alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Papan Larangan Buang Sampah Dari Kardus

GENTENG – Masalah sampah masih belum bisa diselesaikan semua. Warga banyak yang membuang sembarangan, seperti di pinggir jalan raya Dusun Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng ini.

Sampah yang sering menumpuk itu, sebenarnya menganggu keindahan pemandangan kota. Sebab, lokasi yang sering dibuat tempat membuang sampah itu berada di pinggir jalan utama jurusan Banyuwangi-Jember.

Warga yang merasa jengkel dengan sampah yang sering menumpuk, membuat papan larangan dari kardus. Tapi, upaya itu juga tidak membuahkan hasil maksimal. Sebab, masih ada warga yang membuang sampah di tempat itu. “Yang membuang sampah itu warga yang lewat,” cetus Masudi, 48, warga Dusun Curahtangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Masudi menyebut, keberadaan sampah itu menganggu kenyamanan warga. Apalagi, tempat itu bukan lokasi tempat pembuangan sampah. “Saya setiap hari yang membakar dan membersihkan sampah. Kalau tidak dibakar, sampah akan menumpuk dan menyumbat aliran sungai,” ujaranya.

Kesal dengan ulah orang yang sering membuang sampah di lokasi tersebut, Masudi bersama warga akhirnya memasang papan larangan dengan alat dan bahan seadanya. Dengan larangan itu, diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada orang yang sering membuang sampah di lokasi tersebut. “Orang-orang sekitar sini tidak ada yang membuang sampah di bawah jembatan itu. Biasanya malam hari banyak kendaraan dari arah selatan yang seenaknya membuang sampah di situ ,” ucapnya.

GENTENG – Masalah sampah masih belum bisa diselesaikan semua. Warga banyak yang membuang sembarangan, seperti di pinggir jalan raya Dusun Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng ini.

Sampah yang sering menumpuk itu, sebenarnya menganggu keindahan pemandangan kota. Sebab, lokasi yang sering dibuat tempat membuang sampah itu berada di pinggir jalan utama jurusan Banyuwangi-Jember.

Warga yang merasa jengkel dengan sampah yang sering menumpuk, membuat papan larangan dari kardus. Tapi, upaya itu juga tidak membuahkan hasil maksimal. Sebab, masih ada warga yang membuang sampah di tempat itu. “Yang membuang sampah itu warga yang lewat,” cetus Masudi, 48, warga Dusun Curahtangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Masudi menyebut, keberadaan sampah itu menganggu kenyamanan warga. Apalagi, tempat itu bukan lokasi tempat pembuangan sampah. “Saya setiap hari yang membakar dan membersihkan sampah. Kalau tidak dibakar, sampah akan menumpuk dan menyumbat aliran sungai,” ujaranya.

Kesal dengan ulah orang yang sering membuang sampah di lokasi tersebut, Masudi bersama warga akhirnya memasang papan larangan dengan alat dan bahan seadanya. Dengan larangan itu, diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada orang yang sering membuang sampah di lokasi tersebut. “Orang-orang sekitar sini tidak ada yang membuang sampah di bawah jembatan itu. Biasanya malam hari banyak kendaraan dari arah selatan yang seenaknya membuang sampah di situ ,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/