alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Pandemi Buat Usaha Kecil Terpuruk

JawaPos.com – Para pemilik usaha kecil, terutama yang bergerak pada souvenir wisata, pada masa pandemi ini banyak yang jeblok. Sebab, usahanya banyak bergantung kepada wisatawan yang masuk ke Banyuwangi.

Itu seperti yang dialami M. Irfan, 33, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Salah satu produsen oleh-oleh olahan ini mengatakan selama pandemi usaha yang digeluti sangat buruk. “Sebenarnya udah mulai membaik hingga Desember 2020, tapi memasuki Januari 2021 kembali memburuk,” terangnya.

Sejumlah outlet oleh-oleh di Banyuwangi yang biasanya melakukan pemesanan hingga di atas 1000 pack, terang dia, saat ini mengalami penurunan. Bahkan, banyak di antara produsen belum dilunasi pembayarannya. “Pariwisata Banyuwangi semakin sepi,” katanya.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Bedewang dan Jambewangi, Satu Warga Meninggal

Selama ini produk olahan yang mereka produksi menyasar kalangan wisatawan. Ketika kunjungan itu menurun, otomatis berdampak pada kegiatan belanja oleh-oleh di outlet. “Kuncinya di pariwisata,” terang perajin keripik arang itu.

Menurut Irfan, sejak pamor pariwisata Banyuwangi melejit,  hampir semua produsen olahan melakukan segmentasi kepada wisatawan. Sehingga, saat sektor ini mengalami masalah, imbasnya langsung dialami pengusaha. “Jalan keluarnya usaha untuk penanganan Covid-19 bisa dipercepat,” cetusnya.

Hal senada disampaikan Osama, 32. Produsen kopi Banyuwangi ini menyampaikan selama Januari 2021, kalangan pengusaha oleh-oleh menjerit. Pemilik gerai Binoemar coffe ini menyebut, banyak pesanan kopi di outlet yang mengalami penurunan. “Sekarang saya melayani pesanan perorangan,” jelasnya. (sli/abi)

Baca Juga :  Aston Siap Bersaing dengan Kontestan Lain

JawaPos.com – Para pemilik usaha kecil, terutama yang bergerak pada souvenir wisata, pada masa pandemi ini banyak yang jeblok. Sebab, usahanya banyak bergantung kepada wisatawan yang masuk ke Banyuwangi.

Itu seperti yang dialami M. Irfan, 33, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Salah satu produsen oleh-oleh olahan ini mengatakan selama pandemi usaha yang digeluti sangat buruk. “Sebenarnya udah mulai membaik hingga Desember 2020, tapi memasuki Januari 2021 kembali memburuk,” terangnya.

Sejumlah outlet oleh-oleh di Banyuwangi yang biasanya melakukan pemesanan hingga di atas 1000 pack, terang dia, saat ini mengalami penurunan. Bahkan, banyak di antara produsen belum dilunasi pembayarannya. “Pariwisata Banyuwangi semakin sepi,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Dua Desa Belum Dibenahi

Selama ini produk olahan yang mereka produksi menyasar kalangan wisatawan. Ketika kunjungan itu menurun, otomatis berdampak pada kegiatan belanja oleh-oleh di outlet. “Kuncinya di pariwisata,” terang perajin keripik arang itu.

Menurut Irfan, sejak pamor pariwisata Banyuwangi melejit,  hampir semua produsen olahan melakukan segmentasi kepada wisatawan. Sehingga, saat sektor ini mengalami masalah, imbasnya langsung dialami pengusaha. “Jalan keluarnya usaha untuk penanganan Covid-19 bisa dipercepat,” cetusnya.

Hal senada disampaikan Osama, 32. Produsen kopi Banyuwangi ini menyampaikan selama Januari 2021, kalangan pengusaha oleh-oleh menjerit. Pemilik gerai Binoemar coffe ini menyebut, banyak pesanan kopi di outlet yang mengalami penurunan. “Sekarang saya melayani pesanan perorangan,” jelasnya. (sli/abi)

Baca Juga :  Perajin Difabel Terima Jaring Pengaman Sosial

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/