alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Satpol PP Akan Cek Izin 100 Toko Minol di Kota Genteng

RADAR GENTENG – Sementara itu, tindakan tegas tim terpadu dengan menutup enam toko minuman beralkohol (minol) di wilayah Kecamatan Genteng, tampaknya akan merembet ke daerah lain. Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, akan mengecek semua perizinan toko minol yang ada di Kota Gandrung.

Perizinan yang akan dicek itu, seperti nomor induk berusaha (NIB), dan toko minol sudah terdaftar di Kantor Bea dan Cukai atau belum. “Karena cek semua perizinannya, tim ini berisi dari berbagai komponen penegak hukum,” cetus Kabid Linmas dan PPNS Satpol PP Banyuwangi, Agus Wahyudi.

Menurut Agus Wahyudi, di Kabupaten Banyuwangi ada 100 toko minol yang sudah tercatat memiliki NIB. Dari jumlah itu, enam di antaranya berada di wilayah Kecamatan Genteng. “Yang di Kecamatan Genteng ini sesuai atau tidak dengan perizinannya, perlu dicek dulu, tidak sesuai ya disegel,” katanya.

Baca Juga :  Sembunyikan Miras Tuak di Kebun

Agus menyampaikan, keenam toko minol yang ada di Kecamatan Genteng itu, dicek semua kelengkapan izinnya oleh tim yang didampingi anggota kepolisian “Kami mulai dari toko yang ada gejolak dulu, setelah ini lanjut ke toko lainnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk menepis anggapan tebang pilih, Agus menyampaikan peninjauan izin ini juga akan dilakukan di wilayah kecamatan lain, seperti di Kecamatan Kabat dan Kecamatan Tegaldlimo. “Kita tidak tebang pilih, semua akan dicek kelengkapan izinnya,” cetusnya.

Hanya saja, masih kata Agus, proses pengecekan izin itu akan dilakukan secara bertahap lantaran itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi, penindakan itu dilakukan sesuai  mekanisme yang ada di Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda). “Di dalam mekanisme ada peringatan dulu selama 13 hari, rinciannya tujuh hari, kemudiantiga hari, dan tiga hari lagi. Kalau masih nekat buka, baru kami tindak,” cetusnya.

Baca Juga :  Masjid Terendam, Salat Jumat Dialihkan

Mekanisme penindakan itu, lanjut dia, yang dianggap memakan waktu lama. Dan itu, kerap menyulut amarah warga sekitar yang menolak keberadaan toko minol di daerahnya. “Kalau yang menindak Bea Cukai, bisa langsung dilakukan. Kebanyakan toko minol tidak memiliki izin menjual barang yang masuk bidang cukai, seperti minuman beralkohol,” pungkasnya.(sas/abi)

RADAR GENTENG – Sementara itu, tindakan tegas tim terpadu dengan menutup enam toko minuman beralkohol (minol) di wilayah Kecamatan Genteng, tampaknya akan merembet ke daerah lain. Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, akan mengecek semua perizinan toko minol yang ada di Kota Gandrung.

Perizinan yang akan dicek itu, seperti nomor induk berusaha (NIB), dan toko minol sudah terdaftar di Kantor Bea dan Cukai atau belum. “Karena cek semua perizinannya, tim ini berisi dari berbagai komponen penegak hukum,” cetus Kabid Linmas dan PPNS Satpol PP Banyuwangi, Agus Wahyudi.

Menurut Agus Wahyudi, di Kabupaten Banyuwangi ada 100 toko minol yang sudah tercatat memiliki NIB. Dari jumlah itu, enam di antaranya berada di wilayah Kecamatan Genteng. “Yang di Kecamatan Genteng ini sesuai atau tidak dengan perizinannya, perlu dicek dulu, tidak sesuai ya disegel,” katanya.

Baca Juga :  Pesta Miras, Tiga ABG Digaruk Polisi

Agus menyampaikan, keenam toko minol yang ada di Kecamatan Genteng itu, dicek semua kelengkapan izinnya oleh tim yang didampingi anggota kepolisian “Kami mulai dari toko yang ada gejolak dulu, setelah ini lanjut ke toko lainnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk menepis anggapan tebang pilih, Agus menyampaikan peninjauan izin ini juga akan dilakukan di wilayah kecamatan lain, seperti di Kecamatan Kabat dan Kecamatan Tegaldlimo. “Kita tidak tebang pilih, semua akan dicek kelengkapan izinnya,” cetusnya.

Hanya saja, masih kata Agus, proses pengecekan izin itu akan dilakukan secara bertahap lantaran itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi, penindakan itu dilakukan sesuai  mekanisme yang ada di Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda). “Di dalam mekanisme ada peringatan dulu selama 13 hari, rinciannya tujuh hari, kemudiantiga hari, dan tiga hari lagi. Kalau masih nekat buka, baru kami tindak,” cetusnya.

Baca Juga :  Banting Stir, Truk Alami Kecelakaan di Glenmore

Mekanisme penindakan itu, lanjut dia, yang dianggap memakan waktu lama. Dan itu, kerap menyulut amarah warga sekitar yang menolak keberadaan toko minol di daerahnya. “Kalau yang menindak Bea Cukai, bisa langsung dilakukan. Kebanyakan toko minol tidak memiliki izin menjual barang yang masuk bidang cukai, seperti minuman beralkohol,” pungkasnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/