alexametrics
24.9 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Petani Bersih-Bersih Sedimen Sungai

SEMPU – Para petani yang tergabung dalam himpunan petani pengguna air (HIPPA), gotong royong membersihkan sedimen berupa material pasir dan lumpur yang menumpuk di Sungai Intek, Dam Agul-agul, Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa (1/3).

Bersih-bersih sedimen yang ketinggiannya sampai 30 centimeter itu, dilakukan agar jalannya air menuju sawah milik petani bisa lebih maksimal. “Sedimen tinggi menyebabkan air tidak lancar, ini karena sering hujan hingga air banyak membawa material,” ucap Koordinator Sumber Daya Ari (Korsda) Srono, Supandi, 56, pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Supandi, sedimen berupa pasir, lumpur, hingga ranting pohon kerap menumpuk di sekitar Dam Agul-agul. “Sedimennya kiriman dari atas, kalau tidak dibersihkan, daya tampung air jadi berkurang, dan jalannya air juga terhambat” cetusnya.

Selain itu, terang dia, air di Sungai Intek bisa meluap sewaktu-waktu apabila debit air tinggi lantaran hujan deras. “Sedimen pasir dan kerikil itu menyebabkan pendangkalan sungai, dan itu yang menyebabkan air meluap,” tuturnya.

Tidak hanya sedimen pasir, sampah-sampah rumah tangga juga sering menumpuk di Dam Agul-agul. Ini menunjukkan minimnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama terhadap sungai. Padahal, pihaknya sering melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Para juru air sudah komunikasi dengan HIPPA agar ikut mengimbau ke masyarakat,” ungkapnya.

Supandi berharap masyarakat bisa sadar, sekaligus menghargai orang lain yang terdampak sampah itu. Warga yang menggunakan sungai untuk keperluan mencuci dan pengairan sawah, sangat terganggu dengan kiriman sampah itu. “Pedulilah dengan yang membersihkan, jangan buang sampah ke sungai,”  pungkasnya.(sas/abi)

SEMPU – Para petani yang tergabung dalam himpunan petani pengguna air (HIPPA), gotong royong membersihkan sedimen berupa material pasir dan lumpur yang menumpuk di Sungai Intek, Dam Agul-agul, Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa (1/3).

Bersih-bersih sedimen yang ketinggiannya sampai 30 centimeter itu, dilakukan agar jalannya air menuju sawah milik petani bisa lebih maksimal. “Sedimen tinggi menyebabkan air tidak lancar, ini karena sering hujan hingga air banyak membawa material,” ucap Koordinator Sumber Daya Ari (Korsda) Srono, Supandi, 56, pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Supandi, sedimen berupa pasir, lumpur, hingga ranting pohon kerap menumpuk di sekitar Dam Agul-agul. “Sedimennya kiriman dari atas, kalau tidak dibersihkan, daya tampung air jadi berkurang, dan jalannya air juga terhambat” cetusnya.

Selain itu, terang dia, air di Sungai Intek bisa meluap sewaktu-waktu apabila debit air tinggi lantaran hujan deras. “Sedimen pasir dan kerikil itu menyebabkan pendangkalan sungai, dan itu yang menyebabkan air meluap,” tuturnya.

Tidak hanya sedimen pasir, sampah-sampah rumah tangga juga sering menumpuk di Dam Agul-agul. Ini menunjukkan minimnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama terhadap sungai. Padahal, pihaknya sering melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Para juru air sudah komunikasi dengan HIPPA agar ikut mengimbau ke masyarakat,” ungkapnya.

Supandi berharap masyarakat bisa sadar, sekaligus menghargai orang lain yang terdampak sampah itu. Warga yang menggunakan sungai untuk keperluan mencuci dan pengairan sawah, sangat terganggu dengan kiriman sampah itu. “Pedulilah dengan yang membersihkan, jangan buang sampah ke sungai,”  pungkasnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/