alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Pendaki Raung Asal Karawang Muntah Darah

KALIBARU – Diduga penurunan daya tahan tubuh, Estevanus Jacques Carlo, 40, pendaki Gunung Raung asal Citra Kebun Mas, H 2/12, RT 3 RW 6, Kecamatan Kawarang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terpaksa harus dievakuasi dan dilarikan ke RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin petang (29/11).

Estevanus yang mendaki Gunung Raung bersama delapan orang itu, mulai naik ke gunung pada Jumat (26/11). Setelah sampai puncak, rombongan itu mulai turun. “Saat turun dan sampai di pos 8, tubuh Estavanus drop,” terang Relawan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), BPBD Banyuwangi, Ismanto.

Ada anggota rombongan yang drop, terang dia, di antara rombongan itu melaporkan ke pos pendakian. Dari laporan itu, tim evakuasi yang berjumlah 28 orang menjemput. “Pendaki itu turun dengan cara ditandu, tiba di posko pendakian Raung magrib,” katanya.

Baca Juga :  Bermain Bola di Bendungan Alasmalang

Menurut Ismanto, tim evakuasi itu berangkat menuju lokasi pendakian pada Minggu (28/11) sekitar pukul 20.00. Proses evakuasi sangat sulit karena medan yang licin akibat guyuran hujan. “Evakuasi sulit karena cuaca hujan,” ujarnya.

Penanggungjawab Pelayanan Gawat Darurat Puskesmas Kalibaru Kulon, Sonika Kurniawan mengatakan pendaki sempat dibawa ke Puskesmas Kalibaru dan diberi infus dan bantuan oksigen. “Kondisinya lemash, kita rujuk ke RSU Bhakti Husada, Krikilan,” terangnya seraya menyebut dari hasil pemeriksaan awal, pendaki mengalami penurunan kesadaran dan muntah darah.(abi)

KALIBARU – Diduga penurunan daya tahan tubuh, Estevanus Jacques Carlo, 40, pendaki Gunung Raung asal Citra Kebun Mas, H 2/12, RT 3 RW 6, Kecamatan Kawarang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terpaksa harus dievakuasi dan dilarikan ke RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin petang (29/11).

Estevanus yang mendaki Gunung Raung bersama delapan orang itu, mulai naik ke gunung pada Jumat (26/11). Setelah sampai puncak, rombongan itu mulai turun. “Saat turun dan sampai di pos 8, tubuh Estavanus drop,” terang Relawan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), BPBD Banyuwangi, Ismanto.

Ada anggota rombongan yang drop, terang dia, di antara rombongan itu melaporkan ke pos pendakian. Dari laporan itu, tim evakuasi yang berjumlah 28 orang menjemput. “Pendaki itu turun dengan cara ditandu, tiba di posko pendakian Raung magrib,” katanya.

Baca Juga :  Mayat Mr X di Pinggir Gunung Kumitir

Menurut Ismanto, tim evakuasi itu berangkat menuju lokasi pendakian pada Minggu (28/11) sekitar pukul 20.00. Proses evakuasi sangat sulit karena medan yang licin akibat guyuran hujan. “Evakuasi sulit karena cuaca hujan,” ujarnya.

Penanggungjawab Pelayanan Gawat Darurat Puskesmas Kalibaru Kulon, Sonika Kurniawan mengatakan pendaki sempat dibawa ke Puskesmas Kalibaru dan diberi infus dan bantuan oksigen. “Kondisinya lemash, kita rujuk ke RSU Bhakti Husada, Krikilan,” terangnya seraya menyebut dari hasil pemeriksaan awal, pendaki mengalami penurunan kesadaran dan muntah darah.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/