sanakiyah memiliki gingsul pada giginya. Sedangkan mayat yang sedang proses otopsi di RSUD Blambangan itu tidak memiliki gingsul. “Mayat Mrs. X tidak punya gingsul,” cetusnya.

Baca Juga :  Hasil Otopsi Tak Ada Unsur Kekerasan

Kanitreskrim mengaku masih mendalami kasus penemuat mayat tanpa identitas itu sambil menunggu hasil otopsi dari RSUD Blambangan. “Warga yang kehilangan anggota keluarga, mohon lapor ke polsek,” katanya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, mayat berkelamin perempuan tanpa identitas, ditemukan warga tengkurap di atas bebatuan pinggir Sungai Kalibaru, tepatnya di Dam Karangdoro, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu sore (2/1).

Mayat yang ditemukan tanpa busana dengan kondisi sudah mulai membusuk itu, kali pertama ditemukan oleh Muhammad Firmansyah, 34, warga Dusun Lidah, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, sekitar pukul 15.00. “Saya sedang foto-foto,” terang Muhammad Firmansyah.

Mayat Mrs X Belum Diotopsi

Sementara itu, mayat perempuan tanpa busana yang belum diketahui identitasnya atau Mrs X dan ditemukan di Dam Karangdoro, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari pada Minggu sore (2/1) itu, hingga kemarin (4/1) masih disimpan di kamar mayat RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Baca Juga :  Korban Sering Mengeluh Sakit dan Keluarganya

Mayat Mrs X yang diduga sudah meninggal beberapa hari lalu dengan kondisi sudah membusuk itu, ternyata masih belum dilakukan pemeriksaan atau otopsi. “Mayat Mrs X masih disimpan di kamar mayat,” cetus kepala Instalasi Kamar Jenazah RSUD Blambangan, dr. Solakhudin.

Menurut dr. Solakhudin, mayat yang dibawa ke RSUD Blambangan pada Minggu malam (2/1) itu, belum diotopsi. Sebab, pihaknya belum menerima surat permintaan visum dari penyidik atau kepolisian. “Biar tidak salah melangkah, kita tunggu surat permintaan visum dulu. Pak polisi mungkin masih sibuk mencari anggota keluarga korban,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar, terang dia, pada mayat Mrs X itu ada luka robek di bagian kepala. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan penyebab luka itu. “Belum otopsi, kita belum tahu penyebab kematian Mrs X itu,” ujarnya.(ali/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/