alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Awas, Infectious Coryza Serang Burung Puyuh

JawaPos.com – Hujan yang hampir tiap hari turun, membuat peternak burung puyuh kelabakan. Sebab, puyuh piaraannya itu banyak yang mati mendadak karena terserang penyakit snot atau Infectious Coryza, kemairn (3/11).

Burung puyuh yang sebelumnya terlihat sehat, tiba-tba lemas dan mati akibat terserang penyakit yang dikenal pilek unggas itu. “Ini sudah biasa, setiap musim hujan banyak yang terserang snot,” cetus salah satu peternak burung puyuh, Yulianti, 40, warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Menurut Yulianti, dalam dua minggu terakhir ini sudah puluhan ekor puyuh yang mati mendadak. Puyuh yang mati itu, ada benjolan pada matanya. “Yang mati terkena penyakit snot itu ada benjolan di matanya,” ujarnya.

Penyakit snot itu, terang dia, biasa menyerang ungags saat musim pancaroba. Padahal, setiap hari kandangnya sudah dibersihkan. Buruh puyuhnya juga diberi vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Tetap saja terserang snot, tidak tahan dengan kondisi cuaca,” katanya.

Menurut Yuliatin, saat ini harga telur puyuh mengalami kenaikan. Tapi, ia tidak bisa tenang karena ada serangan penyakit. “Dalam sehari itu burung puyuh menghasilkan dua butir, tapi kalu sedang sakit dan mendadak mati ya tidak dapat bertelur,” katanya.

Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit snot, ruangan di kandang burung puyuh diberi kipas tambahan. Kipas itu, untuk melancarkan sirkulasi udara agar tidak terlalu lembab. “Mudah-mudahan penyakit snot segera teratasi, dan puyuh bisa bertelur lebih banyak,” harapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan dan Kesmavet) pada Dinas Pertanian (Disperta) Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan penyakit snot disebabkan oleh bakteri. Penyakit itu muncul di saat musim penghujan. “Untuk mengantisipasi penyakit snot, peternak harus selalu memberi antibiotik dan menjaga suhu ruangan agar tidak lembab. Selain itu, juga memberi vaksin,” jelasnya.

Tingkat mortalitas atau ukuran jumlah kematian yang disebabkan penyakit snot pada burung puyuh, terang dia, saat ini tidak begitu tinggi. Jika burung puyuh terinveksi penyakit snot, dapat segera diberi antibiotik dan menjaga kebersihan kandang.

“Tingkat penularan memang tinggi, tapi angka kematian tergolong rendah. Untuk antisipasi, semprot kandang dengan disinfektan agar penyakit snot ini tidak menyerang,” sarannya.

JawaPos.com – Hujan yang hampir tiap hari turun, membuat peternak burung puyuh kelabakan. Sebab, puyuh piaraannya itu banyak yang mati mendadak karena terserang penyakit snot atau Infectious Coryza, kemairn (3/11).

Burung puyuh yang sebelumnya terlihat sehat, tiba-tba lemas dan mati akibat terserang penyakit yang dikenal pilek unggas itu. “Ini sudah biasa, setiap musim hujan banyak yang terserang snot,” cetus salah satu peternak burung puyuh, Yulianti, 40, warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Menurut Yulianti, dalam dua minggu terakhir ini sudah puluhan ekor puyuh yang mati mendadak. Puyuh yang mati itu, ada benjolan pada matanya. “Yang mati terkena penyakit snot itu ada benjolan di matanya,” ujarnya.

Penyakit snot itu, terang dia, biasa menyerang ungags saat musim pancaroba. Padahal, setiap hari kandangnya sudah dibersihkan. Buruh puyuhnya juga diberi vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Tetap saja terserang snot, tidak tahan dengan kondisi cuaca,” katanya.

Menurut Yuliatin, saat ini harga telur puyuh mengalami kenaikan. Tapi, ia tidak bisa tenang karena ada serangan penyakit. “Dalam sehari itu burung puyuh menghasilkan dua butir, tapi kalu sedang sakit dan mendadak mati ya tidak dapat bertelur,” katanya.

Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit snot, ruangan di kandang burung puyuh diberi kipas tambahan. Kipas itu, untuk melancarkan sirkulasi udara agar tidak terlalu lembab. “Mudah-mudahan penyakit snot segera teratasi, dan puyuh bisa bertelur lebih banyak,” harapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan dan Kesmavet) pada Dinas Pertanian (Disperta) Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan penyakit snot disebabkan oleh bakteri. Penyakit itu muncul di saat musim penghujan. “Untuk mengantisipasi penyakit snot, peternak harus selalu memberi antibiotik dan menjaga suhu ruangan agar tidak lembab. Selain itu, juga memberi vaksin,” jelasnya.

Tingkat mortalitas atau ukuran jumlah kematian yang disebabkan penyakit snot pada burung puyuh, terang dia, saat ini tidak begitu tinggi. Jika burung puyuh terinveksi penyakit snot, dapat segera diberi antibiotik dan menjaga kebersihan kandang.

“Tingkat penularan memang tinggi, tapi angka kematian tergolong rendah. Untuk antisipasi, semprot kandang dengan disinfektan agar penyakit snot ini tidak menyerang,” sarannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/