alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Gelombang Tinggi, Kapal Nelayan Menepi

MUNCAR – Gelombang di Perairan Muncar menggila, kemarin (3/3). Ratusan kapal dan perahu jukung milik nelayan, terpaksa minggir di sekitar pelabuhan. Para nelayan, juga banyak yang memilih tidak melaut sambil menunggu cauaca membaik.

Husein, 45, salah satu nelayan yang tinggal di Pantai Satelit, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan sudah satu minggu gelombang di Periaran Muncar meninggi. Dan itu membuat banyak nelayan enggan melaut dan memilih menepikan perahunya di pelabuhan. “Ombaknya tinggi dan anginnya juga cukup kencang,” ujarnya.

Ombak yang tinggi itu, terang dia, karena saat ini puncak musim penghujan. Dan ini, sudah biasa terjadi. Saat ini, yang nekat melaut hanya nelayan yang menggunakan perahu gardan dan kapal selerek. Untuk nelayan dengan perahu jukung, tidak ada yang berani mencari ikan di laut. “Kalau dipaksakan melaut, risikonya perahu bisa tenggelam diterjang ombak,” katanya.

Baca Juga :  Mayat yang Ditemukan di Kaligesing Ternyata Warga Karangdoro

Koordinator Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Satelit, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Tukimin meminta kepada masyarakat, terutama nelayan yang berada di pesisir pantai, mewaspadai gelombang tinggi dan embusan angin kencang hingga beberapa hari ke depan. Diprediksi, angin kencang itu akan terus berembus sampai tiga hari kedepan. “Angin kencang ini membuat ombak besar, diperkirakan ketinggian ombak mencapai 2,5 meter hingga 3 meter,” ungkapnya.

Fenomena alam tersebut, terang dia, bukan hanya terjadi di sekitar Perairan Muncar saja, tapi merata di wilayah Banyuwangi selatan. Ia sudah berkoordinasi dengan nelayan agar tidak melaut sementara hingga cuaca kembali normal. “Jika dipaksakan melaut, bisa mengancam,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Nelayan Panarukan Enggan Melaut

MUNCAR – Gelombang di Perairan Muncar menggila, kemarin (3/3). Ratusan kapal dan perahu jukung milik nelayan, terpaksa minggir di sekitar pelabuhan. Para nelayan, juga banyak yang memilih tidak melaut sambil menunggu cauaca membaik.

Husein, 45, salah satu nelayan yang tinggal di Pantai Satelit, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan sudah satu minggu gelombang di Periaran Muncar meninggi. Dan itu membuat banyak nelayan enggan melaut dan memilih menepikan perahunya di pelabuhan. “Ombaknya tinggi dan anginnya juga cukup kencang,” ujarnya.

Ombak yang tinggi itu, terang dia, karena saat ini puncak musim penghujan. Dan ini, sudah biasa terjadi. Saat ini, yang nekat melaut hanya nelayan yang menggunakan perahu gardan dan kapal selerek. Untuk nelayan dengan perahu jukung, tidak ada yang berani mencari ikan di laut. “Kalau dipaksakan melaut, risikonya perahu bisa tenggelam diterjang ombak,” katanya.

Baca Juga :  Cerdaskan Masyarakat Soal Aset Digital dengan Seminar Vidy Academi

Koordinator Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Satelit, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Tukimin meminta kepada masyarakat, terutama nelayan yang berada di pesisir pantai, mewaspadai gelombang tinggi dan embusan angin kencang hingga beberapa hari ke depan. Diprediksi, angin kencang itu akan terus berembus sampai tiga hari kedepan. “Angin kencang ini membuat ombak besar, diperkirakan ketinggian ombak mencapai 2,5 meter hingga 3 meter,” ungkapnya.

Fenomena alam tersebut, terang dia, bukan hanya terjadi di sekitar Perairan Muncar saja, tapi merata di wilayah Banyuwangi selatan. Ia sudah berkoordinasi dengan nelayan agar tidak melaut sementara hingga cuaca kembali normal. “Jika dipaksakan melaut, bisa mengancam,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Begini Kehidupan Nelayan Grajagan saat Cuaca Ekstrem di Laut Selatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/