Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Genteng
icon featured
Genteng

Pekerja Meninggal Tertimbun Material Tambang Milik Pak Kades

01 Desember 2021, 17: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Pekerja Meninggal Tertimbun Material Tambang Milik Pak Kades

NAAS: Inilah tambang pasir milik Kades Sumberbulu Sarengat Ma’ruf yang ambrol dan menyebabkan satu pekerja meninggal, Senin (29/11). (Salis Ali Muhyidin/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SONGGON – Tambang pasir yang diduga illegal milik kepala Desa (Kades) Sumberbulu Kecamatan Songgon, Sarengat Ma’ruf, makan korban jiwa, Senin pagi (29/11). Seorang penambang yang sedang bekerja, meninggal karena tertimbun reruntuhan tanah dan pasir.

Penambang yang bernasib tragis itu, Imam Safi’i, 37, warga Dusun Sumberbulu Krajan, Desa Sumberbulu. Orang yang kali pertama menemukan korban, Ana Muslimah, istrinya sendiri. “Istri korban ada di lokasi,” terang Kapolsek Songgon, Iptu Eko Darmawan kepada Jawa Pos Radar Genteng, Senin (29/11). 

Galian C yang ambrol hingga makan korban jiwa itu, terjadi sekitar pukul 05.30. Saat kejadian, korban didampingi istrinya Ana Muslimah datang ke tambang pasir milik Kades Sarengat di Dusun Sumberbulu Krajan, Desa Sumberbulu, sekitar pukul 05.00. “Korban menggali pasir, istrinya menunggu di gubuk dekat lokasi tambang,” katanya.

Baca juga: Kandang Ayam Hangus Terbakar

Baru 30 menit menggali pasir, terang dia, tiba-tiba, tanah cadas bercampur pasir yang sedang digali korban ambles dan ambrol. Reruntuhan tanah dan pasir itu, menimpa seluruh tubuh korban. “Korban terkubur reruntuhan tanah dan pasir,” ujarnya.

Melihat tanah yang digali suaminya ambrol, Ana yang sedang duduk di gubuk langsung lari mendekari lokasi kejadian. Perempuan muda itu, juga berteriak memanggil nama suaminya. “Istrinya berusaha menolong tapi tidak bisa, semua tubuh korban tertimbun tanah dan pasir,” ungkapnya.

Gagal menolong suaminya, Ana langsung lari ke perkampungan untuk minta pertolongan warga. Teriakan istri korban itu, mengundang perhatian para tetangga. Mereka mendatangi lokasi untuk menolong korban. “Warga menolong dengan menggali pasir yang menimbun korban,” tuturnya.

Sekitar 10 menit, warga bekerja keras mengevakuasi penambang pasir itu. Setelah berhasil, ternyata korban sudah meninggal. Di tubuhnya, ada beberapa luka, yakni di bagian dalam mata kiri, hidung, mulut, luka robek di bagian ujung bibir, dan luka lecet di kaki kiri. “Leher, dada atas, dan lengan kanan lebam hingga kemerahan,” tuturnya.

Istri korban, Ana Muslimah menyampaikan sebelum kejadian itu sudah sering mengingatkan suaminya agar tidak membuat lubang-lubang galian di dinding tebing. Sebab, bagian atas galian bisa ambrol. “Sudah saya kasih tahu, tapi katanya biar cepat dapat pasir untuk dijual,” katanya.(mg3/abi)

(bw/*/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia