alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Sering Rusak, Jalan Simpang Tiga Ibrahimy Kembali Ditambal

GENTENG – Jalan yang penuh lubang di simpang tiga IAI Ibrahimy ke arah barat Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kembali ditambal. Tidak seperti sebelumnya yang menggunakan aspal dingin, kali ini  penambalan yang dilakukan UPTD Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PUCKPP) Wilayah Genteng, itu  menggunakan aspal panas.

Koordinator UPTD Dinas PUCKPP Wilayah Genteng, Thoyib mengatakan dalam penambalan ini memulai dari arah timur. Semua jalan yang berlubang, ditambal menggunakan aspal panas. “Kita siapkan aspal dua dump truck, hari ini tidak selesai, dilanjutkan besuk (hari ini),” katanya. 

Toyib menyebut jalan yang mudah rusak, itu karena air hujan sering menggenang. Meski sudah ada selokan, tapi air tidak bisa mengalir dengan baik. “Perlu ada sedotan, agar air yang menggenang bisa langsung ke selokan,” ujarnya.

Menurut Toyib, jalan yang berlubang mulai dari jalan simpang tiga IAI Ibrahimy hingga jembatan yang berjarak hamper satu kilometer itu, memang sangat banyak. Saat musim hujan, kondisi semakin parah. “Baru kita tambal, ternyata sudah berlubang lagi,” katanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, petugas terlihat menambal jalan yang penuh lubang sejak siang. Usai turun hujan dengan jalan masih basah dan air menggenang, mereka terus melanjutkan menambal jalan dengan aspal panas.(abi)

GENTENG – Jalan yang penuh lubang di simpang tiga IAI Ibrahimy ke arah barat Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kembali ditambal. Tidak seperti sebelumnya yang menggunakan aspal dingin, kali ini  penambalan yang dilakukan UPTD Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PUCKPP) Wilayah Genteng, itu  menggunakan aspal panas.

Koordinator UPTD Dinas PUCKPP Wilayah Genteng, Thoyib mengatakan dalam penambalan ini memulai dari arah timur. Semua jalan yang berlubang, ditambal menggunakan aspal panas. “Kita siapkan aspal dua dump truck, hari ini tidak selesai, dilanjutkan besuk (hari ini),” katanya. 

Toyib menyebut jalan yang mudah rusak, itu karena air hujan sering menggenang. Meski sudah ada selokan, tapi air tidak bisa mengalir dengan baik. “Perlu ada sedotan, agar air yang menggenang bisa langsung ke selokan,” ujarnya.

Menurut Toyib, jalan yang berlubang mulai dari jalan simpang tiga IAI Ibrahimy hingga jembatan yang berjarak hamper satu kilometer itu, memang sangat banyak. Saat musim hujan, kondisi semakin parah. “Baru kita tambal, ternyata sudah berlubang lagi,” katanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, petugas terlihat menambal jalan yang penuh lubang sejak siang. Usai turun hujan dengan jalan masih basah dan air menggenang, mereka terus melanjutkan menambal jalan dengan aspal panas.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/