alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Pembelian BBM Lewat Aplikasi Dinilai Menyusahkan dan Bikin Ribet

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Pemerintah akan memberlakukan kebijakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite menggunakan aplikasi My Pertamina. Kebijakan itu, bertujuan pembelian BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian bahan Bakar Umum (SPBU) tepat sasaran.

Untuk kebijakan itu, rencananya akan dilakukan uji coba di 11 kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Provinsi Jawa Timur masih belum diberlakukan uji coba,” terang kepala admin SPBU Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Agus Faisal.

Agus mengaku belum tahu kapan akan diberlakukan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Di 11 kota itu, juga masih uji coba dan akan dievaluasi efektivitas dari kebijakan tersebut. Bila tidak efektif, kemungkinan tidak jadi diberlakukan. “Kita lihat bagaimana hasil dari uji coba tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Janda Jualan Pil Koplo Dibekuk Polisi

Menurut Agus, bila diperlakukan penggunaan aplikasi setiap pembelian BBM jenis pertalite dan solar, maka setiap pemilik kendaraan harus mendaftarkan nomor mesinnya melalui website My Pertamina. Dan itu, akan diketahui kendaraan itu termasuk penerima BBM subsidi atau bukan. “Ada kendaraan roda dua atau lebih yang tidak diperkenankan membeli BBM subsidi, itu sistemnya sudah diatur secara otomatis, masyarakat tinggal mendaftar nanti akan tahu hasilnya,” terangnya.

Hanya saja, lanjut dia, pemberlakukan sistem ini berpotensi akan semakin ribet, khusunya bagi masyarakat yang tidak terbiasa dengan pembayaran model seperti ini. Menurutnya, masyarakat akan kesusahan karena harus mendaftar dulu dan mengisi saldo di aplikasi My Pertamina dalam pembayaran di SPBU. “Terkadang saat melakukan pengisian saldo akan dikenakan biaya administrasi,” terangnya.

Baca Juga :  Polisi Peringatkan Pemilik Counter HP Tidak Beli Barang Curian

Apabila kebijakan ini benar-benar diberlakukan, masih kata dia, masyarakat membutuhkan waktu lebih lama agar terbiasa dengan pembayaran seperti di My Pertamina. Karena hampir seluruh penerima BBM bersubsidi, itu golongan masyarakat menengah ke bawah yang belum terbiasa melakukan pembayaran secara online atau elektronik. “Apalagi orang tua yang tidak terbiasa dengan smartphone,” jelasnya.(mg5/abi)

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Pemerintah akan memberlakukan kebijakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite menggunakan aplikasi My Pertamina. Kebijakan itu, bertujuan pembelian BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian bahan Bakar Umum (SPBU) tepat sasaran.

Untuk kebijakan itu, rencananya akan dilakukan uji coba di 11 kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Provinsi Jawa Timur masih belum diberlakukan uji coba,” terang kepala admin SPBU Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Agus Faisal.

Agus mengaku belum tahu kapan akan diberlakukan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Di 11 kota itu, juga masih uji coba dan akan dievaluasi efektivitas dari kebijakan tersebut. Bila tidak efektif, kemungkinan tidak jadi diberlakukan. “Kita lihat bagaimana hasil dari uji coba tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Manfaat dan Tips Memilih HRIS System Sesuai Kebutuhan Perusahaan

Menurut Agus, bila diperlakukan penggunaan aplikasi setiap pembelian BBM jenis pertalite dan solar, maka setiap pemilik kendaraan harus mendaftarkan nomor mesinnya melalui website My Pertamina. Dan itu, akan diketahui kendaraan itu termasuk penerima BBM subsidi atau bukan. “Ada kendaraan roda dua atau lebih yang tidak diperkenankan membeli BBM subsidi, itu sistemnya sudah diatur secara otomatis, masyarakat tinggal mendaftar nanti akan tahu hasilnya,” terangnya.

Hanya saja, lanjut dia, pemberlakukan sistem ini berpotensi akan semakin ribet, khusunya bagi masyarakat yang tidak terbiasa dengan pembayaran model seperti ini. Menurutnya, masyarakat akan kesusahan karena harus mendaftar dulu dan mengisi saldo di aplikasi My Pertamina dalam pembayaran di SPBU. “Terkadang saat melakukan pengisian saldo akan dikenakan biaya administrasi,” terangnya.

Baca Juga :  Janda Jualan Pil Koplo Dibekuk Polisi

Apabila kebijakan ini benar-benar diberlakukan, masih kata dia, masyarakat membutuhkan waktu lebih lama agar terbiasa dengan pembayaran seperti di My Pertamina. Karena hampir seluruh penerima BBM bersubsidi, itu golongan masyarakat menengah ke bawah yang belum terbiasa melakukan pembayaran secara online atau elektronik. “Apalagi orang tua yang tidak terbiasa dengan smartphone,” jelasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/