alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Warga Luruk Rumah Mantan Ketua BPD

GLENMORE – Puluhan warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, mendatangi rumah mantan ketua BPD, Yudianto di RT 2, RW 4, Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo kemarin sore (1/2). Sayangnya, mereka tidak bisa ketemu karena yang dicari itu sedang bepergia.

Warga hanya ditemui Ida, istri Yudianto. Karena orang yang dicari tidak ada, maka warga itu langsung membubarkan diri. “Warga datang dengan baik, katanya ingin klari­fikasi,” terang Ida pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Ida, kedatangan warga ke rumahnya itu diduga karena ada laporan terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Kepala Desa Sumbergondo atas pendirian tower selular di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo. Akibat laporan itu, sejumlah warga diperiksa oleh Polres Banyuwangi. “Ada yang curiga pelapornya itu suami saya, padahal itu tidak benar,” katanya.

Baca Juga :  Tiket De Djawatan Tanpa Porporasi

Ida mengaku juga sempat menjalani pemeriksaan di polres terkait dugaan gratifikasi itu. Soal parcel yang diduga hasil dari pemberian pendirian tower seluler, keluarganya juga menerima. “Lha kok mengira Pak Yudi (Yudianto) yang lapor, padahal saya sendiri juga diperiksa,” ungkapnya seraya menyebut suaminya sedang berada di luar kota.

Sementra itu, Kepala Desa Sumbergondo Norman Iswandi, mengungkapkan warga mungkin kesal karena beberapa waktu yang lalu muncul dinamika di desanya, yakni adanya oknum yang melaporkan dirinya menerima gratifikasi dalam pendirian tower. Akibat laporan itu, dia dan sejumlah warga menjalani pemeriksaan oleh kepolisaian. “Saya sudah diperiksa setengah bulan lalu, sekarang warga yang mulai diperiksa,” katanya.

Norman membeberkan di desanya memang ada pendirian tower, yakni di Dusun Salamrejo. Dalam pendirian itu, pihak pengelola tower saat akan Lebaran lalu menyerahkan bingkisan sebanyak 200 parcel dengan nilai Rp 15 juta. Parcel itu dibagikan kepada warga seperti, RT, RW, Kader Posyandu. “Saya menerima Rp 15 juta dan dibagikan pada warga dalam bentuk parcel, proses ini atas persetujuan BPD,” ujarnya.

Baca Juga :  Orgil Ganggu Kenyamanan Pengunjung RTH

Norman mengungkapkan persoalan parcel ini tidak hanya persetujuan BPD, tapi juga diketahui oleh kantor Kecamatan Glenmore. “Pak camat juga tahu soal bagi-bagi parcel ini,” katanya.

Ditanya soal warga yang mendatangi rumah Yudianto, Norman mengaku berdasarakan informasi yang diterima warga ingin menanyakan siapa penggagas laporan itu. “Warga itu mau minta klarifikasi, kenapa parcel kok dilaporkan dan warga diperiksa,” jelasnya. (*)

GLENMORE – Puluhan warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, mendatangi rumah mantan ketua BPD, Yudianto di RT 2, RW 4, Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo kemarin sore (1/2). Sayangnya, mereka tidak bisa ketemu karena yang dicari itu sedang bepergia.

Warga hanya ditemui Ida, istri Yudianto. Karena orang yang dicari tidak ada, maka warga itu langsung membubarkan diri. “Warga datang dengan baik, katanya ingin klari­fikasi,” terang Ida pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Ida, kedatangan warga ke rumahnya itu diduga karena ada laporan terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Kepala Desa Sumbergondo atas pendirian tower selular di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo. Akibat laporan itu, sejumlah warga diperiksa oleh Polres Banyuwangi. “Ada yang curiga pelapornya itu suami saya, padahal itu tidak benar,” katanya.

Baca Juga :  Derita Stroke, Kakek 88 Tahun Dibawa ke Yayasan Sosial

Ida mengaku juga sempat menjalani pemeriksaan di polres terkait dugaan gratifikasi itu. Soal parcel yang diduga hasil dari pemberian pendirian tower seluler, keluarganya juga menerima. “Lha kok mengira Pak Yudi (Yudianto) yang lapor, padahal saya sendiri juga diperiksa,” ungkapnya seraya menyebut suaminya sedang berada di luar kota.

Sementra itu, Kepala Desa Sumbergondo Norman Iswandi, mengungkapkan warga mungkin kesal karena beberapa waktu yang lalu muncul dinamika di desanya, yakni adanya oknum yang melaporkan dirinya menerima gratifikasi dalam pendirian tower. Akibat laporan itu, dia dan sejumlah warga menjalani pemeriksaan oleh kepolisaian. “Saya sudah diperiksa setengah bulan lalu, sekarang warga yang mulai diperiksa,” katanya.

Norman membeberkan di desanya memang ada pendirian tower, yakni di Dusun Salamrejo. Dalam pendirian itu, pihak pengelola tower saat akan Lebaran lalu menyerahkan bingkisan sebanyak 200 parcel dengan nilai Rp 15 juta. Parcel itu dibagikan kepada warga seperti, RT, RW, Kader Posyandu. “Saya menerima Rp 15 juta dan dibagikan pada warga dalam bentuk parcel, proses ini atas persetujuan BPD,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiket De Djawatan Tanpa Porporasi

Norman mengungkapkan persoalan parcel ini tidak hanya persetujuan BPD, tapi juga diketahui oleh kantor Kecamatan Glenmore. “Pak camat juga tahu soal bagi-bagi parcel ini,” katanya.

Ditanya soal warga yang mendatangi rumah Yudianto, Norman mengaku berdasarakan informasi yang diterima warga ingin menanyakan siapa penggagas laporan itu. “Warga itu mau minta klarifikasi, kenapa parcel kok dilaporkan dan warga diperiksa,” jelasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/