alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Garis Polisi Menghiasi Kamar Hotel Asri

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Permintaan general Manajer Hotel Asri Genteng, Zainal Muttaqin agar police line yang dipasang di nomor 4, tempat Siti Mutingatun Hidayah, 47, warga Dusun Sumberagung, RT/RW 1, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari ditemukan sudah membusuk segera dicopot, tampaknya masih belum bisa dituruti oleh kepolisian.

Hingga kemarin (30/8), garis polisi masih terlihat melingkar di kamar nomor 3 dan 4. Kedua kamar itu, berada di bagian depan. Bila ada tamu yang datang, pasti akan melihatnya. “belum ada kabar kapan garis polisi itu dicopot,” terang Kiki, 35, salah satu karyawan Hotel Asri Genteng.

Padahal, terang dia, dengan adanya police line di kamar nomor 3 dan 4 itu secara hoki kurang menguntungkan. Aura hotel menjadi kurang bagus. Dan itu, terbukti dengan tidak ada tamu yang datang. “Sekarang tidak ada tamu,” katanya.

Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji mengatakan police line akan dilepas setelah keluarga korban datang dan mengambil semua barang yang ada di kamar itu. “Tunggu keluarga korban mengambil barang yang tersisa,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan sudah memberi tahu pengelola hotel terkait police line itu. Ia berharap pihak hotel tidak melangkah sendiri terkait garis polisi itu. “Pihak hotel jangan melepas police line itu,” pintanya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, pengelola Hotel Asri genteng meminta police line yang dipasang di kamar nomor 3 dan 4, setelah tamunya ditemukan membusuk pada Jumat (27/8) segera dilepas. Karena membuat suasana hotel tidak nyaman.

General Manager (GM) Hotel Asri genteng, Zainal Muttaqin mengaku kejadian yang menimpa salah satu tamunya pada Jumat (27/8), itu di luar dugaannya. “Kami tidak tahu menahu tentang meninggalnya tamu itu,” terangnya.

Menurut Zainal, selama berada di hotel tamu itu dianggap cukup baik dan koperatif, terutama terkait pembayaran hotel. Saat chek in, tamunya itu menggunakan SIM milik temannya, tapi selanjutnya diganti milik kartu identitasnya sendiri. “Rabu (25/8) tidak ada respon saat pintu diketuk, dikira sedang ada di luar,” katanya seraya menyebut tamunya itu mulai masuk pada Minggu (15/8).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Permintaan general Manajer Hotel Asri Genteng, Zainal Muttaqin agar police line yang dipasang di nomor 4, tempat Siti Mutingatun Hidayah, 47, warga Dusun Sumberagung, RT/RW 1, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari ditemukan sudah membusuk segera dicopot, tampaknya masih belum bisa dituruti oleh kepolisian.

Hingga kemarin (30/8), garis polisi masih terlihat melingkar di kamar nomor 3 dan 4. Kedua kamar itu, berada di bagian depan. Bila ada tamu yang datang, pasti akan melihatnya. “belum ada kabar kapan garis polisi itu dicopot,” terang Kiki, 35, salah satu karyawan Hotel Asri Genteng.

Padahal, terang dia, dengan adanya police line di kamar nomor 3 dan 4 itu secara hoki kurang menguntungkan. Aura hotel menjadi kurang bagus. Dan itu, terbukti dengan tidak ada tamu yang datang. “Sekarang tidak ada tamu,” katanya.

Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji mengatakan police line akan dilepas setelah keluarga korban datang dan mengambil semua barang yang ada di kamar itu. “Tunggu keluarga korban mengambil barang yang tersisa,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan sudah memberi tahu pengelola hotel terkait police line itu. Ia berharap pihak hotel tidak melangkah sendiri terkait garis polisi itu. “Pihak hotel jangan melepas police line itu,” pintanya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, pengelola Hotel Asri genteng meminta police line yang dipasang di kamar nomor 3 dan 4, setelah tamunya ditemukan membusuk pada Jumat (27/8) segera dilepas. Karena membuat suasana hotel tidak nyaman.

General Manager (GM) Hotel Asri genteng, Zainal Muttaqin mengaku kejadian yang menimpa salah satu tamunya pada Jumat (27/8), itu di luar dugaannya. “Kami tidak tahu menahu tentang meninggalnya tamu itu,” terangnya.

Menurut Zainal, selama berada di hotel tamu itu dianggap cukup baik dan koperatif, terutama terkait pembayaran hotel. Saat chek in, tamunya itu menggunakan SIM milik temannya, tapi selanjutnya diganti milik kartu identitasnya sendiri. “Rabu (25/8) tidak ada respon saat pintu diketuk, dikira sedang ada di luar,” katanya seraya menyebut tamunya itu mulai masuk pada Minggu (15/8).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/