alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kakek dan Nenek di Kalibaru Berharap Bantuan

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng –Pasangan suami istri (pasutri) berusia lanjut, kondisinya mengenaskan. Untuk hidup, mengandalkan pemberian dari orang lain. Pasutri itu Supardi, 83, dan Sumartini, 75, warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Supardi dan istrinya tidak memiliki pekerjaan. Dulu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bekerja menjadi buruh tani. Tapi karena sudah berusia lanjut, tidak punya tenaga untuk bekerja. “Sekarang makan kalau ada yang memberi,” cetus Supardi.

Supardi mengaku tidak memiliki anak. Ia tinggal bersama istrinya, yang sejak dua tahun lalu menderita stoke. Dengan penyakitnya itu, istrinya tidak bisa bergerak bebas. “Saya harus selalu mendampingi, sewaktu-waktu butuh bantuan,” ungkapnya.

Pasutri ini hanya bisa pasrah dengan kehidupan yang harus dijalani. Keduanya juga sudah tidak ada yang bisa dikerjakan untuk mencari uang. “Saya juga tidak tahu harus bagaimana, dan harus kemana,” katanya.

Kakek dan nenek ini, mengaku tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Selama ini, hanya dibantu oleh beberapa tetangganya. “Saya sepenuhnya pasrah,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng –Pasangan suami istri (pasutri) berusia lanjut, kondisinya mengenaskan. Untuk hidup, mengandalkan pemberian dari orang lain. Pasutri itu Supardi, 83, dan Sumartini, 75, warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Supardi dan istrinya tidak memiliki pekerjaan. Dulu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bekerja menjadi buruh tani. Tapi karena sudah berusia lanjut, tidak punya tenaga untuk bekerja. “Sekarang makan kalau ada yang memberi,” cetus Supardi.

Supardi mengaku tidak memiliki anak. Ia tinggal bersama istrinya, yang sejak dua tahun lalu menderita stoke. Dengan penyakitnya itu, istrinya tidak bisa bergerak bebas. “Saya harus selalu mendampingi, sewaktu-waktu butuh bantuan,” ungkapnya.

Pasutri ini hanya bisa pasrah dengan kehidupan yang harus dijalani. Keduanya juga sudah tidak ada yang bisa dikerjakan untuk mencari uang. “Saya juga tidak tahu harus bagaimana, dan harus kemana,” katanya.

Kakek dan nenek ini, mengaku tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Selama ini, hanya dibantu oleh beberapa tetangganya. “Saya sepenuhnya pasrah,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/