alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Baliho milik Sekolah Ikut Digaruk

SRONO – Anggota Satpol PP Kecamatan Srono semakin gencar menertibkan banner liar yang ada di wilayahnya. Baliho milik panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang tidak mengantongi izin, tidak luput dari incarannya, Kamis (31/5).

Banner berisi promo produk, juga banyak yang diturunkan paksa karena dianggap illegal atau menyalahi ketentuan yang ada. “Kita sudah tertibkan tapi masih banyak banner yang baru dipasang,” ujar Koordinator Satpol PP Kecamatan Srono, Sundono.

Dalam razia yang dilakukan ini, terang dia, sasarannya semua baliho dan banner yang tidak memiliki izin. Pengumuman PPDB milik sekolah yang tidak ada izinnya, juga diturunkan paksa. “Ada sekitar 30 banner yang terpaksa kita tertibkan,” katanya.

Puluhan banner yang diaman­kan itu, terang dia, kebanyakan banner rokok dan promo produk. Untuk banner rokok, kebanyakan disita dari warung atau rumah makan. “Warung kuga kita tertib­kan,” cetusnya.

Jika ada warung yang didapati memakai banner rokok sebagai penutup, masih kata dia, pemilik warung itu diminta untuk meng­ganti. Banner itu selanjutnya diambil dan diamankan di kantor Kecamatan Srono. “Semua ban­ner dan spanduk diamankan di kantor,” ungkapnya.

Dalam operasi itu, anggota menyusuri sepanjang jalan Provinsi mulai Kecamatan Srono, Cluring, dan Purwoharjo. “Ope­rasi ini akan kita lakukan setiap hari selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.

SRONO – Anggota Satpol PP Kecamatan Srono semakin gencar menertibkan banner liar yang ada di wilayahnya. Baliho milik panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang tidak mengantongi izin, tidak luput dari incarannya, Kamis (31/5).

Banner berisi promo produk, juga banyak yang diturunkan paksa karena dianggap illegal atau menyalahi ketentuan yang ada. “Kita sudah tertibkan tapi masih banyak banner yang baru dipasang,” ujar Koordinator Satpol PP Kecamatan Srono, Sundono.

Dalam razia yang dilakukan ini, terang dia, sasarannya semua baliho dan banner yang tidak memiliki izin. Pengumuman PPDB milik sekolah yang tidak ada izinnya, juga diturunkan paksa. “Ada sekitar 30 banner yang terpaksa kita tertibkan,” katanya.

Puluhan banner yang diaman­kan itu, terang dia, kebanyakan banner rokok dan promo produk. Untuk banner rokok, kebanyakan disita dari warung atau rumah makan. “Warung kuga kita tertib­kan,” cetusnya.

Jika ada warung yang didapati memakai banner rokok sebagai penutup, masih kata dia, pemilik warung itu diminta untuk meng­ganti. Banner itu selanjutnya diambil dan diamankan di kantor Kecamatan Srono. “Semua ban­ner dan spanduk diamankan di kantor,” ungkapnya.

Dalam operasi itu, anggota menyusuri sepanjang jalan Provinsi mulai Kecamatan Srono, Cluring, dan Purwoharjo. “Ope­rasi ini akan kita lakukan setiap hari selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/