alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Diterjang Hujan, Gunung Raung Longsor

SONGGON – Lereng Gunung Raung di wilayah Desa Sumber­arum, Kecamatan Songgon, kini longsor. Bahkan, longsor itu sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Setiap turun hujan, lereng gunung terus terkikis dengan banyaknya pohon yang tumbang.

Gara-gara lereng gunung yang longsor, aliran sungai Badeng di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, sejak dua bulan lalu airnya keruh. Sampai saat ini, ma­sih belum ada penganggu­la­ngan. “Air sungai Badeng keruh, me­mang dikeluhkan warga,” cetus Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Kecamatan Songgon, Ali Nurfatoni.

Selama ini tidak diketahui pe­nyebab air keruh di sungai Ba­deng itu. Dan itu, baru diketahui setelah ada relawan muda dari Desa Sum­berarum menelusuri. “Dite­lusuri sampai di lereng Gu­nung Raung,” terangnya.

Sebelumnya, terang dia, warga menduga air sungai yang keruh itu akibat kegiatan pembukaan la­han yang dilakukan para petani seladah. Tapi, para petani seladah juga mengeluh air sungai yang keruh dan tidak bisa menanam se­ladah.

“Semua para petani mengeluh,” cetusnya.

Menurut Toni, sapaan Ali Nur­fatoni, air Badeng yang keruh itu sebenarnya sudah terjadi sejak tujuh bulan lalu. Namun, saat itu kondisinya tidak terlalu parah. “Tidak parah dan ditangani sendiri oleh para relawan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Siapkan Titik Kumpul dan Lokasi Pengungsian

Ternyata semakin hari, jelas dia, air sungai Badeng semakin parah keruhnya. Sehingga, itu membuat warga yang ada di empat keca­matan di sepanjang aliran sungai itu tidak bisa me­man­faatkan air sungai ter­sebut. “Sungainya sudah tercampur dengan lumpur,” je­lasnya,

Toni mengaku bersama TNI, kepo­lisian, dan anggota Badan Pe­nanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penge­cekan ke lereng Gunung Raung. Tapi karena medan yang sangat sulit, rombongannya tidak bisa menemukan titik terjadinya longsor. “Terkendala akses jalan menuju lokasi, tapi kita melihat adanya bebatuan dan pohon tumbang akibat longsor,” katanya.

Untuk mencari solusi, masih kata dia, bersama Camat Songgon, Wagiyanto memutar video yang merekam longsor di lereng Gu­nung Raung. Video it, hasil reka­man salah satu peserta trail ad­venture yang berhasil sampai lokasi longsor. “Saat nonton video semua kaget, ternyata cukup parah,” kata kades yang juga man­tan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu.

Dalam video yang direkam pada Minggu (1/4) itu, jelas dia, ternyata kondisi longsor yang ada di lereng Gunung Raung itu sudah cukup parah. Lumpur yang terbawa arus sungai, juga membawa bebatuan berukuran besar. “Longsor akibat hujan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Tutup Paksa Toko Minol yang Ngeyel Buka

Dalam video itu, terang dia, juga menggambarkan lumpur yang membawa material batu besar itu terjadi setiap satu menit sekali. “Tidak seperti banjir, tapi ini seperti ombak yang setiap menit mengem­paskan material batu besar,” ungkapnya.

Hingga kini, masih kata dia, pihak pemerintah desa maupun kecamatan masih belum bisa mengatakan kalau itu terjadi karena semburan lumpur atau tanah longsor yang ada di lereng Gunung Raung. “Kita belum bisa pastikan,” tegasnya.

Camat Songgon, Wagiyanto me­ngatakan, untuk kejadian ini sudah dilaporkan kepada peme­rintah pusat dan berharap bisa segera dilakukan penanganan. “Anggota BPD Sumberarum yang melaporkan hal ini,” katanya.

Camat berharap bisa segera menemukan jawaban atas terja­dinya lereng Gunung Raung yang longsor itu. Pihaknya hanya bisa memberikan warning atau imbauan kepada warga sekitar lereng gunung untuk selalu hati-hati dan waspada. “Yang jelas kita hanya bisa memberikan peri­ngatan untuk selalu hati-hati kepada warga yang tinggal di wilayah lereng gunung,” pung­kasnya. (*)

SONGGON – Lereng Gunung Raung di wilayah Desa Sumber­arum, Kecamatan Songgon, kini longsor. Bahkan, longsor itu sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Setiap turun hujan, lereng gunung terus terkikis dengan banyaknya pohon yang tumbang.

