alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Tinggalkan Usaha Radio, Rela Menginap di Posko Banjir Alasmalang

Banyak relawan yang membantu penanganan bencana banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Salah satunya H Ahmad Yamin, warga Desa/Kecamatan Rogojampi yang rela meninggalkan urusan usaha radio dan memilih menginap di posko banjir.

DEDY JUMHARDIYANTO, Singojuruh

SUDAH lazim eksekutif perusahaan memeriksa dan mengontrol pekerjaan karyawan dan bekerja di balik meja. Lantas, bagaimana jika seorang direktur justru berada di medan bencana dan mengoordinasi bantuan di lokasi bencana?

Itulah yang dilakukan H Ahmad Yamin, Direktur Radio Sritanjung FM Rogojampi. Dia rela meninggalkan urusan usahanya selama lebih kurang delapan hari. Pria berusia 45 tahun ini memilih menjadi relawan, dengan mengoordinasi bantuan dan pengerahan massa di posko Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Tugas menjadi koordinator posko tersebut harus diemban, setelah Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Muhammad Ali Makki Zaini memberikannya amanah menjadi Tim Koordinator Posko LAZISNU.

Sejak 22 Juni 2018 lalu, semua aktivitas di kantor beralih ke Posko LAZISNU. Dengan dibantu relawan NU Banyuwangi, Yamin menjadi motor penggerak posko tersebut. Salah satunya dengan menginisiasi nasi bungkus kepada warga korban terdampak bencana. ”Karena saat kejadian warga kalut, kami langsung beli roti dan nasi bungkus yang langsung kami bagikan kepada warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasien Covid Meninggal, Minta Satgas Turun Gunung

Setelah Posko LAZISNU berdiri di rumah H Syafii Mustofa yang juga salah seorang warga setempat, dia bersama pengurus PCNU Banyuwangi langsung berkoordinasi dengan mengirimkan nasi bungkus. Nasi tersebut dijadwalkan masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Banyuwangi.

Nasi bungkus dibagikan kepada warga terdampak bencana, dan juga diberikan kepada para relawan yang gotong-royong membersihkan lumpur sisa banjir di rumah warga. ”Selain nasi bungkus, kami dibantu pengurus MWCNU hingga tingkat ranting dan badan otonom NU (Banom) juga mengerahkan massa untuk membantu membersihkan lumpur,” jelasnya.

Setiap relawan dari NU yang akan memberikan bantuan baik berupa barang maupun tenaga, semuanya dikoordinasikan dengan Posko LAZISNU. Karena seringnya berkomunikasi dengan banyak pihak, tak pelak suaranya juga parau dan nyaris tak bisa didengarkan dengan jelas. ”Semua bantuan yang datang kami catat. Kami data mulai dari yang masuk dan bantuan yang telah keluar. Termasuk bantuan tenaga juga kami catat berapa personel dan siapa penanggung jawabnya,” jelas alumnus santri Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo ini.

Karena aktivitas di posko tak pernah sepi hingga malam hari, mau tidak mau harus menginap di posko bersama dengan relawan lain. Bahkan, bapak dua anak ini pantang pulang sebelum diperintah oleh kiai dan Ketua PCNU. Paling-paling hanya pulang sebentar mandi ganti baju, sarapan dan berangkat lagi.

Baca Juga :  Harga Daging Ayam Naik, Harga Sate Ayam Pun Ikut Naik

Karena alumnus santri, penampilan Yamin cukup berbeda di lokasi bencana. Selama berada di Posko LAZISNU, bapak dua anak ini tetap mengenakan sarung dan kopiah.

Kegigihan Yamin dalam menjadi komando di Posko LAZISNU juga mendapat acungan jempol dari pengurus PCNU Banyuwangi. Rahman Mulyadi, salah seorang pengurus PCNU mengaku kagum dan salut dengan kegigihan dan pengorbanan Yamin. Dia dinilai mampu membangkitkan kawan-kawan pengurus lainnya. ”Di saat kami sudah kendur, Haji Yamin ini mampu memompa semangat kawan-kawan lainnya untuk berangkat ke posko dan berbuat sesuatu. Baik ide, gagasan, bagi korban bencana. Pokoknya ada saja,” katanya.

