alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Kerja Bakti Benahi Saluran Irigasi

SONGGON – Aliran sungai Badeng kini mulai normal setelah banjir bandang pada Jumat (22/6). Saat banjir itu, banyak saluran irigasi dan fasilitas umum lainnya yang ada di Desa Sumberarum, Keca­matan Songgon rusak parah.

Untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak itu, warga ber­sama anggota TNI melakukan kerja bakti di sekitar dam Badeng, di Dusun Sumberasih, Desa Sum­berarum, kemarin (4/7). Perbaikan saluran air ini, dipercepat dengan cara gotong royong agar aliran sungai ke lahan pertanian bisa segera lancar. “Sungai itu semula tertutup batu dan pasir akibat banjir bandang,” ungkap kepala Desa Sumberarum, Ali Nurfatoni.

Menurut Toni, sapaan kepala Desa Sumberarum itu, pemba­ngunan saluran irigasi itu dilakukan dengan swadaya masyarakat dan bantuan dari berbagai pihak. “Kalau tidak segera diperbaiki, para petani tidak bisa mengaliri sawahnya,” terangnya.

Baca Juga :  Program Wajib Belajar Diniyah Bentuk Karakter

Toni menyebut, lahan pertanian di desanya yang terkena dampak banjir bandang seluas 400 hektare. Beruntung, saat banjir itu terjadi tanaman milik petani baru dipanen. “Untungnya sudah dipanen,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, para petani tengah memasuki masa tanam. Oleh karena itu, dibutuhkan air untuk mengaliri sawahnya. “Di­bangun dulu, yang penting air bisa masuk ke lahan pertanian agar para petani senang,” ungkapnya.

Toni menyebut saat banjir ban­dang itu, dam Badeng yang kini tengah diperbaiki warga itu hancur berantakan. Bahkan, pintu air dan besi untuk mengatur air yang ada di dam telah hilang. “Satu besi sudah ditemukan, yang satu hilang terbawa air,” kata mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut.

Baca Juga :  Motor Milik Tetangga Digelapkan

Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, jelas dia, akan mem­bangun dam baru. Sambil menung­gu proses pembangunan­nya, warga sudah melakukan perbaikan supaya air bisa masuk ke persawahan. “Kita menerima bantuan 51 sak semen,” cetusnya.

Sementara itu, Suroso, 51, salah satu petani setempat, mengaku para petani tengah memasuki masa tanam. Sehingga, saluran irigasi yang menunjang masa tanam sangat diperlukan. “Kalau irigasinya masih rusak, para petani pasti tidak bisa tanam,” ujarnya.

Lahan pertanian miliknya seluas satu hectare, jelas dia, kini dalam kondisi kekeringan. Saluran air yang biasanya mengaliri sawahnya, kini telah rusak akibat banjir bandang. “Damnya saja rusak, jadi tidak bisa menampung banyak air,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

SONGGON – Aliran sungai Badeng kini mulai normal setelah banjir bandang pada Jumat (22/6). Saat banjir itu, banyak saluran irigasi dan fasilitas umum lainnya yang ada di Desa Sumberarum, Keca­matan Songgon rusak parah.

Untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak itu, warga ber­sama anggota TNI melakukan kerja bakti di sekitar dam Badeng, di Dusun Sumberasih, Desa Sum­berarum, kemarin (4/7). Perbaikan saluran air ini, dipercepat dengan cara gotong royong agar aliran sungai ke lahan pertanian bisa segera lancar. “Sungai itu semula tertutup batu dan pasir akibat banjir bandang,” ungkap kepala Desa Sumberarum, Ali Nurfatoni.

Menurut Toni, sapaan kepala Desa Sumberarum itu, pemba­ngunan saluran irigasi itu dilakukan dengan swadaya masyarakat dan bantuan dari berbagai pihak. “Kalau tidak segera diperbaiki, para petani tidak bisa mengaliri sawahnya,” terangnya.

Baca Juga :  Air Terjun Lider

Toni menyebut, lahan pertanian di desanya yang terkena dampak banjir bandang seluas 400 hektare. Beruntung, saat banjir itu terjadi tanaman milik petani baru dipanen. “Untungnya sudah dipanen,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, para petani tengah memasuki masa tanam. Oleh karena itu, dibutuhkan air untuk mengaliri sawahnya. “Di­bangun dulu, yang penting air bisa masuk ke lahan pertanian agar para petani senang,” ungkapnya.

Toni menyebut saat banjir ban­dang itu, dam Badeng yang kini tengah diperbaiki warga itu hancur berantakan. Bahkan, pintu air dan besi untuk mengatur air yang ada di dam telah hilang. “Satu besi sudah ditemukan, yang satu hilang terbawa air,” kata mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut.

Baca Juga :  Yuk Guuys Waktunya Naik Gunung

Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, jelas dia, akan mem­bangun dam baru. Sambil menung­gu proses pembangunan­nya, warga sudah melakukan perbaikan supaya air bisa masuk ke persawahan. “Kita menerima bantuan 51 sak semen,” cetusnya.

Sementara itu, Suroso, 51, salah satu petani setempat, mengaku para petani tengah memasuki masa tanam. Sehingga, saluran irigasi yang menunjang masa tanam sangat diperlukan. “Kalau irigasinya masih rusak, para petani pasti tidak bisa tanam,” ujarnya.

Lahan pertanian miliknya seluas satu hectare, jelas dia, kini dalam kondisi kekeringan. Saluran air yang biasanya mengaliri sawahnya, kini telah rusak akibat banjir bandang. “Damnya saja rusak, jadi tidak bisa menampung banyak air,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/