alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Empat Desa Terendam Banjir

MUNCAR – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun sejak Sabtu pagi (3/2), membuat sejumlah desa yang ada di Kecamatan Muncar dan Kecamatan Cluring dilanda banjir. Hingga kemarin (4/2), debit air akibat meluapnya sungai itu masih tinggi hingga menggenangi rumah warga.

Sejumlah desa yang banjir akibat meluapnya air sungai itu tiga di antaranya di Kecamatan Muncar, yakni Desa Kedungringin, Desa Sumberberas, dan Desa Wringinputih. Sedang satu desa lagi, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Dari sejumlah desa itu, daerah yang paling parah di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas. Di tempat ini, hingga kemarin air masih menggenang dengan ketinggian dada orang dewasa. Rumah milik Misri, 56, sampai terendam. “Yang terendam dan parah itu rumah, karena berada di dataran rendah bekas galian pasir,” cetus Misri.

Baca Juga :  BPD Kebaman Pasrah Tandatangan Dipalsukan

Menurut Misri, banjir di kampungnya itu terjadi sejak turun hujan deras pada Sabtu pagi (3/2) hingga Minggu (4/2) pukul 04.00. “Seharian turun hujan sudah banjir, ini ditambah Minggu,” terangnya.

Misri mengaku rumah yang ditempati ini berada di bekas galian pasir. Dia bersama keluarganya, sudah lama menempati rumahnya itu. “Saat hujan turun dengan deras, saya minta semua keluarga mengungsi ke rumah tetangga, takut banjir,” ungkapnya.

Apa yang ditakutkan itu benar, saat hujan yang turun sejak Sabtu pagi, membuat air menggenang cukup tinggi. Malahan, separo dari bangunan rumahnya terendam banjir. “Sampai sekarang (kemarin), kami masih mengungsi ke rumah tetangga,” terangnya.

Baca Juga :  Kakek Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai

Kepala Desa Sumberberas, Sri Purnanik, mengakui ada rumah milik warganya yang terendam banjir. Air di kampung itu, tingginya hingga dada orang dewasa. “Saya sudah tinjau lokasi untuk mencari jalan keluarnya,” katanya.

Nanik, sapaan Sri Purnanik, menyampaikan untuk membantu warganya yang menjadi korban banjir itu akan melakukan bedah rumah dengan mengalokasikan dana desa. “Untuk masalah ini, kami akan berkoordinasi dengan kecamatan dulu,” cetusnya. (*)

MUNCAR – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun sejak Sabtu pagi (3/2), membuat sejumlah desa yang ada di Kecamatan Muncar dan Kecamatan Cluring dilanda banjir. Hingga kemarin (4/2), debit air akibat meluapnya sungai itu masih tinggi hingga menggenangi rumah warga.

Sejumlah desa yang banjir akibat meluapnya air sungai itu tiga di antaranya di Kecamatan Muncar, yakni Desa Kedungringin, Desa Sumberberas, dan Desa Wringinputih. Sedang satu desa lagi, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Dari sejumlah desa itu, daerah yang paling parah di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas. Di tempat ini, hingga kemarin air masih menggenang dengan ketinggian dada orang dewasa. Rumah milik Misri, 56, sampai terendam. “Yang terendam dan parah itu rumah, karena berada di dataran rendah bekas galian pasir,” cetus Misri.

Baca Juga :  BPD Kebaman Pasrah Tandatangan Dipalsukan

Menurut Misri, banjir di kampungnya itu terjadi sejak turun hujan deras pada Sabtu pagi (3/2) hingga Minggu (4/2) pukul 04.00. “Seharian turun hujan sudah banjir, ini ditambah Minggu,” terangnya.

Misri mengaku rumah yang ditempati ini berada di bekas galian pasir. Dia bersama keluarganya, sudah lama menempati rumahnya itu. “Saat hujan turun dengan deras, saya minta semua keluarga mengungsi ke rumah tetangga, takut banjir,” ungkapnya.

Apa yang ditakutkan itu benar, saat hujan yang turun sejak Sabtu pagi, membuat air menggenang cukup tinggi. Malahan, separo dari bangunan rumahnya terendam banjir. “Sampai sekarang (kemarin), kami masih mengungsi ke rumah tetangga,” terangnya.

Baca Juga :  Sakit Menahun, Meninggal Gantung Diri

Kepala Desa Sumberberas, Sri Purnanik, mengakui ada rumah milik warganya yang terendam banjir. Air di kampung itu, tingginya hingga dada orang dewasa. “Saya sudah tinjau lokasi untuk mencari jalan keluarnya,” katanya.

Nanik, sapaan Sri Purnanik, menyampaikan untuk membantu warganya yang menjadi korban banjir itu akan melakukan bedah rumah dengan mengalokasikan dana desa. “Untuk masalah ini, kami akan berkoordinasi dengan kecamatan dulu,” cetusnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/