alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Gunung Raung Muntahkan Abu Vulkanik

JawaPos.com – Aktivitas Gunung Raung terus meningkat. Setelah beberapa hari ini batuk-batuk, gunung berapi yang masih aktif itu mulai memuntahkan abu vulkanik kemarin (4/2). Bahkan, abu dari dalam perut gunung itu sempat menghujani permukiman penduduk yang ada di lereng gunung.

Abu vulkanik yang terlihat tipis, ternyata sudah mulai menyebar sejak Rabu (3/2) pukul 09.00 hingga pukul 11.00. Abu itu mulai menghilang setelah turun hujan deras. ”Abu vulkanik sudah menyebar di perkampungan,” terang Agus Hariyono, 48, warga Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Suara gemuruh juga masih terdengar keras dari puncak gunung. Malahan, suara gemuruh itu menyebabkan getaran yang cukup keras dan terasa hingga berjarak 14 kilometer dari puncak Gunung Raung kemarin (4/2). Warga Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, yang berada di lereng gunung hampir setiap hari merasakan getaran itu. ”Kita sudah biasa mendengar suara gemuruh, sekarang juga ada getaran-getaran,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Protes PNS Rangkap Anggota BPD

Getaran itu, jelas Agus, membuat kaca rumah sampai bergetar. Namun, belum ada laporan kerusakan seperti halnya rumah roboh akibat getaran yang berasal dari erupsi Gunung Raung tersebut. ”Getaran terasa mulai pagi hingga malam,” ungkapnya.

Kepala PPGA Raung Mukijo menyampaikan, cuaca di sekitar Gunung Raung terpantau mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang. ”Untuk tinggi asap antara 500 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah,” terangnya.

Mukijo menyebut pantulan cahaya api di puncak kawah masih terlihat jelas. Selain itu, juga terdengar gemuruh dari gunung tersebut. ”Sudah mulai ada hujan abu vukanik, dan itu tergantung dari embusan arah angin,” katanya.

Baca Juga :  Meteor Jatuh Tidak Pengaruhi Gunung Raung

Menurut Mukijo, hujan abu vulkanik sudah mulai muncul dan menyebar di permukiman warga yang ada di wilayah Kecamatan Songgon hingga Licin. ”Untuk semburan abu vulkanik tergantung dari tinggi asap yang mengepul, intensitasnya masih ringan. Beruntung saat ini Banyuwangi sering hujan, dan itu memengaruhi semburan abu,” jelasnya. (kri/abi/c1)

JawaPos.com – Aktivitas Gunung Raung terus meningkat. Setelah beberapa hari ini batuk-batuk, gunung berapi yang masih aktif itu mulai memuntahkan abu vulkanik kemarin (4/2). Bahkan, abu dari dalam perut gunung itu sempat menghujani permukiman penduduk yang ada di lereng gunung.

Abu vulkanik yang terlihat tipis, ternyata sudah mulai menyebar sejak Rabu (3/2) pukul 09.00 hingga pukul 11.00. Abu itu mulai menghilang setelah turun hujan deras. ”Abu vulkanik sudah menyebar di perkampungan,” terang Agus Hariyono, 48, warga Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Suara gemuruh juga masih terdengar keras dari puncak gunung. Malahan, suara gemuruh itu menyebabkan getaran yang cukup keras dan terasa hingga berjarak 14 kilometer dari puncak Gunung Raung kemarin (4/2). Warga Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, yang berada di lereng gunung hampir setiap hari merasakan getaran itu. ”Kita sudah biasa mendengar suara gemuruh, sekarang juga ada getaran-getaran,” terangnya.

Baca Juga :  Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Naik Kereta Api

Getaran itu, jelas Agus, membuat kaca rumah sampai bergetar. Namun, belum ada laporan kerusakan seperti halnya rumah roboh akibat getaran yang berasal dari erupsi Gunung Raung tersebut. ”Getaran terasa mulai pagi hingga malam,” ungkapnya.

Kepala PPGA Raung Mukijo menyampaikan, cuaca di sekitar Gunung Raung terpantau mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang. ”Untuk tinggi asap antara 500 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah,” terangnya.

Mukijo menyebut pantulan cahaya api di puncak kawah masih terlihat jelas. Selain itu, juga terdengar gemuruh dari gunung tersebut. ”Sudah mulai ada hujan abu vukanik, dan itu tergantung dari embusan arah angin,” katanya.

Baca Juga :  Desa Sumberarum Dinyatakan Gawat Darurat

Menurut Mukijo, hujan abu vulkanik sudah mulai muncul dan menyebar di permukiman warga yang ada di wilayah Kecamatan Songgon hingga Licin. ”Untuk semburan abu vulkanik tergantung dari tinggi asap yang mengepul, intensitasnya masih ringan. Beruntung saat ini Banyuwangi sering hujan, dan itu memengaruhi semburan abu,” jelasnya. (kri/abi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Dua Motor Tabrakan, Habis Terbakar

Gaya Hidup Pengaruhi Risiko Hipertensi

Budidaya Ikan di Sungai Menjanjikan

Anak-Anak Antusias Jalani Vaksinasi

Artikel Terbaru

/