alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Kondisi Farel Semakin Lemah

SEMPU – Muhammad Farel Bagaskara asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu yang sudah enam hari menjalani perawatan di RS Dr Soetomo, Surabaya, kondisinya semakin lemas. Dari matanya, terus mengeluarkan darah, kemarin (1/5).

Kondisi Farel yang terus memburuk itu, membuat dokter yang menangani tidak berani melakukan operasi. Tim medis yang merawat, hanya melakukan tranfusi darah. “Kondisinya semakin lemas, dokter belum bisa melakukan operasi,” ujar Hariyanto, salah satu keluarga yang mendampingi Farel.

Farel sudah enam hari menjalani perawatan intensif di RS Dr. Soetomo Surabaya dengan ditangani para dokter spesialis mata. “Matanya terus mengeluarkan darah, makanya transfusi darah juga terus dilakukan,” katanya.

Sampai kemarin (1/5), lanjut dia, Farel sudah habis 17 kantong darah. Karena terlalu banyak darah yang dikeluarkan dari matanya, kondisi siswa SDN 2 Sempu itu sempat drop. “Setiap hari bisa membutuhkan tiga kantong darah,” cetusnya.

Ayah Farel, Supriyadi mengaku pasrah kepada tim medis yang menangani anaknya. Para dokter yang menangani, memintanya untuk menunggu sampai kondisi Farel membaik. “Saya pasrah apa kata dokter,” katanya.

Supriyadi berharap Farel cepat dilakukan penanganan yang serius hingga bisa segera sembuh. Untuk biaya, dirinya juga hanya bisa pasrah pada para donatur. “Selama ini banyak yang sudah membantu, baru-baru ini dari sahabat Reni Farida,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan harian sebelumnya, Muhammad Bagas Farel asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu yang mengidap penyakit tumor mata, akhirnya dirujuk ke RS Dr. Soetomo, Surabaya, Senin sore (23/4). Sebelumnya, siswa SDN 2 Sempu itu menjalani perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Farel dirujuk ke Surabaya itu, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Senin (23/4), berangkat dari rumah orang tuanya sekitar pukul 15.30 dengan mengendarai mobil dari lembaga perlindungan konsumen (LPK) Barata Banyuwangi. “Setelah mendapat rujukan dari dokter poli mata RSUD Blambangan, kita langsung menjemput pasien untuk dibawa ke RS Dr. Soetomo, Surabaya,” kata ketua LPK, Martin Marbun

SEMPU – Muhammad Farel Bagaskara asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu yang sudah enam hari menjalani perawatan di RS Dr Soetomo, Surabaya, kondisinya semakin lemas. Dari matanya, terus mengeluarkan darah, kemarin (1/5).

Kondisi Farel yang terus memburuk itu, membuat dokter yang menangani tidak berani melakukan operasi. Tim medis yang merawat, hanya melakukan tranfusi darah. “Kondisinya semakin lemas, dokter belum bisa melakukan operasi,” ujar Hariyanto, salah satu keluarga yang mendampingi Farel.

Farel sudah enam hari menjalani perawatan intensif di RS Dr. Soetomo Surabaya dengan ditangani para dokter spesialis mata. “Matanya terus mengeluarkan darah, makanya transfusi darah juga terus dilakukan,” katanya.

Sampai kemarin (1/5), lanjut dia, Farel sudah habis 17 kantong darah. Karena terlalu banyak darah yang dikeluarkan dari matanya, kondisi siswa SDN 2 Sempu itu sempat drop. “Setiap hari bisa membutuhkan tiga kantong darah,” cetusnya.

Ayah Farel, Supriyadi mengaku pasrah kepada tim medis yang menangani anaknya. Para dokter yang menangani, memintanya untuk menunggu sampai kondisi Farel membaik. “Saya pasrah apa kata dokter,” katanya.

Supriyadi berharap Farel cepat dilakukan penanganan yang serius hingga bisa segera sembuh. Untuk biaya, dirinya juga hanya bisa pasrah pada para donatur. “Selama ini banyak yang sudah membantu, baru-baru ini dari sahabat Reni Farida,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan harian sebelumnya, Muhammad Bagas Farel asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu yang mengidap penyakit tumor mata, akhirnya dirujuk ke RS Dr. Soetomo, Surabaya, Senin sore (23/4). Sebelumnya, siswa SDN 2 Sempu itu menjalani perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Farel dirujuk ke Surabaya itu, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Senin (23/4), berangkat dari rumah orang tuanya sekitar pukul 15.30 dengan mengendarai mobil dari lembaga perlindungan konsumen (LPK) Barata Banyuwangi. “Setelah mendapat rujukan dari dokter poli mata RSUD Blambangan, kita langsung menjemput pasien untuk dibawa ke RS Dr. Soetomo, Surabaya,” kata ketua LPK, Martin Marbun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/