alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Konvoi Kelulusan Membawa Kembang Api

SINGOJURUH – Untuk me­luapkan rasa kegembiraan karena lulus sekolah, puluhan siswa SMA nekat melakukan konvoi di jalan raya Desa/Kecamatan Singojuruh, kemarin (3/5). Aksi pelajar SMA dari beberapa sekolah itu, akhirnya dibubarkan oleh anggota kepo­li­sian.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, para siswa itu yang baru dinyatakan lulus sekolah itu, se­kitar pukul 11.00 terlihat ber­kum­pul di RTH Singojuruh, Desa/Ke­ca­matan Singojuruh. “Saya dari SMA, ini mau ikut kumpul bersama teman-teman yang lain,” kata salah satu siswa berinisial AH, 17, di RTH Singojuruh.

Setelah puluhan siswa kumpul, tiba-tiba ada polisi datang. Para siswa yang sempat meng­gelar aksi corat-coret pakaian itu, langsung semburat. “Ada polisi, ayo cepat pergi,” teriak salah se­orang siswa sambil kabur ke arah utara.

Keberadaan konvoi siswa itu, sempat mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Singojuruh. Apa lagi, para siswa itu juga ada yang mem­bawa kembang api dan dihidupkan di sepanjang jalan. Rombongan siswa itu, selanjutnya pecah saat tiba di jalan simpang tiga Desa/Kecamatan Singojuruh. Mereka berpencar karena takut diburu polisi.

Kapolsek Singojuruh AKP Su­mono saat dikonfirmasi mengung­kapkan, perayaan hari kelulusan dengan cara konvoi itu memang dilarang. Menu­rutnya, siswa yang hendak me­luapkan rasa syukur atas kelu­lu­sannya, bisa melakukan dengan ke­giatan positif seperti pengajian atau perpisahan di sekolah. “Kalau ada yang konvoi akan kita bubarkan,” katanya.

SINGOJURUH – Untuk me­luapkan rasa kegembiraan karena lulus sekolah, puluhan siswa SMA nekat melakukan konvoi di jalan raya Desa/Kecamatan Singojuruh, kemarin (3/5). Aksi pelajar SMA dari beberapa sekolah itu, akhirnya dibubarkan oleh anggota kepo­li­sian.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, para siswa itu yang baru dinyatakan lulus sekolah itu, se­kitar pukul 11.00 terlihat ber­kum­pul di RTH Singojuruh, Desa/Ke­ca­matan Singojuruh. “Saya dari SMA, ini mau ikut kumpul bersama teman-teman yang lain,” kata salah satu siswa berinisial AH, 17, di RTH Singojuruh.

Setelah puluhan siswa kumpul, tiba-tiba ada polisi datang. Para siswa yang sempat meng­gelar aksi corat-coret pakaian itu, langsung semburat. “Ada polisi, ayo cepat pergi,” teriak salah se­orang siswa sambil kabur ke arah utara.

Keberadaan konvoi siswa itu, sempat mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Singojuruh. Apa lagi, para siswa itu juga ada yang mem­bawa kembang api dan dihidupkan di sepanjang jalan. Rombongan siswa itu, selanjutnya pecah saat tiba di jalan simpang tiga Desa/Kecamatan Singojuruh. Mereka berpencar karena takut diburu polisi.

Kapolsek Singojuruh AKP Su­mono saat dikonfirmasi mengung­kapkan, perayaan hari kelulusan dengan cara konvoi itu memang dilarang. Menu­rutnya, siswa yang hendak me­luapkan rasa syukur atas kelu­lu­sannya, bisa melakukan dengan ke­giatan positif seperti pengajian atau perpisahan di sekolah. “Kalau ada yang konvoi akan kita bubarkan,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/