alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Setengah Abad Jadi Simbol Kawasan Pertanian

MUNCAR – Salah satu tugu yang paling terkenal di Kecamatan Muncar, Banyuwangi adalah Patung Tani. Tak pelak, Desa Tembokrejo yang menjadi lokasi Patung Tani itu akhirnya kondang sebagai kawasan pertanian.

Patung Tani yang berada di tengah persimpangan jalan itu sudah lama berdiri. Usianya bisa dibilang lebih setegah abad. ”Ketika saya kecil, patung itu sudah ada. Usia saya saat ini sudah 47 tahun,” ungkap Sudomo, warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Sudomo tidak tahu persis, bagaimana  sejarah berdirinya Tugu Tani itu. Sejauh ini, tetenger itu menggambarkan patung petani lelaki kurus yang sedang bekerja dengan posisi cangkul di atas kepala. Layaknya seorang petani, patung tersebut mengenakan topi caping, kaus lengan pendek, dan celana yang panjangnya hanya selutut.

Baca Juga :  Topang Ekonomi Keluarga, Tetap Cari Pasir saat Puasa Ramadan

Menuru Sudomo, patung Tugu Tani itu lebih dikenal dengan sebutan Patung Pacul. Warga setempat menamakannya seperti itu. ”Dulunya semua orang di sini bertani. Jadi, patung itu juga bermakna simbol pertanian,” katanya.

Selain menjadi simbol kemakmuran petani kala itu, Patung Pacul ini juga menyampaikan pesan kepada para petani. Bahwa kawasan Desa Tembokrejo adalah kawasan pertanian. ”Memang Desa Tembokrejo terkenal petani yang andal, hebat, dan tangguh,” cetusnya.

Masruhan, salah seorang pemuda setempat menambahkan, simbol Patung Pacul yang masih utuh terjaga di simpang jalan Desa Tembokrejo tersebut juga mengisyaratkan bahwa orang tua zaman dulu mewariskan ladang sawah pertanian sebagai simbol kemakmuran.

Baca Juga :  Perupa Patung Gandrung Watudodol Sakit, Ipuk: Semoga Segera Pulih

Patung Tugu Tani atau Patung Pacul itu, kata Masruhan, memang tidak memiliki ukiran tanggal pembuatan. Juga tidak pernah disebutkan tujuan pembuatannya secara jelas. ”Kami justru mendapat pesan bahwa keturunan atau generasi penerus bangsa harus mampu menjalankan ketahanan pangan dari bidang pertanian,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)

MUNCAR – Salah satu tugu yang paling terkenal di Kecamatan Muncar, Banyuwangi adalah Patung Tani. Tak pelak, Desa Tembokrejo yang menjadi lokasi Patung Tani itu akhirnya kondang sebagai kawasan pertanian.

Patung Tani yang berada di tengah persimpangan jalan itu sudah lama berdiri. Usianya bisa dibilang lebih setegah abad. ”Ketika saya kecil, patung itu sudah ada. Usia saya saat ini sudah 47 tahun,” ungkap Sudomo, warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Sudomo tidak tahu persis, bagaimana  sejarah berdirinya Tugu Tani itu. Sejauh ini, tetenger itu menggambarkan patung petani lelaki kurus yang sedang bekerja dengan posisi cangkul di atas kepala. Layaknya seorang petani, patung tersebut mengenakan topi caping, kaus lengan pendek, dan celana yang panjangnya hanya selutut.

Baca Juga :  Orang Iseng Obrak-Abrik Ruang Belajar SDN 3 Sumberasri

Menuru Sudomo, patung Tugu Tani itu lebih dikenal dengan sebutan Patung Pacul. Warga setempat menamakannya seperti itu. ”Dulunya semua orang di sini bertani. Jadi, patung itu juga bermakna simbol pertanian,” katanya.

Selain menjadi simbol kemakmuran petani kala itu, Patung Pacul ini juga menyampaikan pesan kepada para petani. Bahwa kawasan Desa Tembokrejo adalah kawasan pertanian. ”Memang Desa Tembokrejo terkenal petani yang andal, hebat, dan tangguh,” cetusnya.

Masruhan, salah seorang pemuda setempat menambahkan, simbol Patung Pacul yang masih utuh terjaga di simpang jalan Desa Tembokrejo tersebut juga mengisyaratkan bahwa orang tua zaman dulu mewariskan ladang sawah pertanian sebagai simbol kemakmuran.

Baca Juga :  Penambang Nekat Sedot Pasir di Sungai

Patung Tugu Tani atau Patung Pacul itu, kata Masruhan, memang tidak memiliki ukiran tanggal pembuatan. Juga tidak pernah disebutkan tujuan pembuatannya secara jelas. ”Kami justru mendapat pesan bahwa keturunan atau generasi penerus bangsa harus mampu menjalankan ketahanan pangan dari bidang pertanian,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/