Guntur Al Badri, warga Kecamatan Genteng mengatakan, sosok Yamin adalah salah satu sosok yang bertanggung jawab, gigih, dan profesional dalam melaksanakan tugas. ”Jadi santri itu kalau diberikan amanah itu akan taat, gigih, jujur, amanah, dan profesional,” tandasnya.(bay/c1)

Banyak relawan yang membantu penanganan bencana banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Salah satunya H Ahmad Yamin, warga Desa/Kecamatan Rogojampi yang rela meninggalkan urusan usaha radio dan memilih menginap di posko banjir.

DEDY JUMHARDIYANTO, Singojuruh

SUDAH lazim eksekutif perusahaan memeriksa dan mengontrol pekerjaan karyawan dan bekerja di balik meja. Lantas, bagaimana jika seorang direktur justru berada di medan bencana dan mengoordinasi bantuan di lokasi bencana?

Itulah yang dilakukan H Ahmad Yamin, Direktur Radio Sritanjung FM Rogojampi. Dia rela meninggalkan urusan usahanya selama lebih kurang delapan hari. Pria berusia 45 tahun ini memilih menjadi relawan, dengan mengoordinasi bantuan dan pengerahan massa di posko Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Tugas menjadi koordinator posko tersebut harus diemban, setelah Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Muhammad Ali Makki Zaini memberikannya amanah menjadi Tim Koordinator Posko LAZISNU.

Sejak 22 Juni 2018 lalu, semua aktivitas di kantor beralih ke Posko LAZISNU. Dengan dibantu relawan NU Banyuwangi, Yamin menjadi motor penggerak posko tersebut. Salah satunya dengan menginisiasi nasi bungkus kepada warga korban terdampak bencana. ”Karena saat kejadian warga kalut, kami langsung beli roti dan nasi bungkus yang langsung kami bagikan kepada warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Angin Besar Terjang Rumah Warga

Setelah Posko LAZISNU berdiri di rumah H Syafii Mustofa yang juga salah seorang warga setempat, dia bersama pengurus PCNU Banyuwangi langsung berkoordinasi dengan mengirimkan nasi bungkus. Nasi tersebut dijadwalkan masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Banyuwangi.

Nasi bungkus dibagikan kepada warga terdampak bencana, dan juga diberikan kepada para relawan yang gotong-royong membersihkan lumpur sisa banjir di rumah warga. ”Selain nasi bungkus, kami dibantu pengurus MWCNU hingga tingkat ranting dan badan otonom NU (Banom) juga mengerahkan massa untuk membantu membersihkan lumpur,” jelasnya.

Setiap relawan dari NU yang akan memberikan bantuan baik berupa barang maupun tenaga, semuanya dikoordinasikan dengan Posko LAZISNU. Karena seringnya berkomunikasi dengan banyak pihak, tak pelak suaranya juga parau dan nyaris tak bisa didengarkan dengan jelas. ”Semua bantuan yang datang kami catat. Kami data mulai dari yang masuk dan bantuan yang telah keluar. Termasuk bantuan tenaga juga kami catat berapa personel dan siapa penanggung jawabnya,” jelas alumnus santri Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo ini.

Karena aktivitas di posko tak pernah sepi hingga malam hari, mau tidak mau harus menginap di posko bersama dengan relawan lain. Bahkan, bapak dua anak ini pantang pulang sebelum diperintah oleh kiai dan Ketua PCNU. Paling-paling hanya pulang sebentar mandi ganti baju, sarapan dan berangkat lagi.

Baca Juga :  Tabrak Truk Fuso, Pengendara Ninja Langsung Meninggal

Karena alumnus santri, penampilan Yamin cukup berbeda di lokasi bencana. Selama berada di Posko LAZISNU, bapak dua anak ini tetap mengenakan sarung dan kopiah.

Kegigihan Yamin dalam menjadi komando di Posko LAZISNU juga mendapat acungan jempol dari pengurus PCNU Banyuwangi. Rahman Mulyadi, salah seorang pengurus PCNU mengaku kagum dan salut dengan kegigihan dan pengorbanan Yamin. Dia dinilai mampu membangkitkan kawan-kawan pengurus lainnya. ”Di saat kami sudah kendur, Haji Yamin ini mampu memompa semangat kawan-kawan lainnya untuk berangkat ke posko dan berbuat sesuatu. Baik ide, gagasan, bagi korban bencana. Pokoknya ada saja,” katanya.

Guntur Al Badri, warga Kecamatan Genteng mengatakan, sosok Yamin adalah salah satu sosok yang bertanggung jawab, gigih, dan profesional dalam melaksanakan tugas. ”Jadi santri itu kalau diberikan amanah itu akan taat, gigih, jujur, amanah, dan profesional,” tandasnya.(bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/