alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Pasar Hewan Glenmore masih Aman dari Kasus PMK

GLENMORE – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Kabupaten Banyuwangi semakin rajin mengecek kondisi kesehatan hewan ternak. Itu setelah ditemukan 39 ekor sapi di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi, terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Untuk mengetahui penyebaran PMK ini, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswankesmavet) Disperta Banyuwangi memeriksa hewan yang ada di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jumat (3/6). Sedikitnya 70 persen dari sapi yang ada di pasar hewan terbesar di Kota Gandrung itu diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan itu, tidak ditemukan sapi atau kambing yang terkonfirmasi PMK. Semua hewan itu, dalam kondisi sehat dan boleh diperjualbelikan. “Tapi kepada masyarakat yang hendak membeli hewan ternak, supaya memperhatikan kondisi kesehatan hewan, karena Banyuwangi telah positif PMK,” kata Kabid Keswankesmavet Disperta Banyuwangi, Nanang Sugiarto.

Jika ada penjual yang menawarkan hewan di bawah harga standar, Danang meminta warga untuk tidak keburu membeli, tapi memeriksa kondisi hewannya itu. “Kami minta masyarakat mewaspadai, tidak terkecoh dengan harga hewan yang murah,” cetusnya.

Menurut Nanang, meski sudah ada dokter hewan dan mantri yang bertugas di setiap kecamatan, masyarakat harus tetap memperhatikan kesehatan ternaknya sendiri. Sebab, sangat tidak memungkinkan petugas melihat semua kondisi hewan ternak milik warga. “Gejalanya sudah jelas, setiap masyarakat bisa mengecek sendiri, kalau ada indikasi PMK, langsung lapor kepada petugas,” pintanya.

Nanang menyampaikan hewan ternaknya yang sedang sakit, jangan dibawa ke pasar, karena potensi menular sangat tinggi. Untuk sementara, ternaknya didiamkan di kandang sampai sembuh total. “Jangan membeli hewan ternak dari luar Banyuwangi, agar tidak ada penambahan hewan ternak yang posotif PMK,” cetusnya.

Dari laporan yang diterima, jelas dia, saat pasaran di Pasar Hewan Glenmore, ada dua ekos sapi datang dari Garahan, Kabupaten Jember. Pedagang itu, oleh anggota Polsek Glenmore langsung disuruh pulang. “Oleh polisi langsung disuruh putar balik,” ungkapnya.

Nanang menegaskan sampai Hari Raya Idul Adha, persediaan hewan ternak di wilayah Kabupaten Banyuwangi masih mencukupi. Pihaknya, akan memfasilitasi segala keperluan untuk mencegah PMK masuk ke wilayah Kecamatan Glemore, Tapi, para pemilik ternak wajib menjaga kebersihan kandang dan hewan. PMK selain menular secara kontak fisik, juga melalui udara. “Penyemprotan disinfektan dan vitamin rutin perlu dilakukan di kandang dan ternaknya,” jelasnya

Kapolsek Glenmore, AKP Satrio Wibowo menegaskan akan melakukan penjagaan di setiap pos perbatasan. Itu dilakukan untuk mencegah masuknya hewan ternak dari luar Banyuwangi. Selain itu, juga mendukung penuh segala bentuk tindakan yang dilakukan pemerintah daerah demi menekan pengurangan jumlah hewan yang tertular PMK. “Kami akan berkoordinasi dengan seluruh anggota forpimka,” terang Kapolsek Satrio. (mg5/abi)

GLENMORE – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Kabupaten Banyuwangi semakin rajin mengecek kondisi kesehatan hewan ternak. Itu setelah ditemukan 39 ekor sapi di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi, terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Untuk mengetahui penyebaran PMK ini, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswankesmavet) Disperta Banyuwangi memeriksa hewan yang ada di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jumat (3/6). Sedikitnya 70 persen dari sapi yang ada di pasar hewan terbesar di Kota Gandrung itu diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan itu, tidak ditemukan sapi atau kambing yang terkonfirmasi PMK. Semua hewan itu, dalam kondisi sehat dan boleh diperjualbelikan. “Tapi kepada masyarakat yang hendak membeli hewan ternak, supaya memperhatikan kondisi kesehatan hewan, karena Banyuwangi telah positif PMK,” kata Kabid Keswankesmavet Disperta Banyuwangi, Nanang Sugiarto.

Jika ada penjual yang menawarkan hewan di bawah harga standar, Danang meminta warga untuk tidak keburu membeli, tapi memeriksa kondisi hewannya itu. “Kami minta masyarakat mewaspadai, tidak terkecoh dengan harga hewan yang murah,” cetusnya.

Menurut Nanang, meski sudah ada dokter hewan dan mantri yang bertugas di setiap kecamatan, masyarakat harus tetap memperhatikan kesehatan ternaknya sendiri. Sebab, sangat tidak memungkinkan petugas melihat semua kondisi hewan ternak milik warga. “Gejalanya sudah jelas, setiap masyarakat bisa mengecek sendiri, kalau ada indikasi PMK, langsung lapor kepada petugas,” pintanya.

Nanang menyampaikan hewan ternaknya yang sedang sakit, jangan dibawa ke pasar, karena potensi menular sangat tinggi. Untuk sementara, ternaknya didiamkan di kandang sampai sembuh total. “Jangan membeli hewan ternak dari luar Banyuwangi, agar tidak ada penambahan hewan ternak yang posotif PMK,” cetusnya.

Dari laporan yang diterima, jelas dia, saat pasaran di Pasar Hewan Glenmore, ada dua ekos sapi datang dari Garahan, Kabupaten Jember. Pedagang itu, oleh anggota Polsek Glenmore langsung disuruh pulang. “Oleh polisi langsung disuruh putar balik,” ungkapnya.

Nanang menegaskan sampai Hari Raya Idul Adha, persediaan hewan ternak di wilayah Kabupaten Banyuwangi masih mencukupi. Pihaknya, akan memfasilitasi segala keperluan untuk mencegah PMK masuk ke wilayah Kecamatan Glemore, Tapi, para pemilik ternak wajib menjaga kebersihan kandang dan hewan. PMK selain menular secara kontak fisik, juga melalui udara. “Penyemprotan disinfektan dan vitamin rutin perlu dilakukan di kandang dan ternaknya,” jelasnya

Kapolsek Glenmore, AKP Satrio Wibowo menegaskan akan melakukan penjagaan di setiap pos perbatasan. Itu dilakukan untuk mencegah masuknya hewan ternak dari luar Banyuwangi. Selain itu, juga mendukung penuh segala bentuk tindakan yang dilakukan pemerintah daerah demi menekan pengurangan jumlah hewan yang tertular PMK. “Kami akan berkoordinasi dengan seluruh anggota forpimka,” terang Kapolsek Satrio. (mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/