Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Genteng
icon featured
Genteng

Tetangga Sering Mencuri, Puluhan Warga Datangi Kantor Desa

01 Desember 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Tetangga Sering Mencuri, Puluhan Warga Datangi Kantor Desa

KLIR: Kepala Desa Tegalsari Boniran bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa menemui warga di kantor desanya, Senin (29/11). (Erji for RadarBanyuwangi.id)

Share this      

GENTENG – Puluhan warga Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi,  mendatangi kantor desanya, Senin siang (29/11). Mereka menuntut Nasir alias Poniran, 51, diusir dari desa karena diduga sering mencuri.

Juru bicara warga, H. Lukman Hakim mengatakan kedatangannya ke kantor desa, karena selama ini warga, terutama yang tinggal di Dusun Krajan, RT 12, RW 1, merasa jengkel dengan Nasir yang sring meresahkan warga. “Warga ingin Nasir dan keluarganya keluar dari desa,” katanya.

Menurut Lukman, selama ini warga sering memergoki Nasir melakukan pencurian barang milik tetangga. Warga sengaja tidak melaporkan ke polisi karena berharap bisa berhenti sendiri. “Hanya diingatkan, karena tetangga sendiri juga,” ujarnya.

Baca juga: Pembelajaran SDN 7 Tegalharjo Pindah ke Kantor Kecamatan

Kesabaran warga seolah hilang saat Nasir tertangkap melakukan pencurian jeruk di persawahan timur sungai Kalisetail pada Sabtu (6/11) lalu. Saat itu, sempat dibawa ke kantor desa untuk dilakukan pembinaan. “Nasir diberi hukuman grasat 50 rit dan minta maaf,” ungkapnya.

Yang membuat warga semakin marah, Nasir pada esuk harinya datang ke kantor polisi dan melaporkan tindak kekerasan yang menimpanya. “Laporan Nasir dicabut tapi denda membayar grasat 50 rit juga dibatalkan,” jelasnya.

Kepala Desa Tegalsari, Boniran menyampaikan  pemerintah desa hanya sebagai mediator dan berdiri di tengah. Pihaknya hanya menekankan agar semua persoalan diselesaikan tanpa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. “Saya menerima permintaan warga itu,” katanya.

Kapolsek Tegalsari, AKP Puji Wahyono melalui Kanitreskrim Ipda Gatot Kukuh Suryawan menjelaskan Nasir memang pernah melaporkan penganiayaan, tapi dicabut lagi. “Pernah melaporkan (penganiayaan), tapi sudah dicabut,” jelasnya.

Terkait desakan warga agar Nasir pindah dari Desa Tegalsari, Ipda Gatot menyebut dari obrolannya dengan Nasir yang bersangkutan menyadari dan akan pindah dari tempat tinggalnya. “Sudah disampaikan, dia ada kesediaan mau pindah,” terangnya. (abi)

(bw/sli/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia