alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Cold Storage tidak terdampak Pandemi

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Tidak semua usaha, ternyata terdampak selama pandemi Covid-19. Pabrik cold storage yang banyak berdiri di sekitar Kecamatan Muncar, selama ini tetap beroperasi seperti biasa.

Salah satu pengelola pabrik cold storage di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Muhammad Sholeh mengatakan meski pabrik sarden yang biasa mengambil ikan dari cold storage tutup, itu tidak berdampak pada pabriknya. “Alhamdulillah, tidak terdampak pandemic, meski pabrik sarden tutup,” katanya.

Menurut Sholeh, ikan itu salah satu komoditi pangan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Para nelayan, setiap hari masih banyak yang mencari ikan di laut. “Ikan kita ambil dari nelayan, mereka setiap hari melaut,” ujarnya.

Ikan yang ada di pabriknya itu, terang dia, selain dijual ke pabrik sarden, juga banyak dikirim ke luar daerah seperti Bali. Biasanya, di Pulau Dewata ikan kirimannya dibuat untuk umpan ikan tuna. “Jadi pabrik terus proses,” terangnya. 

Pabrik cold storage ini, lanjut dia, akan terdampak bila cuaca di laut sedang tidak menentu. Sebab, saat itu hasil tangkapan nelayan merosot. Banyak nelayan yang tidak melaut. “Ombak di tengah laut tinggi, nelayan takut melaut, dan itu kita berpengaruh,” ungkapnya.

Sholeh menyebut, ikan yang ada di pabriknya itu beragam jenisnya, di antaranya lemuru, tongkol, dan kenyar. Semua ikan itu, didapat dari para nelayan yang ada di Muncar. “Kita hanya menerima ikan dari nelayan Muncar,” katanya.

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Tidak semua usaha, ternyata terdampak selama pandemi Covid-19. Pabrik cold storage yang banyak berdiri di sekitar Kecamatan Muncar, selama ini tetap beroperasi seperti biasa.

Salah satu pengelola pabrik cold storage di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Muhammad Sholeh mengatakan meski pabrik sarden yang biasa mengambil ikan dari cold storage tutup, itu tidak berdampak pada pabriknya. “Alhamdulillah, tidak terdampak pandemic, meski pabrik sarden tutup,” katanya.

Menurut Sholeh, ikan itu salah satu komoditi pangan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Para nelayan, setiap hari masih banyak yang mencari ikan di laut. “Ikan kita ambil dari nelayan, mereka setiap hari melaut,” ujarnya.

Ikan yang ada di pabriknya itu, terang dia, selain dijual ke pabrik sarden, juga banyak dikirim ke luar daerah seperti Bali. Biasanya, di Pulau Dewata ikan kirimannya dibuat untuk umpan ikan tuna. “Jadi pabrik terus proses,” terangnya. 

Pabrik cold storage ini, lanjut dia, akan terdampak bila cuaca di laut sedang tidak menentu. Sebab, saat itu hasil tangkapan nelayan merosot. Banyak nelayan yang tidak melaut. “Ombak di tengah laut tinggi, nelayan takut melaut, dan itu kita berpengaruh,” ungkapnya.

Sholeh menyebut, ikan yang ada di pabriknya itu beragam jenisnya, di antaranya lemuru, tongkol, dan kenyar. Semua ikan itu, didapat dari para nelayan yang ada di Muncar. “Kita hanya menerima ikan dari nelayan Muncar,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/