alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Prajurit Divif 2 Kostrad Jalani Pembaretan Raider

PURWOHARJO – Sebanyak 500 prajurit dari Divisi Infanteri 2 Kostrad, menjalani pembaretan Raider oleh Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi Genah, di Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (29/11).

Pembaretan itu akhir dari proses gemblengan keras latihan pembentukan (lattuk) yang dijalani prajurit selama dua bulan. Dalam kesempatan itu, para prajurit raider memamerkan kemampuan pembebasan sandera melalui jalur laut dan penghancuran markas musuh.

Kepada para wartawan, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad melalui Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi Genah, menjelaskan lattuk ini untuk membekali para prajurit Kostrad agar memiliki kemampuan di atas rata-rata pasukan infanteri pada umumnya. Kemampuan tersebut, meliputi bergerak dalam situasi, medan, dan cuaca apapun. “Termasuk nanti mengutamakan faktor pendadakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kehadiran Yonif Raider Semakin Dekat

Selama pendidikan ini, terang dia, setiap prajurit dilatih agar memiliki kualifiaksi raider dengan meningkatkan kemampuan perseorangan maupun kelompok kecil. Mereka dibina dengan kemampuan raid penghancuran, operasi pembebasan sandera, operasi pertempuran jarak dekat. “Prajurit Kostrad agar punya kualifikasi raider,” jelasnya.

Banyuwangi dipilih  menjadi lokasi latihan, karena memiliki kondisi alam yang sangat tepat untuk kegiatan lattuk raider. Mulai dari tahap hutan, gunung, maupun rawa laut. “Lautnya punya karakter tersendiri untuk latihan pendaratan pantai,” terangnya.(abi)

PURWOHARJO – Sebanyak 500 prajurit dari Divisi Infanteri 2 Kostrad, menjalani pembaretan Raider oleh Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi Genah, di Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (29/11).

Pembaretan itu akhir dari proses gemblengan keras latihan pembentukan (lattuk) yang dijalani prajurit selama dua bulan. Dalam kesempatan itu, para prajurit raider memamerkan kemampuan pembebasan sandera melalui jalur laut dan penghancuran markas musuh.

Kepada para wartawan, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad melalui Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi Genah, menjelaskan lattuk ini untuk membekali para prajurit Kostrad agar memiliki kemampuan di atas rata-rata pasukan infanteri pada umumnya. Kemampuan tersebut, meliputi bergerak dalam situasi, medan, dan cuaca apapun. “Termasuk nanti mengutamakan faktor pendadakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Parah, Warga Benculuk Tanam Pisang

Selama pendidikan ini, terang dia, setiap prajurit dilatih agar memiliki kualifiaksi raider dengan meningkatkan kemampuan perseorangan maupun kelompok kecil. Mereka dibina dengan kemampuan raid penghancuran, operasi pembebasan sandera, operasi pertempuran jarak dekat. “Prajurit Kostrad agar punya kualifikasi raider,” jelasnya.

Banyuwangi dipilih  menjadi lokasi latihan, karena memiliki kondisi alam yang sangat tepat untuk kegiatan lattuk raider. Mulai dari tahap hutan, gunung, maupun rawa laut. “Lautnya punya karakter tersendiri untuk latihan pendaratan pantai,” terangnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/