alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Muncul Klaster Pesantren, 19 Santri Positif Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Belasan santri di Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh harus menjalani isolasi mandiri di pesantrennya. Dari hasil pemeriksaan rapid antigen yang dilakukan petugas Puskesmas Singojuruh, mereka dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Dari keterangan kepala Puskesmas Singojuruh, Supriyadi Bintoro, proses isolasi mandiri para santri di Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, sebenarnya sudah diawali sejak Selasa (22/6). Saat itu, pihaknya melakukan tracing dan pemeriksaan terhadap sejumlah santri. “Saat itu ada satu santri yang positif,” terangnya.

Dengan ditemukan santri yang positif terpapar Covid-19, jelas dia, petugas Puskesmas Singojuruh terus melakukan tracing pada santri lainnya. Dan mereka, juga dilakukan tes rapid antigen. “Yang kena cukup banyak, pada Kamis malam (24/6) dilakukan lockdown,” kata Supriyadi kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Polsek Srono juga Safari Ramadhan

Para santri yang positif Covid-19 itu, jelas dia, kondisinya cukup baik. Mereka termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dengan gejala ringan seperti batuk dan pilek. “Setiap hari diperiksa tim surveilans, gejala ringan, mereka itu masih anak-anak dan kuat,” jelasnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Camat Singojuruh, Trisetia Supriyanto mengaku bersyukur hingga saat ini kondisi para santri terpantau sangat baik. Para santri yang dinyatakan positif Covid-19, juga tidak menunjukkan kondisi yang buruk. “Jumlah santri yang terpapar virus korona itu ada 19 orang,” sebutnya.

Para santri di Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin di Desa Padang itu, saat ini untuk kebutuhan makan sehari-hari ditanggung oleh pesantren. Selain itu, juga dibantu oleh warga sekitar. “Untuk makan pagi dan malam dikirim warga sekitar, makan siang dari dalam pesantren,” ungkapnya.

Baca Juga :  Berbagi Tips Kelola Stres

Dana yang digunakan untuk kebutuhan santri selama lockdown ini, Tri menyebut berasal dari pemerintah desa, SMK, dan donasi warga. “Sumbernya dari mana-mana,” jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Belasan santri di Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh harus menjalani isolasi mandiri di pesantrennya. Dari hasil pemeriksaan rapid antigen yang dilakukan petugas Puskesmas Singojuruh, mereka dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Dari keterangan kepala Puskesmas Singojuruh, Supriyadi Bintoro, proses isolasi mandiri para santri di Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, sebenarnya sudah diawali sejak Selasa (22/6). Saat itu, pihaknya melakukan tracing dan pemeriksaan terhadap sejumlah santri. “Saat itu ada satu santri yang positif,” terangnya.

Dengan ditemukan santri yang positif terpapar Covid-19, jelas dia, petugas Puskesmas Singojuruh terus melakukan tracing pada santri lainnya. Dan mereka, juga dilakukan tes rapid antigen. “Yang kena cukup banyak, pada Kamis malam (24/6) dilakukan lockdown,” kata Supriyadi kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Nelayan Pancer Berharap SPDN Segera Beroperasi

Para santri yang positif Covid-19 itu, jelas dia, kondisinya cukup baik. Mereka termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dengan gejala ringan seperti batuk dan pilek. “Setiap hari diperiksa tim surveilans, gejala ringan, mereka itu masih anak-anak dan kuat,” jelasnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Camat Singojuruh, Trisetia Supriyanto mengaku bersyukur hingga saat ini kondisi para santri terpantau sangat baik. Para santri yang dinyatakan positif Covid-19, juga tidak menunjukkan kondisi yang buruk. “Jumlah santri yang terpapar virus korona itu ada 19 orang,” sebutnya.

Para santri di Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin di Desa Padang itu, saat ini untuk kebutuhan makan sehari-hari ditanggung oleh pesantren. Selain itu, juga dibantu oleh warga sekitar. “Untuk makan pagi dan malam dikirim warga sekitar, makan siang dari dalam pesantren,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cegah Biopolitik Vaksin, Airlangga: Vaccine Nationalism Lebih Penting

Dana yang digunakan untuk kebutuhan santri selama lockdown ini, Tri menyebut berasal dari pemerintah desa, SMK, dan donasi warga. “Sumbernya dari mana-mana,” jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/