alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Ibu Kekurangan Energy Kronis, Dua Bayi di Sumberagung Meninggal

RadarBanyuwangi.id – Kabar kurang enak, muncul dari Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Hanya dalam sehari, dua bayi yang baru lahir meninggal secara bersamaan, kemarin (2/4). Satu dari kedua bayi yang meninggal itu, karena sang ibu kekurangan energy kronis (KEK).

Bayi yang meninggal ibunya mengalami kekurangan KEK itu Almahera putri pasangan Alvian dan Yesi yang tinggal di Dusun Rejoagung, RT 5, RW 2, Desa Sumberagung. Bayi ini meninggal di RS Graha Medika, Kecamatan Gambiran. Sedang satu bayi lain yang juga meninggal Yesi putri Pitono dan Suyati di Kampung Jepit, Dusun Rejoagung, RT 9, RW 1, Desa Sumberagung, dan meninggal di RS Al Huda Gambiran. “Saya belum tahu ada dua bayi yang meninggal itu,” terang Kepala Puskesmas Sumberagung, Sugiyanto.

Baca Juga :  Motor Supra vs Beat, Satu Pemotor Tewas

Untuk penanganan dan pendampingan kehamilan dan persalinan, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal. Secara umum, setiap dusun di tiga desa yang menjadi wilayah kerjanya, meliputi Desa Sumberagung, Kandangan, dan Sarongan, sudah memiliki bidan. Dan bidan ini yang akan melakukan pendampingan pada ibu mengandung. “Sebenarnya dua-duanya indikator, tapi lebih fokus pada ibu,” jelasnya.

Untuk kematian bayi, banyak faktor yang menyertai, mulai dari umur bayi saat dilahirkan, proses persalinan, hingga adanya gejala bawaan pada bayi. “Melahirkan di rumah sakit kok meninggal, padahal ada ahlinya, ini mungkin ada kelainan,” katanya.

Selain itu, jelas dia, meninggalnya bayi itu juga bisa disebabkan pemenuhan gizi. Untuk memastikan itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat kondisi ibu sejak awal mengandung melalui buku KIA. “Bisa jadi juga faktor gizi,” jelasnya.

Baca Juga :  Awasi Kampus Berpaham Radikal

Salah satu kader Posyandu di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Nur Hidayah,  44, mengatakan bayi dari keluarga di Kampung Jepit yang meninggal itu bayi kembar laki-laki dan perempuan. Bayi kembar itu, yang berkelamin perempuan perempuan. “Bayi kembar ini lahirnya beberapa hari lalu, tapi baru meninggal,” jelasnya.

Untuk bayi Almahera, jelas dia, sejak awal sudah memberikan edukasi kepada orang tua. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ibu bayi mengalami kekurangan KEK, yakni saat kehamilan empat bulan sang ibu memiliki kondisi lingkar lengan di bawah 24 centimeter. Padahal, standarnya 24.5 centimeter atau di atasnya. “Ada kondisi KEK, sejak awal sudah kita beritahu ,” jelasnya.

RadarBanyuwangi.id – Kabar kurang enak, muncul dari Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Hanya dalam sehari, dua bayi yang baru lahir meninggal secara bersamaan, kemarin (2/4). Satu dari kedua bayi yang meninggal itu, karena sang ibu kekurangan energy kronis (KEK).

Bayi yang meninggal ibunya mengalami kekurangan KEK itu Almahera putri pasangan Alvian dan Yesi yang tinggal di Dusun Rejoagung, RT 5, RW 2, Desa Sumberagung. Bayi ini meninggal di RS Graha Medika, Kecamatan Gambiran. Sedang satu bayi lain yang juga meninggal Yesi putri Pitono dan Suyati di Kampung Jepit, Dusun Rejoagung, RT 9, RW 1, Desa Sumberagung, dan meninggal di RS Al Huda Gambiran. “Saya belum tahu ada dua bayi yang meninggal itu,” terang Kepala Puskesmas Sumberagung, Sugiyanto.

Baca Juga :  Linmas Desa Barurejo Diberi Penyuluhan Amankan Pilgub

Untuk penanganan dan pendampingan kehamilan dan persalinan, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal. Secara umum, setiap dusun di tiga desa yang menjadi wilayah kerjanya, meliputi Desa Sumberagung, Kandangan, dan Sarongan, sudah memiliki bidan. Dan bidan ini yang akan melakukan pendampingan pada ibu mengandung. “Sebenarnya dua-duanya indikator, tapi lebih fokus pada ibu,” jelasnya.

Untuk kematian bayi, banyak faktor yang menyertai, mulai dari umur bayi saat dilahirkan, proses persalinan, hingga adanya gejala bawaan pada bayi. “Melahirkan di rumah sakit kok meninggal, padahal ada ahlinya, ini mungkin ada kelainan,” katanya.

Selain itu, jelas dia, meninggalnya bayi itu juga bisa disebabkan pemenuhan gizi. Untuk memastikan itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat kondisi ibu sejak awal mengandung melalui buku KIA. “Bisa jadi juga faktor gizi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bersatu Lawa Korona, Warga Desa Ringintelu Bagi-bagi Vitamin

Salah satu kader Posyandu di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Nur Hidayah,  44, mengatakan bayi dari keluarga di Kampung Jepit yang meninggal itu bayi kembar laki-laki dan perempuan. Bayi kembar itu, yang berkelamin perempuan perempuan. “Bayi kembar ini lahirnya beberapa hari lalu, tapi baru meninggal,” jelasnya.

Untuk bayi Almahera, jelas dia, sejak awal sudah memberikan edukasi kepada orang tua. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ibu bayi mengalami kekurangan KEK, yakni saat kehamilan empat bulan sang ibu memiliki kondisi lingkar lengan di bawah 24 centimeter. Padahal, standarnya 24.5 centimeter atau di atasnya. “Ada kondisi KEK, sejak awal sudah kita beritahu ,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/