Gara-gara lereng gunung yang longsor, aliran sungai Badeng di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, sejak dua bulan lalu airnya keruh. Sampai saat ini, ma­sih belum ada penganggu­la­ngan. “Air sungai Badeng keruh, me­mang dikeluhkan warga,” cetus Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Kecamatan Songgon, Ali Nurfatoni.

Selama ini tidak diketahui pe­nyebab air keruh di sungai Ba­deng itu. Dan itu, baru diketahui setelah ada relawan muda dari Desa Sum­berarum menelusuri. “Dite­lusuri sampai di lereng Gu­nung Raung,” terangnya.

Sebelumnya, terang dia, warga menduga air sungai yang keruh itu akibat kegiatan pembukaan la­han yang dilakukan para petani seladah. Tapi, para petani seladah juga mengeluh air sungai yang keruh dan tidak bisa menanam se­ladah.

“Semua para petani mengeluh,” cetusnya.

Menurut Toni, sapaan Ali Nur­fatoni, air Badeng yang keruh itu sebenarnya sudah terjadi sejak tujuh bulan lalu. Namun, saat itu kondisinya tidak terlalu parah. “Tidak parah dan ditangani sendiri oleh para relawan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rawan Laka, Tiga Lampu Penerangan yang Padam Akhirnya Dibenahi

Ternyata semakin hari, jelas dia, air sungai Badeng semakin parah keruhnya. Sehingga, itu membuat warga yang ada di empat keca­matan di sepanjang aliran sungai itu tidak bisa me­man­faatkan air sungai ter­sebut. “Sungainya sudah tercampur dengan lumpur,” je­lasnya,

Toni mengaku bersama TNI, kepo­lisian, dan anggota Badan Pe­nanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penge­cekan ke lereng Gunung Raung. Tapi karena medan yang sangat sulit, rombongannya tidak bisa menemukan titik terjadinya longsor. “Terkendala akses jalan menuju lokasi, tapi kita melihat adanya bebatuan dan pohon tumbang akibat longsor,” katanya.

Untuk mencari solusi, masih kata dia, bersama Camat Songgon, Wagiyanto memutar video yang merekam longsor di lereng Gu­nung Raung. Video it, hasil reka­man salah satu peserta trail ad­venture yang berhasil sampai lokasi longsor. “Saat nonton video semua kaget, ternyata cukup parah,” kata kades yang juga man­tan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu.

Dalam video yang direkam pada Minggu (1/4) itu, jelas dia, ternyata kondisi longsor yang ada di lereng Gunung Raung itu sudah cukup parah. Lumpur yang terbawa arus sungai, juga membawa bebatuan berukuran besar. “Longsor akibat hujan,” katanya.

Baca Juga :  Panggung Prajurit Polisi dan TNI Meriah

Dalam video itu, terang dia, juga menggambarkan lumpur yang membawa material batu besar itu terjadi setiap satu menit sekali. “Tidak seperti banjir, tapi ini seperti ombak yang setiap menit mengem­paskan material batu besar,” ungkapnya.

Hingga kini, masih kata dia, pihak pemerintah desa maupun kecamatan masih belum bisa mengatakan kalau itu terjadi karena semburan lumpur atau tanah longsor yang ada di lereng Gunung Raung. “Kita belum bisa pastikan,” tegasnya.

Camat Songgon, Wagiyanto me­ngatakan, untuk kejadian ini sudah dilaporkan kepada peme­rintah pusat dan berharap bisa segera dilakukan penanganan. “Anggota BPD Sumberarum yang melaporkan hal ini,” katanya.

Camat berharap bisa segera menemukan jawaban atas terja­dinya lereng Gunung Raung yang longsor itu. Pihaknya hanya bisa memberikan warning atau imbauan kepada warga sekitar lereng gunung untuk selalu hati-hati dan waspada. “Yang jelas kita hanya bisa memberikan peri­ngatan untuk selalu hati-hati kepada warga yang tinggal di wilayah lereng gunung,” pung­kasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/