alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Musim Hujan Tiba, Produksi Jamur Tiram Meningkat Pesat

JawaPos.com – Musim penghujan menjadi keberuntungan bagi para pembudidaya tanaman jamur tiram. Sebab, hasil produksinya bisa meningkat hingga mencapai 70 persen.

Salah satu pembudidaya jamur tiram Muhammad Kurniawan, 35, warga Dusun Krajan, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung mengaku saat ini ketiban berkah. Curah hujan tinggi, membuat kelembapan jamur terjaga, dan itu membuat tanaman tumbuh subur dan produktif. “Suburnya tanaman jamur berimbas pada meningkatnya hasil panen. Saat ini produksi jamur meningkat hingga 70 persen,” ujarnya.

Pada musim kemarau, terang dia, 10 ribu baglog yang dibuat tempat tumbuh jamur menghasilkan jamur sebanyak 10 kilogram. Tapi di musim penghujan ini, mampu memanen hingga 15 kilogram setiap hari. Hasil panen yang meningkat itu, dianggap cukup menggembirakan. Apalagi harga di pasaran juga stabil. “Saat ini harga jamur tiram dikisaran Rp 9000 hingga Rp 10 ribu per kilogram,” cetusnya.

Selain membuat subur, musim hujan yang ekstrim sebenarnya juga berbahaya bagi pembudidaya jamur. Sebab jamur bisa mati. Bila hujan lebih dari empat hari berturut turut, maka tempat budidaya jamur harus diberi angina cukup agar suhu bisa bertahan pada 16 derajat celcius hingga 24 celcius. “Agar jamur tidak membusuk, perlu diberi udara segar,” katanya.

Budidaya jamur, terang dia, bisa menjadi usaha alternatif di masa pandemi. Sebab, cara budidayanya relatif mudah. Hanya menyedikan tempat untuk tanaman jamur dengan disusun bertingkat hingga tidak memakan tempat. “Jika mau usaha perlu ketelatenan, jangan menyerah saat harga anjlok,” ujarnya.

JawaPos.com – Musim penghujan menjadi keberuntungan bagi para pembudidaya tanaman jamur tiram. Sebab, hasil produksinya bisa meningkat hingga mencapai 70 persen.

Salah satu pembudidaya jamur tiram Muhammad Kurniawan, 35, warga Dusun Krajan, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung mengaku saat ini ketiban berkah. Curah hujan tinggi, membuat kelembapan jamur terjaga, dan itu membuat tanaman tumbuh subur dan produktif. “Suburnya tanaman jamur berimbas pada meningkatnya hasil panen. Saat ini produksi jamur meningkat hingga 70 persen,” ujarnya.

Pada musim kemarau, terang dia, 10 ribu baglog yang dibuat tempat tumbuh jamur menghasilkan jamur sebanyak 10 kilogram. Tapi di musim penghujan ini, mampu memanen hingga 15 kilogram setiap hari. Hasil panen yang meningkat itu, dianggap cukup menggembirakan. Apalagi harga di pasaran juga stabil. “Saat ini harga jamur tiram dikisaran Rp 9000 hingga Rp 10 ribu per kilogram,” cetusnya.

Selain membuat subur, musim hujan yang ekstrim sebenarnya juga berbahaya bagi pembudidaya jamur. Sebab jamur bisa mati. Bila hujan lebih dari empat hari berturut turut, maka tempat budidaya jamur harus diberi angina cukup agar suhu bisa bertahan pada 16 derajat celcius hingga 24 celcius. “Agar jamur tidak membusuk, perlu diberi udara segar,” katanya.

Budidaya jamur, terang dia, bisa menjadi usaha alternatif di masa pandemi. Sebab, cara budidayanya relatif mudah. Hanya menyedikan tempat untuk tanaman jamur dengan disusun bertingkat hingga tidak memakan tempat. “Jika mau usaha perlu ketelatenan, jangan menyerah saat harga anjlok,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/